3 Hal Wajib Tahu Sebelum Mencoba Serum Vitamin C

Vitamin C terkenal bisa membantu mencerahkan kulit, menyamarkan noda gelap dan bekas jerawat, serta meningkatkan produksi kolagen yang membuat kulit lebih elastis.

Meskipun banyak produk skincare di luar sana yang mengandung vitamin C dalam konsentrasi rendah, serum tetap jadi produk utama untuk hasil yang lebih optimal. Biasanya, kandungan vitamin C yang terdapat dalam serum vitamin C berkisar antara 5 – 20%. Semakin tinggi kandungannya, semakin maksimal pula efeknya, tapi konsentrasi yang tinggi juga memiliki resiko dan efek samping di kulit.

Lihat juga: Memilih Serum Vitamin C untuk Kulit Sensitif

Davaj Face Serum PipettePhoto

Target

Pada dasarnya, vitamin C bekerja dengan cara menargetkan produksi melanin di kulit. Produksi melanin yang berlebihan akan menimbulkan noda gelap, begitu pula dengan sun spot yang terjadi akibat sinar UVA. Alasan vitamin C juga banyak digunakan untuk menyamarkan PIH atau bekas jerawat juga karena kemampuannya merangsang produksi kolagen yang menghasilkan sel kulit baru yang sehat. Vitamin C juga memiliki fungsi anti-inflamasi yang bisa mencegah jerawat muncul.

Jenis-jenis Vitamin C

Ascorbic acid (l-ascorbic acid) adalah jenis pure vitamin C yang paling kuat kinerjanya di kulit. Meskipun efektif, tapi ascorbic acid sangat tidak stabil dan gampang banget teroksidasi karena udara dan suhu. Alasan beberapa serum vitamin C memiliki botol kaca berwarna gelap juga untuk melindungi kandungan vitamin C-nya supaya ngggak berubah warna ataupun bau. Beberapa serum vitamin C dengan ascorbic acid memiliki shelf life yang cukup singkat, (seperti COSRX Triple C Lightning Liquid yang teroksidasi hanya dalam kurun waktu dua bulanan), karena itu selalu perhatikan kalau serum kamu mengalami perubahan tekstur.

Selain ascorbic acid, kandungan vitamin C lainnya yang umum ditemukan adalah ascorbyl glucoside, ascorbyl palmitate, magnesium ascorbyl phosphate, sodium ascorbyl phosphate, ethyl ascorbic acid. Meskipun bahan-bahan ini terhitung cukup stabil dibandingkan ascorbic acid, tetapi tetap disarankan agar dijauhkan dari sinar matahari langsung dan jangan terlalu sering terekspos udara.

Pemakaian

Nggak pernah ada ketentuan khusus soal kapan kita harus memakai serum vitamin C. Banyak yang bilang bahwa sebaiknya serum vitamin C dipakai di pagi hari, dimana antioksidannya akan membantu melindungi kulit yang terekspos langsung dengan sinar UV dan juga polusi. Tapi, ada juga studi yang membuktikan bahwa dampak buruk sinar UV masih “bertahan” di kulit hingga setelahnya, karena itu serum vitamin C juga direkomendasikan untuk digunakan di malam hari. Kombinasikan dengan skincare antioksidan kamu yang lain, kulit pun akan lebih terjaga supaya nggak kusam.

Produk apa yang nggak boleh digunakan dengan vitamin C? Jawabannya bisa beragam, tentu balik lagi ke vitamin C apa yang digunakan dan kondisi kulit masing-masing. Ascorbic acid dalam konsentrasi tinggi jelas nggak bisa digabung pemakaiannya dengan bahan-bahan yang juga “keras” dan potensi iritasinya besar seperti AHA, BHA, atau retinol. Beberapa studi juga menyimpulkan bahwa menggunakan niacinamide dengan vitamin C bisa menimbulkan reaksi kemerahan pada kulit. Nggak sampai iritasi, tapi mungkin bisa cukup mengganggu bagi beberapa orang.

Lihat juga: Kevin Maharis: “Vitamin C is Something I Strongly Believe In”

Kesimpulannya, meskipun serum vitamin C sangat populer di luar sana, masih banyak yang mengabaikan cara pemakaian dan penyimpanannya. Untuk kamu yang punya kulit sensitif, jangan lupa untuk selalu patch test dan perkenalkan serum pelan-pelan di kulit. Salah satu langkah termudah, seperti yang dicoba oleh Netta, adalah mencampurkan serum vitamin C ke dalam pelembap sehari-hari. Hope that helps!

Ada yang lagi coba vitamin C serum? Tulis di comments, ya!