Masalah Utama Jerawat Pada Orang Dewasa

Penelitian tahun 2015 menemukan bahwa pasien jerawat dengan rentang usia 20-40 tahun meningkat hingga 200%. Kenapa?

Di kasus saya, ngurusin jerawat di umur 20-an ternyata lebih susah daripada jerawat puber. Meskipun dua-duanya sama-sama faktor hormonal, tetapi ternyata hormon saya lebih naik-turun di usia early twenties ini dibandingkan waktu masih ABG. Setiap mau menstruasi, pasti ada aja cystic acne yang muncul dan jumlahnya pun suka nggak kira-kira. Kalau waktu remaja dulu jerawatnya gampang hilang, jerawat yang sekarang lebih bandel dan bekasnya masih merah sampai berbulan-bulan. Huft!

Waktu saya ngeluh ke dr. Dewi Hasanah, SpKK dari Essenskin Dermatovenereology soal ini, dr. Dewi menjelaskan bahwa di luar faktor hormon, ada banyak penyebab jerawat orang dewasa yang kadang kita nggak “ngeh“. Setelah saya pikir-pikir lagi, poin-poin di bawah ini ada benarnya juga!

Masalah Utama Jerawat Orang Dewasa1. Stress

“Zaman sekarang kan, perempuan lebih banyak yang bekerja dibanding zaman dulu. Otomatis level stress-nya perempuan zaman sekarang pasti lebih tinggi.” jelas dr. Dewi. Ha! Should I blame feminism for my pimples? :D Saat kita sedang stress, hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat dan berimbas pada produksi minyak serta inflamasi. Di beberapa orang, jerawat yang biasanya berukuran normal bisa jadi membengkak dan meradang berhari-hari akibat stress.

Baca juga: 3 Penyebab Jerawat Nggak Kunjung Sembuh

Satu tip yang saya contek dari Netta kalau lagi jerawatan: jangan sering-sering ngaca biar nggak tambah stress dan kepancing mencet jerawat. More stress = more acne! Mending nonton maraton TV series atau nonton kisah sukses jerawat di YouTube supaya pikiran jadi lebih positif :)

2. Gonta-ganti Skincare

Sepuluh tahun yang lalu, tren skincare layering atau menumpuk-numpuk skincare mungkin baru beberapa orang yang melakukan. Sekarang, tren skincare sudah begitu banyak macamnya dan kita harus pintar-pintar memilih mana yang bisa diaplikasikan ke kulit kita. Gonta-ganti skincare memang nggak selamanya buruk, tapi ketika dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit, nyuekin tanda-tanda iritasi, dan hanya dilakukan atas dasar ikut-ikutan temen, hasil akhirnya malah bisa menimbulkan masalah baru.

Belakangan ini, kasus breakout yang sering saya lihat adalah akibat over-exfoliation atau menggunakan lebih dari satu produk skincare dengan bahan aktif yang kuat di saat bersamaan. Alhasil, kulit nggak kuat dan “protes”.

Masih ingat kesan Global Brand Team Manager COSRX terhadap cewek-cewek Indonesia? “Semuanya mau dipake!” :D

Baca juga: Saat Gonta-ganti Skincare Sah Dilakukan

3. Perawatan Nggak Tuntas

Nyambung ke topik ketergantungan krim dokter, salah satu penyebab masalah jerawat pada orang dewasa nggak kunjung sembuh adalah banyak pasien yang nggak menyelesaikan perawatannya secara tuntas. Banyak kasus ketika krim-krim yang diberikan dokter terasa nggak nyaman atau perih, bukannya langsung dikomunikasikan dengan dokter yang meresepkan, tapi malah dihentikan sendiri dan pindah ke produk skincare yang dijual bebas.

Skincare yang dijual bebas itu pun belum tentu langsung cocok, karena yang namanya krim dari dokter pasti punya kandungan bahan aktif lebih tinggi dibanding produk di pasaran dan nggak bisa dicampur sembarangan dengan produk lain. Ini juga yang menyebabkan persepsi ketergantungan dokter kulit menjadi sesuatu yang menakutkan, padahal selama komunikasi kamu dengan dokternya baik, ketidaknyamanan kamu seputar krim-krim yang diberikan pasti akan dikasih solusi oleh dokter. Masalah muncul ketika kita sudah self-diagnose, menggampangkan timeline yang diberikan dokter (contohnya, malas balik kontrol setelah tiga bulan) lalu langsung pindah ke klinik yang lagi hits di IG.

Perlu diingat bahwa jerawat hormonal orang dewasa adalah jenis jerawat yang paling susah diatasi tanpa bantuan pil KB dan sejenisnya, jadi saran saya tuntaskan perawatan kamu ke dokter dan tetap sabar melihat progress. Mungkin kita butuh enam bulan perawatan di mana pasien lain hanya butuh tiga bulan, tapi selama kita konsisten memakai krim dan konsul sesuai aturan, eventually hasilnya akan baik, kok.