Memasukkan Face Mist dalam Skincare Routine

Di artikel “Face Mist: Penting atau Tidak?”, banyak FD-ers yang comment bahwa face mist adalah benda wajib yang nggak boleh skip dalam skincare routine mereka.

Saya pribadi pun yang kulitnya sensitif dan acne-prone ini cukup merasakan perbedaan setelah rutin memakai face mist. Bukan perubahan yang life-changing, tapi minimal ada efeknya. Memilih face mist yang tepat dan menempatkannya di posisi yang tepat dalam skincare routine bisa membantu skincare lainnya untuk bekerja lebih efektif. Pelembap, serum, toner, dan produk-produk lainnya pun nggak akan bekerja maksimal kalau diaplikasikan ke wajah yang kering dan nggak moist, kan?

Membantu Kulit Berminyak Lebih Lembap

Saya mulai rajin pakai face mist setiap habis cuci muka kira-kira baru satu tahun belakangan ini. Masih inget kan, kalau kulit berminyak tetap butuh pelembap? Nah, peran face mist di sini lebih sebagai pendongkrak hydration level yang ideal, terutama untuk kulit berminyak. Saya pribadi lebih suka layering hydration dan moisture dengan face mist dan pelembap, ketimbang menggunakan satu pelembap thick yang berasa tebal di kulit.

Face Mist dalam Skincare Routine body

Plant Extracts = Face Mist Terbaik

Personally, kulit saya terasa lebih lembap kalau face mist yang digunakan mengandung ekstrak tanaman seperti Sukin Hydrating Mist Toner atau Jurlique Rosewater Balancing Mist. Ekstrak tanaman seperti rosewater, camomile, aloe vera, atau coconut water bisa menenangkan kulit lebih efektif dibandingkan face mist dengan thermal water biasa. Saya juga masih suka face mist dengan thermal water seperti Evian atau Avene, tetapi kalau saya lagi mau menambahkan hidrasi dan bukan hanya refreshing spray biasa, I’d go for the ones that have plant extracts inside.

Kalau setelah disemprot terasa ada sedikit residu lengket dan bukan seperti menyemprot air putih biasa, justru saya lebih lega karena artinya memang moisture-nya menempel di kulit dan nggak menguap begitu saja. Berasa juga lho, pelembap yang dipakai setelahnya menyerap lebih baik dan nggak hanya “numpuk” di permukaan kulit aja. Kalau pelembap menyerap dengan baik, kulit pun jadi terasa lebih moist dan produksi minyak lebih terkontrol.

Do you have any success story with face mists?