Kosmetik Halal Lokal ZOYA Bisa Dibeli Secara Online

Dengan penduduk Muslim tertinggi di dunia, kosmetik halal laku keras di Indonesia. Untuk memudahkan pembelian, ZOYA sekarang bisa dibeli secara online.

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia memang didominasi penduduk beragama Islam. Dari kurang lebih 250 juta penduduk Indonesia, hampir 85% beragama Islam. Hal ini otomatis menjadikan Indonesia sebagai pasar barang halal terbesar di dunia, termasuk kosmetik halal.

Baca juga: Momohime, Skincare Jepang Bersertifikat Halal

review-lipstick-matte-wardah-zoya-mazaya-1.png

Hal ini juga ditunjukkan dengan ukuran industri kosmetik halal yang berkembang. Di Asia Tenggara sendiri, market value kosmetik halal adalah 1 milyar USD dan di Indonesia sendiri, terdapat kurang lebih 2000 produk yang sudah terdaftar halal, termasuk produk-produknya ZOYA. Sekarang, ZOYA telah memiliki makeup dan skincare range yang lengkap untuk para Muslimah di Indonesia. Mulai dari lipstik, bedak, base makeup, produk alis, eyeshadow, eyeliner, blusher, maskara, sampai produk skincare seperti sunscreen dan facial series untuk mencerahkan dan merawat kulit berjerawat.

Untuk memudahkan para Muslimah yang ingin mendapatkan kosmetik halal, ZOYA bekerja sama dengan aCommerce, sebuah perusahaan dalam bisnis distribusi online yang sudah menjangkau beberapa negara Asia Tenggara, seperti Filipina dan Thailand. Dengan kerjasama ini, aCommerce dapat membantu mendistribusikan produk ZOYA ke situs e-commerce lain seperti Lazada, Tokopedia, dan Shopee, sambil mengaktifkan website e-commerce resmi kosmetik ZOYA di www.zoyacosmetics.com.

Selain kosmetik halal lokal seperti ZOYA, Mazaya, dan Wardah, kosmetik impor juga nggak mau kalah dalam menghadirkan sertifikasi halal dalam produk-produknya. L’Oreal, misalnya. I don’t think most people know this, tapi hampir seluruh produk L’Oreal yang diproduksi di Indonesia itu sudah punya sertifikat halal. Contoh produknya? Garnier! Hal yang sama juga terbukti dengan Unilever yang meng-claim bahwa sembilan pabriknya sudah memiliki sertifikasi halal. Menurut para ahli, seharusnya tidak sulit untuk brand untuk memproduksi skincare dan makeup bersertifikasi halal karena kebanyakan produk skincare dan makeup terbuat dari ekstrak bahan-bahan yang diambil dari alam.

Baca juga: Mengintip Isi Pabrik L’Oreal Indonesia

Kalau dipikir-pikir, kenapa malah fokus jualan kosmetik halal di Asia Tenggara ya, bukan di Arab? Well, studi telah menunjukkan bahwa Muslimah di Indonesia dan Muslimah di Arab memiliki approach yang berbeda dalam mengaplikasikan kepercayaan mereka dalam memilih produk perawatan diri. Kalau dilihat-lihat sih, benar juga. Huda Beauty, misalnya. Ia adalah beauty influencer terbesar di daerah middle eastern. Huda juga adalah beautypreneur bulu mata palsu, liquid lipstick, palet eyeshadow, dan yang terakhir, highlighter. Kalau diperhatikan, seluruh produk Huda Beauty tidak memiliki sertifikasi halal, tapi tetap laku di pasar Timur Tengah.

Oh iya, Muslimah di Indonesia juga nggak perlu takut untuk membedakan mana produk halal dan non-halal dalam kosmetik. Per tahun 2019 nanti, pemerintah Indonesia akan mewajibkan seluruh produsen untuk mencantumkan informasi halal atau non-halal seluruh produk yang dikonsumsi oleh masyarakat, seperti makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Pengaplikasian hal ini akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara menyeluruh, jadi semua produk yang ada di pasaran akan memiliki label halal atau nonhalal.

Hal tersebut cukup menenangkan ya, mengingat lagi ramai isu makanan non-halal yang sudah umum beredar. Menurut saya, penting banget sih untuk mencantumkan kehalalan sebuah produk, walaupun saya pribadi hanya fokus ke makanan saja, dan agak careless kalau soal kosmetik, hehehe.

Kalau menurut kamu gimana?