Alika Islamadina: K-Pop, Skincare, sampai Filter Instagram

Mampir ke kantor Female Daily, Alika Islamadina berbagi cerita dari kesibukannya setelah lulus kuliah sampai filter favorit untuk Instagram!

Alika Islamadina, a force to be reckoned with. Pertama kali lihat Alika di layar TV saat ajang pencari bakat untuk anak, saya langsung suka dan mendukung Alika di ajang tersebut. Saya juga sempat membeli album pertama Alika di tahun 2006, saat usia saya masih sepuluh tahun. Time does fly fast! Sempat gabung di sebuah girlband, sekarang Alika kembali ke karir menyanyi solo sambil mengerjakan beberapa proyek di luar menyanyi. Simak wawancaranya yuk!

Alika Body 1

Hai Alika! Sekarang lagi sibuk apa aja sih?

“Aku lagi promo single terbaru aku, Sendiri, dan menunggu rilis album baru. Rekamannya sudah selesai sih, jadi tinggal menunggu rilis aja. Terus aku juga lagi sibuk ngembangin konten YouTube channel aku. Sebenernya kan aku udah punya channel YouTube dari lama, tapi mostly isinya adalah video klip lagu-lagu aku. Aku pingin isi dengan konten yang lebih engaging.”

Alika pingin bikin konten yang kaya gimana?

“Karena aku masih penyanyi, aku pasti upload video cover aku, tentang kegiatan aku, dan pingin bikin konten yang beauty-related juga sih.”

Nge-vlog gitu juga dong?

“Nah! Aku tuh nggak canggih kalau harus vlogging megang kamera sendiri gitu, aku nggak bisa deh kayanya. Aku juga ngerasa awkward banget, jalan sambil ngomong ke kamera. Not me banget, sih… Mungkin kalo aku lagi traveling, aku masih pede nge-vlog. Kalo sehari-hari, kayanya aku nggak bisa, hahaha.”

Beauty-wise, aku udah nonton video Skincare Routine kamu! Dalam urusan skincare, Alika tipe adventurous coba-coba produk atau stick ke produk yang udah jelas cocok?

“Lumayan adventurous sih, tapi aku tetap stay di produk yang emang dibuat untuk jenis kulit aku. Kulit aku kan kering, jadi aku cari produk yang ada hyaluronic acid-nya, tapi bisa dari brand apa aja. Produk skincare-ku juga cukup banyak karena aku suka ganti sesuai kebutuhan kulit aku. Misal, kalau lagi kering, aku pake moisturizer yang ini. Kalo jerawatan, aku pake toner yang itu. Jadi disesuaikan aja sama kondisi kulitku saat itu.”

Lagi pingin coba produk apa sih? Current beauty wishlist!

“Banyak banget! Tapi lagi pingin serumnya Glossier yang Super Glow. Aku udah pakai yang Super Bounce dan aku cocok banget. Aku juga penasaran sama serum foundation-nya The Ordinary, yang masih belum launching. Namanya Colours by The Ordinary.”

Kalau makeup lokal, ada honorable mentions nggak?

“Aku suka Rollover Reaction, selalu ada di makeup bag aku. ESQA juga suka, terus blush-nya Make Over yang Promiscuous Peach. Concealer Make Over juga bagus.”

alika body 3

Nah, aku mau nanya soal feed Instagram Alika. Suka banget deh liatnya, konsisten rapi gitu. Rahasia biar feed-nya bagus gitu tuh, harus gimana sih?

“Hahahaha! Aku nggak pernah terlalu mikirin feed aku. Tapi biar konsisten, aku selalu pakai filter HB1 dan HB2 dari aplikasi VSCO Camera, sama paling aku atur brightness dan contrast-nya. Kalau serapi selebgram gitu sih, aku nggak bisa!”

I happen to know that you are a big fan of K-Pop music. Sejak kapan sih suka, dan kenapa suka K-Pop?

“Aku udah suka K-Pop dari tahun 2010. Awalnya iseng dan kepo, kan dulu suka ada di MTV tuh. Aku googling deh, dan mulai nonton dari YouTube juga. Udah deh, sejak itu aku tenggelam di dunia K-Pop sampai sekarang. Aku suka banget sih sama K-Pop karena selalu berkembangselalu ada hal baru yang bisa kamu lihat.”

K-Pop mempengaruhi Alika secara style atau makeup gitu, nggak?

“Kalau style sama makeup sih, nggak terlalu. Tapi sebagai performer, aku suka banget sih sama industrinya itu sendiri. Sebagai artis, mereka nggak ada yang instan. Training untuk jadi artis K-Pop kan serius dan lama banget. Aku juga suka stage performance mereka sih, matang banget dipikirinnya. Mulai dari video, kostum, koreografi. Wajar kalau tiket nonton konser K-Pop pada mahal, karena emang bagus banget.”

Alika Body 2

Last question, aku yakin Alika sadar dengan beauty stereotype yang ada di Indonesia. Kalau cantik itu harus putih, rambut hitam lurus, kurus tinggi semampai. Menurut Alika gimana?

“Itu adalah salah satu hal yang selalu aku pikirin juga. Kenapa orang Indonesia menganggap cantik tuh harus putih, kurus, sesuai stereotype itu deh! Menurutku, cantik itu yang apa adanya aja sih, nggak usah dibuat-buat gitu. Sebenarnya, media sangat berperan dalam pemikiran ini, karena sebenarnya stereotype tersebut kan standar yang sudah dibuat media, sampai orang-orang lihat dan mikir ‘Gue harus putih! Cari produk yang skin brightening!’. Karena itu, kita perlu belajar untuk belajar cinta sama diri sendiri, accept our own beauty, dan jangan terlalu maksain! Apa gunanya sih, maksain sesuatu yang ujung-ujungnya nggak bagus dan nggak cocok di diri kamu?