Tren Makeup Tipis, Mungkinkah Booming di Indonesia?

Waktu pertama kali lip and cheek stain terbaru dari Rollover Reaction sampai di kantor FD, saya langsung kebayang makeup look ala cewek-cewek Glossier yang tipis, fresh, dan benar-benar definisi no-makeup makeup!

Konsep no-makeup makeup memang udah lama banget beredar, tapi yang saya maksud “makeup tipis” di sini fokus ke dua aspek, yaitu jumlah produk yang dipakai dan cara mengaplikasikannya. Jadi bukan makeup tipis yang butuh belasan produk dan waktu setengah jam untuk membuatnya, tapi benar-benar makeup tipis yang effortless. Kadang, cara pemakaian makeup-nya pun nyeleneh dan itu yang membuat video tutorial makeup seperti ini menyenangkan untuk ditonton. Kira-kira begini contohnya:

At least you get the idea, right? Hampir semua produk diaplikasikan menggunakan tangan, alat yang dipakai cuma kuas foundation, dan teknik aplikasinya pun jauh dari kata rapi. Intinya, beda banget sama ilmu yang sering kita dapatkan dari beauty guru di Youtube. Entah apa yang bikin saya enjoy banget nonton tutorial ini, apakah cara makeup-nya yang nyeleneh tapi hasilnya bagus, atau deep inside memang ingin rehat dari makeup tutorial yang terlalu sempurna.

Masih ingat video makeup tutorial dari Valerie Thomas di Youtube channel FD, kan? Cara Valerie memakai makeup juga nyeleneh banget dan suka-suka. Nggak ada tuh, membaurkan eyeshadow sampai 3 menit sendiri atau memakai tiga jenis kuas sekaligus untuk makeup mata. Meskipun ada aja netizen yang berkomentar pedas terhadap cara makeup Valerie, tapi pada akhirnya hasilnya tetap bagus dan itulah yang penting menurut saya.

Nah, apakah tipe makeup seperti ini lama-lama akan hits di Indonesia? Kembali menyebut Rollover Reaction, menurut saya konsep brand ini cukup sejalan dengan makeup yang tipis dan minimalis. Produk pertama mereka aja, Get Sueded Lip & Cheek Cream, bisa dipakai untuk tiga fungsi sekaligus yaitu lipstik, cream blush, dan cream shadow. Tekstur produk-produknya yang cenderung sheer juga cocok banget dengan filosofi (literally) barely-there makeup. Makeup hanya digunakan sebagai tambahan warna di wajah, bukan sesuatu yang sifatnya covering up.

Kalau tren liquid matte lipstick dan skincare Korea aja bisa ikut jadi tren di Indonesia, gaya makeup yang minimalis juga tentu suatu hari bisa menjadi go-to makeup look yang dilakukan semua orang. Mungkin kalau disuruh memberi contoh beauty influencer Indonesia, yang gaya makeupnya sedikit mirip seperti ini Puchh, kali ya. Karena saya inget banget waktu itu Puche pernah bilang kalau dia nggak suka nge-blend eyeshadow dan lebih suka mengaplikasikan makeup dengan jari. Seperti yang dikatakan Puche di artikel ini, dia nggak suka gaya makeup yang terlalu “made up“. The messier the better, but totally in a good way :)

Sejauh penglihatan saya, secara garis besar gaya makeup beauty enthusiast di Indonesia masih condong ke arah Instagram makeup. Apakah nanti akan banyak tutorial yang simple, messy, tapi effortless seperti ini? We’ll see! In the mean time, write your thoughts in the comments section. Do you like this kind of look?