Artis Jerawatan Sampai Hijab Bikin Heboh Serial TV Skam

Web series asal Norwegia , Skam, lagi jadi sensasi di antara anak muda seluruh dunia. Saya salah satunya, dan ini alasan kenapa kamu juga perlu kepo sama serial ini! 

SPOILER ALERT

What’s wrong with me? Saat semua orang demam Game of Thrones atau Riverdale, saya malah ngikutin sejumlah serial TV yang sama sekali nggak familiar di telinga temen-temen saya, atau malah, sebagian besar orang Indonesia. Entah kebetulan atau nggak, serial pertama adalah Shameless keluaran channel Showtime, dan yang kedua adalah Skam; web series Norwegia yang dalam bahasa Inggris artinya…’shame’ . Hahaha fix banget, what’s wrong with me?!

skam-indonesia-3

Image: skamtv.org

Skam, yang pingin saya bahas di artikel ini, lagi jadi sensasi di seluruh dunia mulai tahun lalu. Premiere di negara asalnya September 2015, cerita Skam sekilas nggak terdengar spesial, malah cenderung tipikal: kehidupan sekelompok anak SMA hipster nan kaya di Oslo, Norwegia. Pertama kali nonton, saya juga mikir kalau Skam nggak jauh beda dari sinetron ABG Indonesia, atau serial macam Gossip Girls dan Pretty Little Liars. Tapi saya salah besar! Dari tiga season yang sudah tayang, Skam jadi pelopor banyak hal dalam soal serial TV, termasuk dari isu-isu sosial yang dihadapi oleh karakter-karakternya.

Yang pertama, Skam bener-bener serial TV millenials yang hakiki, dan mewakili realita gadget freak anak zaman sekarang. Salah satu “trademark” Skam adalah tampilan close up feed Instagram atau chat Facebook yang lagi dibuka oleh tokoh dalam suatu scene. Setiap tokoh utama (yes, tokoh, bukan pemeran) Skam bahkan punya akun Facebook dan Instagram sendiri yang bisa kita follow! Menarik, namun yang bikin saya angkat topi dan merekomendasikan Skam sama kamu semua adalah kekuatan karakter-karakternya.

Tokoh Jerawatan

Sebelum Skam, belum pernah saya lihat tokoh serial TV, atau bahkan film lain, jerawatan satu muka. Bener-bener pemerannya jerawatan ya, bukan muka mulus terus dikasih tiga titik di pipi kiri-kanan. I’m talking about Magnus, salah satu supporting role di Skam yang paling kocak dan slengekan. Saya yakin deh, pasti kita semua kenal orang kayak gini waktu sekolah atau kuliah.

skam-indonesia-magnus-1Credit: Instagram/ @skamland

Kamu mungkin tahu betapa populernya topik jerawat di FD, atau editor FD yang masing-masing punya “kisah” sama jerawat. Kita juga pasti tahu (dan mungkin eneg sama) image serba sempurna di acara TV atau kalangan artis. Skam berani mendobrak  itu semua dengan meng-cast aktor yang “nggak sempurna” untuk memerankan tokoh anak SMA yang in real life, ya pastinya nggak semulus artis dan banyak banget tentunya  yang lagi jerawatan. Sumpah, keren banget!

“Hijaber Asli”

Tokoh kedua yang mungkin paling “ngena” di saya adalah Sana, cewek hijaber yang ceplas-ceplos tapi super wise. Interaksi Sana sama temen-temennya saat lagi menyinggung soal Muslim atau Islam, ibarat pelajaran soal toleransi antar umat beragama. Seperti Magnus, pemeran Sana (Iman Meskini) memang aslinya pakai hijab, dan bukan kerdus alias kerudung dusta (LOL) yang masih suka muncul di sinetron Indonesia TV. Kalau saya pribadi nggak masalah dengan hijab sebagai properti; namanya juga karakter film. Namun ini jadi salah satu alasan kenapa wajar banget kalau Skam jadi sensasi internasional.

skam-indonesia-sana-2Credit: Instagram/ @skamland

Selain terobosan soal cast-nya, Skam juga mengangkat isu-isu lain seperti soal orang berkebutuhan khusus, eating disorder, feminisme, ortu bekerja yang lupa anak, LGBTQ, stigma antar agama dan ras, plus tentunya “topik template” sinetron remaja soal love and friendship. Salut sama sutradara/ penulis Julie Andem yang interview ribuan anak muda Norwegia sebelum membuat Skam agar realistis walau tetap dramatis.

Credit: andpop.com

Hmm…Untuk ngarep semua film bisa mengabaikan sejumlah stereotype, mungkin harus sekedar ngarep dulu untuk sekarang. Terlebih film lokal. Habisnya, kalau ada film Indonesia yang frontal sedikit, pasti dilihatnya masih sebagai bahan kontroversi, bukan cerminan realita. Iya nggak, sih? Well, at least this is something; a good start that needs to be applaud. Kalau orang biasa sekarang aja bisa memberi influence saat blogging dan vlogging, I think kita nggak boleh pesimis kalau one day, akan lebih banyak lagi tokoh film yang mukanya nggak mulus, chubby, dan sebagainya.

Mau Nonton Skam?

Saat ini, para fans Skam lagi gemes karena gambar-gambar sneak peek dari lokasi syuting season keempat udah mulai keluar. Di tiga musim yang sebelumnya, ada pola tetap: cerita setiap season akan berpusat pada satu tokoh. Season pertama menceritakan tentang Eva Mohn, perjuangannya jadi anak yang baru masuk SMA dan friendship issues. Season kedua berpusat pada Noora Amalie Sætre, feminis dan cool girl next door yang justru jadi incaran cowok playboy. Dan season ketiga, yang bikin Skam melejit di Eropa dan Amerika, berpusat pada coming out story cowok SMA kelas sebelas, Isak Valtersen.

skam-indonesia-isak-2Credit: Instagram/ @skamland

Setiap episode dirilis unik secara online di skam.p3.no. Unik, karena satu episode akan dipecah jadi beberapa scene yang di-upload selama beberapa hari. Misalnya nih, ada scene meeting kelompok hari Selasa jam tiga sore, atau party hari Jumat jam sepuluh malam. Maka scene ini akan muncul di web pada hari dan jam yang sesuai. Baru deh, saat weekend, potongan scene-scene tadi di-recap jadi full episode dengan durasi antara sepuluh sampai 50 menit. Nggak ada istilah nunggu seminggu untuk tahu kelanjutan cerita Skam. So smart!

Karena masalah hak cipta lagu, saat ini Skam nggak bisa diputar di luar Norwegia. But thanks to its fandom, banyak fans mancanegara yang berbaik hati ngumpulin episode-episode lengkap Skam dengan subtitle, salah satunya yang jadi andalan saya adalah akun IG @skamlands. Di situ kamu bisa akses semua episode Skam dari folder Google Drive.

Tertarik? Atau kamu tahu serial TV lain yang anti-mainstream dan patut diacungin jempol? Let me know, dan jangan lupa colek-colek kalau kamu udah nonton Skam, biar kita fangirling bareng! :D