Bisakah Daur Ulang Kemasan Kosmetik Hits di Brand Lokal?

Pernah nggak, sih, terpikir kalau semua brand kecantikan punya program recycling product kayak The Body Shop, bisa berdampak besar banget buat lingkungan?

Program recycling product sendiri, sih, bukanlah hal baru yang diterapkan dalam dunia kecantikan, tetapi kalo di Indonesia sendiri kayaknya masih terbatas banget brand-brand yang memiliki program tersebut. Padahal, dampaknya bisa besar banget dalam mengurangi jumlah sampah, apalagi kalo liat tempat pembuangan sampah yang seringkali menggunung.

Saya sendiri sih, awalnya sedikit ngerasa “bersalah” pas berulang kali beli compact powder dan nggak ada refill atau program recycle dari brand yang bersangkutan. Begitu juga pas repurchase Maybelline BB Cushion yang sayangnya nggak punya refill, di saat brand-brand lainnya menyediakan refill. Rasanya sayang aja gitu pas dibuang ke tempat sampah :( Nah, ternyata, nggak hanya segelintir orang aja yang punya pikiran kayak gitu, hampir semua teman-teman saya punya pikiran yang sama saat membuang produk makeup atau skin care milik mereka yang sudah habis, apalagi banyak kemasan yang terbuat dari plastik atau kaca yang sulit terurai.

Menurut saya sih, memang sekarang ini para pengguna produk kecantikan juga semakin pintar dan kritis; tidak hanya memerhatikan tentang bahan-bahan yang ada di dalam produk, tetapi juga memperhatikan bagaimana produk itu dikemas. Hal ini juga ditandai dengan semakin banyaknya brand-brand kecantikan yang hadir dengan klaim 100% alami, menggunakan kemasan biodegradable atau memproduksi kemasan yang terbuat dari recycled material.  Selain itu, program recycling product pun semakin sering diterapkan.

recycling product body 2Image: twitter.com/thebodyshopind, recyclenation.com

Menurut survey yang dilakukan oleh Kari Gran pada tahun 2016, 75 % wanita millennial (18-34 tahun) sadar akan pentingnya produk kecantikan yang eco-friendly, maka dari itu program Recycle Product ini, selain sebagai salah satu strategi penjualan, juga sangat berpengaruh untuk meningkatkan kepercayaan konsumen tentang komitmen mereka untuk menjaga lingkungan. Brand ternama seperti M.A.C, Origins, LUSH, dan Innisfree sudah bertahun-tahun menerapkan program recycling product, dimana konsumen dapat menukarkan botol dan kemasan kosong dengan sample atau full-size product secara gratis (bahkan di Origins dapat menukarkan kemasan dari brand apapun, how exciting!).

Sayangnya, di Indonesia, yang saya tahu menerapkan program ini baru The Body Shop dan Kiehl’s (correct me if I’m wrong), padahal industri kecantikan berkembang sangat pesat dan banyak brand-brand lokal yang bermunculan setiap tahunnya. Sayangnya, perkembangan ini tidak dibarengi dengan inovasi untuk menjaga lingkungan. Padahal, program seperti ini dibutuhkan banget apalagi bagi orang-orang seperti saya yang nggak cukup kreatif untuk recycle barang-barang bekas sendiri :D

Baca juga: Melihat Proses Daur Ulang Bekas Kemasan Botol The Body Shop

Walaupun terlihat ketinggalan, tetapi sekarang ini sudah banyak, kok, brand-brand lokal yang berkomitmen untuk menggunakan bahan-bahan alami dalam seluruh produk kecantikannya. Berarti, bukan tidak mungkin, kan, brand-brand lokal akan menghadirkan program recycling product ala mereka di masa depan? Karena saya yakin tren recycling product ini akan berpengaruh besar terhadap jumlah sampah yang menjulang tinggi di Indonesia, dan pastinya bikin para beauty enthusiasts jadi excited. Setuju, nggak?