Drama Seputar Anastasia Beverly Hills Subculture Palette

Dua minggu setelah dirilis, Anastasia Beverly Hills Subculture Palette malah mendapatkan review jelek dari beberapa influencer.

Dari ngeliat teaser-nya aja saya udah semangat banget pingin beli sister palette-nya Anastasia Beverly Hills Modern Renaissance Palette. Tapi kok setelah kurang lebih dua minggu dirilis, Anastasia Beverly Hills Subculture Palette malah dapet banyak review jelek dari semua influencer. Beda banget sama sister palette-nya yang langsung jadi favorit dan menjadi eyeshadow palette rekomendasi di mana-mana. 

Dari sekian banyak review yang saya baca, banyak yang protes kalau eyeshadow ini sangat powdery, fall out-nya banyak dan susah untuk di-blend. Eyeshadow powdery itu memang sudah biasa. Soalnya Anastasia Beverly Hills Modern Renaissance juga sebenarnya sedikit powdery, tapi masih dalam batasan normal. Nah, tapi kalau melihat beberapa demo beauty influencer saat menggunakan palette Anastasia Beverly Hills Modern Subculture Palette, fall out dan powdery-nya kelewatan banget. Take a look this swatch demo by Wayne Goss:

Anastasia Beverly Hills Subculture PaletteImage Source: youtube.com/user/gossmakeupartist

Pas ngelihat demo ini saya juga agak bingung sih, kenapa eyeshadow buatan ABH bisa seperti ini? Kok kesannya kualitasnya diturunkan dari palette sebelumnya? Tapi setelah mendengar penjelasan dari Wayne Goss dan Stephanie Nicole soal kenapa eyeshadow ini powdery, saya jadi sadar kalau ini memang hal yang normal terjadi pada eyeshadow yang pigmented.

Dari penjelasan Stephanie Nicole, dijelaskan bahwa dalam pembuatan eyeshadow ini, bahan pengikat antara pigment di dalamnya nggak sebanyak yang ada di palette terdahulu. Makanya, ketika eyeshadow ini di-tap atau dipulas dengan brush, banyak banget bubuk eyeshadow yang berterbangan. Tapi tentu bukan berarti otomatis produk ini jelek. Kalau memang bahan pengikat yang digunakan lebih sedikit, artinya eyeshadow ini jauh lebih pigmented dan memang menggunakannya harus lebih hati-hati saja.

It matters how you apply the shadow and how you work with the product. Kalau memang kondisi eyeshadow-nya powdery, coba deh aplikasinya dengan cara light handed. Maksudnya, saat mengambil warna eyeshadow jangan diusap-usap keras, cukup tap satu kali saja, pasti sudah cukup.

Buat saya sih produk powder baik itu eyeshadow, blush on atau pun bedak kalau powdery nggak masalah, asal warna yang dihasilkan nggak mengecewakan. Tapi kalau sudah powdery tapi sheer, nah baru deh bisa dibilang kualitas produk tersebut grade E, hehe. Beberapa orang pun banyak berkomentar baik di video Stephanie Nicole, maupun Wayne Goss, bahwa nggak semestinya ABH mengeluarkan produk yang tidak user friendly seperti ini. If they’re actually pure pigments, kenapa harus dijual sebagai palet, bukan powder eyeshadow aja?

Nah, kalau kalian sendiri gimana tanggapannya soal eyeshadow ini?