Eksfoliasi Manual di Kulit Berjerawat: Aman atau Tidak?

Eksfoliasi atau membuang sel kulit mati di kulit penting dilakukan oleh tipe kulit apapun supaya kulit nggak terlihat kusam. Untuk kulit berjerawat, eksfoliasi juga berperan besar dalam membersihkan pori dan memudarkan bekas jerawat!

Tentunya kamu sudah tahu kalau eksfoliasi kulit itu terbagi menjadi dua: eksfoliasi manual dan eksfoliasi kimia. Eksfoliasi manual biasanya dilakukan menggunakan scrub, cleansing brush, konjac sponge, dan sebagainya, sementara eksfoliasi kimia dilakukan menggunakan toner dengan kandungan AHA atau BHA. Dua-duanya sama-sama ampuh untuk mengangkat sel kulit mati, tapi masing-masing punya pro dan kontra masing-masing.

Untuk kulit sensitif yang acne-prone, cara eksfoliasi yang paling banyak dianjurkan adalah dengan menggunakan eksfoliasi kimia, terutama dengan toner BHA yang memang punya kemampuan untuk membersihkan pori-pori sampai ke dalam. Ini karena banyak teori yang mengatakan kalau eksfoliasi manual bisa memicu iritasi di kulit berjerawat sehingga men-trigger jerawat untuk semakin meradang. Tapi entah kenapa, pengalaman saya malah menunjukkan sebaliknya.

SAM_6206Dari 3 BHA toner yang sudah saya coba (Paula’s Choice Skin Perfecting 2% BHA Liquid Exfoliant, COSRX BHA Blackhead Power Liquid, COSRX Natural BHA Skin Returning A-sol), tiga-tiganya memberikan efek cukup positif (mengontrol minyak, membersihkan pori-pori tersumbat) tapi semuanya sama-sama menimbulkan sedikit kemerahan di kulit saya. Meskipun efek kemerahan setelah memakai BHA toner adalah hal yang wajar, tapi saya lebih prefer alternatif yang nggak menimbulkan kemerahan sama sekali.

Waktu Netta bertanya tentang beauty product holy grail tim editor FD, entah kenapa saya nggak kepikiran jawab LUSH Herbalism, yang sudah saya repurchase tiga kali! Yup, cleanser yang teksturnya seperti adonan kue kering ini pertama kali saya coba akhir tahun lalu, dan masih suka banget sampai sekarang. Karena adonannya yang lembut dan lembek, jadi di kulit saya yang sensitif ini pun tekstur produknya sama sekali nggak terasa kasar. Biarpun begitu, cuma butuh sekitar satu sendok teh aja untuk seluruh muka, dan di-massage dengan super gentle.

2697215-sideSurprisingly, setiap habis cuci muka dengan Herbalism (biasanya saya seling 3-4 hari sekali), muka saya jadi terasa jauh lebih halus dan nggak ada efek kemerahan sama sekali! Memang sih, efek membersihkan clogged pores-nya nggak seampuh toner BHA, tapi overall, sisa dry patches saya yang biasanya numpuk dan bikin kusam bisa terangkat semua. Minyak juga overall lebih terkontrol. Kuncinya memang ada di produk eksfoliasi yang dipakai dan bagaimana cara memakainya. Selembut apapun physical exfoliator-nya, kalau digosoknya terlalu kasar juga pasti muka akan tetap memerah (learned it the hard way with LUSH’s Dark Angels).

Jadi, menurut saya sih, sebenarnya kulit sensitif yang berjerawat bisa aman-aman aja memakai physical exfoliator. Tinggal disesuaikan saja dengan kondisi kulit pada saat itu. Kalau lagi ada jerawat yang meradang tentu stop dulu pemakaiannya karena gesekan yang terlalu sering bisa memperparah jerawat. Tapi, di satu sisi juga menurut saya chemical exfoliator seperti toner AHA atau BHA pun punya risiko yang sama untuk bikin kulit iritasi kalau konsentrasinya terlalu keras, jadi pakailah produk apapun yang memang bisa ditoleransi oleh kulit kamu.

Baca juga: Stop Eksfoliasi Kulit Jika Muncul 3 Tanda-tanda Ini

Baiknya, pemakaian physical exfoliator tetap diseling dan jangan digunakan setiap hari, apalagi kalau kamu sudah menggunakan produk yang juga sifatnya merangsang regenerasi sel kulit baru seperti retinol atau tretinoin. Kalau dari luar sel kulit matinya dikikis terus dan dari dalam sel kulit baru “didorong” terus keluar, takutnya kulit malah stressed out dan iritasi parah.

Ada pemilik tipe kulit sensitif berjerawat yang juga suka pakai physical exfoliator juga di sini?