Skincare Emas, Worth It atau Gimmick?

Sejak zaman Cleopatra, emas sudah menjadi skincare ingredient yang sangat diminati. Sebenarnya, apa sih manfaat untuk kulit yang bisa didapat dari emas?

Semakin ke sini, tren kecantikan semakin aneh dan membuat orang semakin bertanya-tanya. Dulunya, lendir siput dan kolagen babi sempat booming, bahkan racun lebah dan telur salmon pun sudah digunakan untuk kecantikan kulit. Tapi, sekarang, banyak beauty brands yang telah banting setir dari skincare produk bintang ke skincare emas. Dari Peter Thomas Roth 24K Gold Eye Patches, Elizavecca Kangsi Gold Mask Pack, Farsali Rose Gold Elixir, La Prairie Cellular Radiance Perfecting Fluide, sampai Bio-Essence 24K Bio-Gold Water… Gold is everywhere in the beauty world!

gold productsSebenarnya menggunakan emas untuk kecantikan bukanlah tren baru. Sejak zaman Cina Kuno, banyak permaisuri sudah percaya kalau menambah emas yang telah dihancurkan ke dalam skincare routine dapat meningkatkan kecantikan mereka. Cleopatra sendiri juga dikabarkan suka menggunakan masker wajah sebagai skincare emas untuk menjaga kulitnya agar tetap flawless.

Emas, yang kaya akan antioksidan, telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati penyakit seperti arthritis atau berbagai macam penyakit kulit. Hampir semua skincare yang mengandung emas juga menekankan kemampuan emas dalam menjaga kelembapan kulit dan menstimulasi produksi kolagen untuk mengurangi munculnya garis-garis halus di wajah. Menurut sebuah penelitian dari tahun 2016, jika digunakan dalam jangka panjang, produk yang mengandung emas juga dapat mencerahkan kulit.

Terlebih, penelitian yang berkait dengan gold nanoparticles menunjukkan bahwa partikel-partikel emas yang tidak bisa dilihat mata telanjang bisa menembus jauh ke dalam kulit. Karena itu, emas dipercaya dapat digunakan sebagai “carrier” untuk membawa ingredients lain yang penting, seperti retinoid atau vitamin B dan C, jauh ke dalam kulit dan membantu mereka bertahan lebih lama di bawah permukaan kulit sehingga bisa bekerja lebih efektif.

But before you get too excited, ada banyak juga penilitian yang tidak setuju dengan penggunaan emas untuk skincare. Studi baru dari Journal Nanotoxicology menemukan bahwa nanopartikel emas malah dapat mempercepat penuaan dini dan menyebabkan munculnya keriput di wajah. Pewarna yang ditambah ke kebanyakan produk-produk ini untuk mendapatkan warna emas yang pas juga dapat mengakibatkan iritasi kulit. Menurut dermatologis dari New York, Dr. Judith Hellman, emas itu sebenarnya tidak akan ada efek kalau digunakan untuk skincare. Waduh… jadi tambah bingung ya?

Kesimpulannya adalah, masih butuh penelitian lebih lanjut sebelum kita boleh percaya kalau emas itu ada manfaatnya untuk kulit. Jangan takut untuk mencoba-coba hal baru, tapi jangan terlalu gampang juga termakan packaging lucu atau janji-janji manis dari beauty companies. Personally, saya merasa bahwa skincare mengandung emas adalah marketing gimmick, dan masih ada banyak kok skincare ingredients lainnya seperti Vitamin C, green tea atau madu Manuka yang sudah terbukti dapat mencapai hasil yang sama. Kalau emas mending disimpan sendiri daripada dipakai di wajah. Rasanya sayang banget kan kalau emas dibuang-buang untuk maskeran, toh harga emas juga lagi naik razz.

Nah, menurut kamu gimana? Apakah kamu sendiri sudah pernah mencoba produk skincare yang mengandung emas? Share your thoughts and experiences here!