Pintar Membeli Makeup Mahal

Bicara makeup, cakupannya bisa luas banget, termasuk jenis sampai harganya. Tapi, apa seluruh makeup mahal selalu bagus?

Mengingat zaman awal kuliah, saya termasuk beauty enthusiast yang cukup impulsif dalam memilih dan membeli kosmetik. Setiap brand favorit saya mengeluarkan produk baru, I will definitely buy them, regardless of the price. Senang sih, bisa dapetin produk makeup yang baru launching dengan cepat. Tapi, terkadang kualitas satu produk kurang sesuai dengan hype-nya dan more often than not, saya jadi kecewa terhadap produk tersebut.

Mungkin saya nggak akan terlalu kecewa kalau harganya masih masuk akal. Tapi akhir-akhir ini, saya sering banget melihat overpriced beauty products yang bolak-balik diluncurkan oleh para brand produk kosmetik. Oh ya, rata-rata markup produk kosmetik di pasaran mencapai 78% dari biaya pembuatan lho! Secara general, biaya untuk membuat sebuah produk hanya 15% dari harga produk itu sendiri. Sisanya digunakan untuk marketing: bayar influencer untuk promosiin, bayar tempat di Sephora, menggaji beauty advisor, dan lain-lain. Harga sebuah produk bisa tambah naik kalau brand-nya berkolaborasi dengan artis atau influencer, atau influencer itu yang merilis produk kecantikan sendiri. Seperti KKW Beauty Creme Contour and Highlight Stick, misalnya.

Baca jugaBeauty Vlogger Buat Makeup, Sukses atau Fail?

kkw contour stick

Selayaknya influencer sejati, Kim Kardashian-West mematok harga yang cukup tinggi untuk produknya: $48 per kit, setara Rp 600.000,-. Dengan harga segitu, pembeli hanya akan mendapat empat produk sebesar satu ruas jari. Menurut saya, ini nggak cuma overpriced, tapi mepet ke pelit, LOL! Sebagus apapun produknya, saya masih belum bisa membenarkan pembelian saya kalau beli makeup mahal tersebut.

Baca juga: 4 Eyeshadow Palette Mahal yang Tidak Worth it

Overpriced beauty products juga nggak terbatas sama produk yang harganya mahal. Banyak juga kok produk yang murah, tapi sebenarnya overpriced. Salah satunya adalah Morphe Brushes, yang sempat dibedah secara lengkap oleh Stephanie Nicole di channel YouTube-nya. Dalam kasus Morphe, ia ”terciduk” melakukan private labelling ke sebuah pabrik produk kecantikan yang lebih ‘generik’. Dengan sedikit ”packaging makeover”, Morphe menjual produknya dengan harga yang lebih mahal, padahal kualitasnya sama seperti produk generik dari pabrik tersebut. Hal ini nggak selalu kejadian, sih. Biasanya, pabrik memang membedakan formula untuk beberapa brand, tapi biasanya formulanya hanya beda tipis. Hal ini juga yang membuat liquid lipstick Colourpop dan Kylie Cosmetics mirip, karena sama-sama dibuat oleh Spatz Labs di Amerika.

body foundation s

Walaupun dengan markup yang gila-gilaan, nggak semua produk di pasaran itu nggak worth it kok. Saya beneran suka dengan It Cosmetics Your Skin but Better CC Cream yang harganya lumayan mahal, as much as I like my trustee Maybelline Fit Me Matte+Poreless, walaupun finish dari keduanya berbeda. Sebuah indikator yang cukup oke untuk tahu produk yang kamu beli itu worth it atau nggak: does it have a very similar dupe? Coba cek produk keluaran brand-brand dari satu parent company. Kalau ada dupe yang mirip banget, mungkin ingredients-nya beda tipis dan kamu bisa beli versi murahnya daripada versi yang mahal.

Lagi-lagi, nggak semua orang peduli dengan hal sedetail ini, but it’s great to take the time dan melihat kamu menghabiskan uangmu untuk kualitas yang beneran bagus atau beli nama dan merek aja. After all, we worked pretty hard… Cukup logis kok untuk lebih teliti dalam membelanjakan uang untuk makeup kamu!