3 Persepsi Salah Tentang Jerawat

Ada seribu mitos soal jerawat di luar sana, tapi tiga ini yang paling saya ingat. Setelah tiga persepsi salah tentang skincare Korea, sekarang giliran tiga persepsi salah tentang jerawat!

Every acne cases are different. Beberapa ada yang sembuh karena dokter kulit, coba-coba sendiri, atau jerawatnya hilang aja dengan sendirinya. Tiga persepsi (atau mitos) di bawah ini sudah sering banget saya dengar dan justru bisa “dipatahkan” karena pengalaman pribadi saya sendiri.

WhatsApp-Image-2017-05-29-at-4.12.19-PMJerawat = Wajah Kotor

Padahal, terlalu sering mencuci muka dan membersihkan sel kulit mati justru bisa bikin lapisan kulit melemah, lho! Mungkin teori ini ada benarnya untuk jerawat di kulit remaja yang kadang membersihkannya kurang tuntas sehingga masih ada sisa-sisa kotoran, tapi mencuci muka terlalu sering pun bisa menguras minyak alami kulit dan berpotensi memicu dehidrasi. Supaya kulit minyaknya tetap seimbang, selalu pakai pelembap supaya produksi sebum tetap terkontrol. Kalau ada bagian kulit yang mengilap sedikit, cukup gunakan kertas minyak atau tambahkan sedikit bedak, tapi nggak perlu kabur ke kamar mandi dan langsung cuci muka.

Lihat juga: Fungsi Sel Kulit Mati yang Kamu Wajib Tahu

Hanya Bisa Sembuh dengan Produk Khusus Jerawat

Produk jerawat yang beredar di pasaran memang sudah terbukti secara klinis bisa membantu meredakan berbagai masalah jerawat. Tapi, ketika produk khusus jerawat tersebut malah membuat kulit kamu mengelupas parah, merah-merah, atau perih, jangan jadi stuck hanya karena produk tersebut diformulasikan untuk “kulit berjerawat”. Iritasi adalah iritasi.

Saya percaya banget dengan konsep mengatasi jerawat dengan kulitnya “disayang-sayang” menggunakan produk yang gentle, melembapkan, dan bisa menenangkan kulit. Apalagi, produk untuk jerawat terkenal memiliki efek samping kulit kering, jadi tetap perhatikan kondisi moisture barrier kamu, jangan sampai untuk menghilangkan jerawat malah muncul masalah baru: dehidrasi!

Lihat juga: Metode Gentle Redakan Jerawat dengan Repairing Cream

Makanan Nggak Berpengaruh

Gara-gara dokter kulit saya zaman SMA bilang kalau makanan nggak mempengaruhi jerawat, butuh waktu lama banget untuk saya akhirnya “percaya” bahwa semakin bertambah umur, apa yang kita makan ternyata ngaruh banget ke kondisi kulit. Well, for some people, at least. Di usia mid 20s ini, saya udah nggak bisa seenaknya mengonsumsi dairy dan tinggi gula sebebas dulu.

Saya inget banget, ada perbedaan signifikan di kulit saya ketika lagi ngurangin dairy dan sugar intake, dan waktu saya cuek minum kopi susu + martabak selama tiga hari berturut-turut. Di saat kulit lagi mendingan karena ngurangin dairy dan gula, eh jerawat muncul lagi karena kopi dan martabak. So, buat yang jerawatnya karena faktor hormonal, coba deh kurangi dairy dan gula. Mungkin bisa membantu ngurangin inflamasinya pelan-pelan!

Lihat juga: Hal Kecil Ini Juga Bisa Memicu Jerawat

Ada yang mau menambahkan mitos lainnya?