Sosok Silvia Halim, Direktur Konstruksi MRT Jakarta

Di tengah-tengah jajaran direksi PT MRT Jakarta, ada sosok perempuan yang tugas utamanya nggak tanggung-tanggung, yaitu memastikan seluruh pekerjaan konstruksi MRT berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Everyone, meet Silvia Halim!

Pertemuan pertama saya dengan Bu Silvi terjadi di bawah sinar matahari terik, tepatnya di depo Lebak Bulus yang akan menjadi stasiun pertama MRT Jakarta. Bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Subandar, Bu Silvi yang merupakan lulusan Nanyang Technological University Singapore jurusan Teknik Sipil ini menjelaskan secara rinci tentang teknologi yang digunakan untuk memasang rel di depo Lebak Bulus.

Seluruh pekerjaan konstruksi MRT Jakarta, mulai dari tahap 1 (Lebak Bulus – Bundaran HI), tahap 2 (Bundaran HI – Kampung Bandan), dan tahap-tahap selanjutnya berada di bawah pengawasan Bu Silvi, sebelum akhirnya diserahkan kepada Direktur Operasional dan Pemeliharaan Agung Wicaksono untuk dipergunakan publik.

Penasaran dengan perannya sebagai satu-satunya perempuan di antara direksi, saat break makan siang saya pun curi-curi ngobrol dengan Bu Silvi.

SAM_4912

Banyak yang beranggapan lingkungan kerja yang mayoritas laki-laki itu pressure banget untuk perempuan. Tahun 2017 ini apakah anggapan seperti itu masih valid?

“Nggak juga sih, mungkin karena dari kuliah juga udah terbiasa ya, teknik sipil itu kan memang kebanyakan laki-laki. Di PT MRT Jakarta sendiri, baik dari jajaran direksi atau di antara tim saya sendiri pun saya nggak merasa kayak minoritas. Untungnya sekarang bertambah nih, engineer perempuan yang masuk, jadi cukup mengimbangi, lah.”

Hal yang paling disukai dari mengerjakan proyek MRT Jakarta selama ini?

“Karena ini merupakan proyek MRT pertama untuk Jakarta, saya melihat ada banyak sekali ruang untuk bereksperimen dengan berbagai macam hal. Ini pengalaman baru juga buat saya yang baru pertama kali bekerja di Indonesia, karena sebelumnya saya bekerja di Singapura. Di pembangunan pertama ini kita masih banyak sekali belajar, ada banyak tantangan tetapi juga ruang untuk lebih kreatif dalam mencari solusi. Saya rasa itu sisi positifnya.”

Masukan untuk para perempuan bekerja?

“Teruslah belajar, karena saya sendiri pun masih belajar. Untuk perempuan yang lagi berkarier, jangan berpikir karena kita perempuan, kita harus melakukan ini itu dengan cara yang berbeda. I don’t think you should do things differently because you’re a woman, you should just do things because that’s the way it should be done. Berpikirlah secara objektif dan jangan lupa untuk selalu bersikap profesional. It really matters.

Apa harapan untuk pengguna MRT nantinya?

“Pastinya untuk menjaga apa yang sudah susah payah kita bangun ini. Kita bisa aja membangun konstruksi, tapi bisa nggak kita jaga untuk seterusnya? Saya berharap semoga MRT ini benar-benar bisa menjadi milik dan tanggung jawab kita bersama. Kalau ada yang melihat orang melanggar aturan, mohon untuk ditegur baik-baik. Biar bagaimanapun, peran masyarakat sebagai pengguna sangat penting untuk keberlangsungan MRT ini ke depannya.”