Saya Berhenti Perawatan Dokter Kulit, Ini Alasannya

Setelah dua kali bolak-balik Essenskin saya memutuskan untuk stop dan kembali menggunakan skincare over the counter. Dan ini alasan saya berhenti perawatan dokter kulit.

Hampir empat bulan yang lalu saya memutuskan ke dokter kulit untuk mengatasi permasalahan kulit saya. Seperti yang saya katakan di artikel Pengalaman Suntik Jerawat, saya datang ke dokter hanya untuk tahu jenis jerawat yang saya alami dan penyebabnya. Dari konsultasi akhirnya terjawab, ternyata kulit saya bermasalah karena ada kelaian genetik yang bikin kulit saya mudah iritasi sehingga jadi mudah berjerawat.

Setelah konsultasi, dokter pun hanya meresepkan dua obat saja, satu obat totol jerawat dan cream pelembap yang berisi Vitamin B3. Selain dua produk  tersebut, dokter memperbolehkan saya untuk menggunakan skincare lain yang mengandung hyaluronic acid sebagai bahan pelembap. Pantangan dari dokter hanya satu, yaitu jangan menggunakan exfoliating toner terlalu sering, khususnya pada area jerawat yang meradang karena bisa memicu peradangan dan lebih banyak jerawat.

Stop ke Dokter Kulit dan Ini Alasannya

Dari dua bulan pemakaian obat dokter memang jerawat lebih terkontrol, tapi ya nggak terlalu signifikan banget hasilnya. Maksudnya, kempesnya jerawat juga nggak jadi lebih cepat dan itu juga tetap dibantu dengan menggunakan spot treatment Paula’s Choice. Jadi setelah menghabiskan cream Vitamin B3 dua jar dan satu jar spot treatment, saya memutuskan untuk berhenti perawatan dokter kulit dan kembali menggunakan skincare pasaran.

Kok sembarangan stop dokter kulit? Bukannya harus sesuai izin dokter?
Hehe, iya saya emang bandel sih, tapi saya berani stop ke dokter dengan catatan di atas ya, kalau permasalahan jerawat saya bukan dari hormonal atau yang dulunya menggunakan obat-obat dokter yang menggunakan steroid. Jadi saya berani untuk stop konsultasi dan menggunakan obat dari dokter. Dan kalau dilihat juga, obat jerawat yang diberikan dari dokter untuk saya adalah bahan-bahan yang masih bisa saya temukan di produk skincare over the counter. Contohnya Vitamin B3 yang bisa saya dapatkan di The Ordinary Niacinamide, sedangkan untuk spot treatment saya masih dibolehkan menggunakan Paula’s Choice Benzoyl Peroxide untuk meredakan jerawat membandel.

Baca Juga: Steroid untuk Menyembuhkan Kulit Sensitif

Terus gimana kulitnya sekarang setelah stop ke dokter?

Ya gini-gini aja, masih sama seperti sebelum ke dokter kulit kok. Kalau lagi tidur dengan kualitas yang baik, kulit saya akan membaik juga, dan jerawat yang mucul juga hanya jerawat kecil yang gampang hilang. Tapi kalau saya lagi tidur malam, menggunakan brush kotor ya, jerawat meradang akan muncul di mana-mana.

Untuk produk skincare yang saya gunakan sekarang adalah

Perawatan Dokter Kulit-4

First cleanser: The Body Shop Camomile Sumptuous Cleansing Butter
Second cleanser: Sensatia Botanicals Acne Clarifying Facial Cleanser dan/ atau Lush Dark Angels
Toner: Hada Labo Shirojyun Premium Whitening Lotion Rich dan Hada Labo Premium Gokyujun Toner
Serum: Kanebo First SerumThe Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 10%
Spot treatment: The Ordinary Salicylic Acid 2% Solution atau Paula’s Choice Clear 5% Benzoyl Peroxide
Sunscreen: SK-II yaitu Atmosphere Airy Light UV Emultion SPF30 / PA +++ atau The Body Shop Skin Defence Multi-Protection Essence
Night cream: Sukin Sensitive Calming Night Cream

Jadi itu dia tadi alasan kenapa bisa berhenti perawatan dokter kulit dengan mudah tanpa ketergantungan. Kalau masalah jerawat kamu lebih severe daripada saya, dan ingin berhenti perawatan dokter, pastikan kamu konsultasi dulu ya!