La Mer Revitalizing Hydrating Serum, Jawaban Kulit Dehidrasi

My first La Mer product! (hugging it tightly).

Awal bulan Mei kemaren, kulit saya terasa kering sekali. Sepertinya efek dari stress dan kurang tidur karena persiapan #JakartaxBeauty2017.

Makanya, pas sekali sekitar beberapa hari setelah #JakartaxBeauty2017 saya mendapat undangan dari La Mer untuk mencoba 6-step facial treatment di Four Seasons dalam rangka memperkenalkan La Mer The Revitalizing Hydrating Serum. Langsung dong saya mengiyakan tanpa melihat jadwal apakah saya sudah ada jadwal meeting atau tidak. When it’s La Mer calling, other things can wait.

   lamer-revitalizing-hydrating-serum-01

lamer-revitalizing-hydrating-serum-02

After that, I don’t know if I should be happy or worried because this product has ,given me a top star experience into La Mer products. And you know they don’t come cheap, right?

Impresi pertama saya ketika melihat produknya pertama kali, wow, the iconic La Mer Emerald Green that’s been missing in my bathroom. Botolnya terbuat dari kaca dan gelap. This gives me a peace of mind bahwa kandungan yang terdapat di dalam produk ini akan tetap terjaga kualitasnya karena terlindungi dari oksigen, sinar dan panas.

Memang kandungannya apa aja, sih? Ada La Mer Miracle Broth yang memang sudah menjadi trademark-nya La Mer. Miracle Broth ini sudah diriset selama 12 tahun lho, dan juga sudah melewati 6000 eksperimen. Selain itu juga ada berbagai tanaman alga yang sudah difermentasi untuk memberikan kelembapan pada kulit serta Lime Tea Concentrate sebagai antioxidants.

lamer-revitalizing-hydrating-serum-03

Tekstur serum ini sedikit lebih heavy dari serum kebanyakan walaupun tidak sampai sekental cream. Dan karena cukup kental, meresapnya juga tidak langsung, ya.  Tapi memang menurut Beauty Assistant-nya, kita tidak perlu menunggu serum ini sampai meresap tuntas karena justru bisa membantu mengunci produk yang kita aplikasikan berikutnya dan menjadikan produk tersebut lebih efektif. Contohnya, sebelum mengaplikasikan La Mer Revitalizing Hydrating Serum di tangan saya, Beauty Assistant menyemprotkan La Mer Tonic untuk melihat penyerapannya. Tentunya, tonic tersebut langsung mengalir dan menetes ke arah yang lebih rendah. Tapi ketika disemprotkannya setelah diberi La Mer Revitalizing Hydrating Serum, tonic tersebut nggak lari kemana-mana, hanya diam dan meresap di area yang sudah dilapisi serumnya. Amazing, right? Selain serum ini dapat membuat produk selanjutnya menjadi lebih efektif, pemakain moisturizer setelah serum juga akan me lock-in all the goodness yang ada dalam serum ini. Double advantage for us.

Hanya dengan sekali pemakaian, dan kebetulan pemakaian pertama memang dengan cara full facial treatment di Four Seasons, saya merasakan sekali bagaimana serum ini memberikan hidrasi yang sangat-sangat saya butuhkan pada saat itu, hanya dalam sekali pakai. Setelah pemakaian rutin saya jadi lebih yakin bahwa memang produk ini memberikan a new level of hydration that I have never received from other products. Padahal, ekspektasi saya terhadap serum ini tinggi sekali, loh, namanya juga La Mer, kan? So I’m very pleased that this surpassed my already heightened expectation.

Dan puncaknya adalah ketika bulan lalu saya sedang puasa dan harus day trip ke Semarang. Puasa + dua jam di pesawat di siang hari + satu kali kena air wudhu = hello super dehydrated skin. But I’m thanking my La Mer God that it didn’t happen to me at all. #sold #obvi