Catatan untuk Menjadi Desainer Pemula

Merintis karir menjadi desainer fashion papan atas tentu nggak mudah. Ini pengalaman desainer top Malaysia, Keith Kee,  yang bahkan pernah jualan door to door dulu!

Enaknya kerja di Female Daily, selain dikelilingi banyak produk kecantikan saya juga mendapatkan banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang multi talenta dari berbagai bidang. Mulai dari artis, designer, makeup artist hingga orang pemerintahan, lho. Tentunya dengan bertemu dengan banyak orang dengan profesi ang berbeda, bertambah juga wawasan saya dan social skill saya.

Salah satu orang yang paling berkesan saya temui selama tiga tahun saya bekerja di Female Daily adalah Keith Kee, seorang designer dari Malaysia yang namanya perlahan tapi pasti mulai dikenal di Asia berkat prestasi Mercedes-Benz STYLO Asia Fashion Festival’s Best Designer Showcase of the Year 2016. Apa yang membuat saya terkesan dengan Keith Kee? Berikut sedikit percakapan saya dengan sang designer.

Keith Kee-3

Gimana sih awal mula tertarik dengan  fashion?
“Saya mulai suka dengan fashion itu awalnya dari umur tiga tahun, waktu saya kecil ada mainan boneka kertas yang bisa kita gonta-ganti bajunya sendiri. Dari situ saya mulai rajin dressing boneka yang saya punya, sampai suatu hari orang tua saya membelikan boneka Barbie untuk kakak perempuan saya. Dan ketika ada boneka Barbie, saya semakin suka untuk design-design baju untuk boneka ini.

“Bahan yang saya gunakan juga bermacam-macam, ada yang dari kertas dan plastik, pokoknya apapun yang saya temukan di rumah akan saya design menjadi baju Barbie. Sampai-sampai waktu dulu di kampung saya, setiap sore anak-anak perempuan akan ngantri meminta saya untuk dress-up boneka mereka. Dari situlah awal mula kecintaan saya dengan dunia fashion.”

Kalau karir dalam dunia fashion mulainya dari mana?
“Awalnya saya bekerja sebagai desainer baju kerja, karena waktu itu yang terpikir oleh saya pasti perempuan bekerja maunya terlihat rapi dan cantik. Tapi ketika saya beneran terjun ke sana kok lama-lama bosen ya? Soalnya modelnya gitu-gitu aja. Setelah itu satu tahun di sana, saya memutuskan untuk pindah ke butik designer untuk menjual gaun dari Hong Kong. Ternyata klien yang datang ke butik tersebut kebanyakan plus size, which is biasanya yang umur 40-an yang lebih loyal mengeluarkan uang untuk membeli baju.

“Satu tahun dari situ saya pindah lagi ke sebuah butik yang menjual wedding dress yang akhirnya membawa saya menjadi seorang designer couture seperti sekarang ini. Tentunya ketika saya mulai menjual gaun pengantin ini saya nggak langsung punya toko, tapi saya beneran door-to-door menawarkan baju hasil buatan saya.”

keith kee

Kalau harus pilih antara wedding gown, couture dresses atau evening gown , lebih suka yang mana?
“Kalau boleh jujur saya mau semuanya! Hahaha… Tapi kalau harus pilih satu saya lebih memilih jadi couture designer, karena dress tersebut akan menjadi model yang one of a kind. Other than that, dilihat dari sisi bisnis saya lebih memilih evening gown dengan desain couture.”

Biasanya mencari ide untuk design baju dari mana?
“Waktu saya baru terjun ke dunia design, saya mengambil inspirasi dari designer idola saya, film; apapun deh yang bisa menginspirasi saya. Tapi setelah 15 tahun di dunia fashion, kebanyakan design saya sekarang berasal dari pengalaman saya selama ini. Trip ke suatu negara misalnya.”

Punya tips untuk para designer muda?
“Jangan terlalu banyak berpikir, kerjain apa yang kalian suka dan jangan pernah takut gagal. Karena saya sendiri entah sudah berapa kali gagal, tapi itu yan g membuat saya jadi lebih kuat seperti sekarang ini :)”

Sejam ngobrol bareng Keith Kee, yang saya bisa dapatkan adalah walaupun sudah menjadi salah satu designer papan atas di Malaysia, Keith Kee tetap mempertahankan personality yang down to earth. Kalau memang memiliki passion yang mendalam tentang dunia fashion, atau apapun deh hobi kamu, jangan pernah mudah putus asa! So this is a little note for me too!