Apa Beda Sheet Mask 20 Ribu dan 250 Ribu?

Setelah battle lipstik 500 ribu vs 50 ribu, pensil alis 300 ribu vs 5 ribu, kali ini ada versi sheet mask nya!

Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu, saya sedang merasa bosan dengan koleksi sheet mask saya yang itu-itu aja. Karena sedang merasa (sok) adventurous, setelah stalking di Beauty Review saya jadi keracunan untuk membeli SK-II Facial Treatment Mask. Produk ini adalah sheet mask yang paling banyak dicoba oleh para FD-ers, dengan rating tinggi yang mencapai 4.2 dari 5 bintang. Well, the only downside adalah sheet mask ini cukup mahal. Di kounter SK-II Australia, dijual per kotak (6 pcs) dengan harga AU$150 (Rp1.5 juta), atau AU$25 (Rp250.000,-) per lembar.

Harga sheet mask ini memang jauh beda dengan sheet masks Korea yang biasa saya pakai. Salah satunya adalah Innisfree It’s Real Squeeze Mask Green Tea, yang harganya hanya AU$2, atau Rp20.000,- per lembar.

Baca juga: 5 Korean Sheet Masks yang Harus Kamu Coba

sheet mask murah mahal 1Walaupun harga sheet mask SK-II dan Innisfree jauh beda, kedua produk ini menjanjikan hal yang sama kok, yaitu menghaluskan dan melembapkan kulit. Setelah mencoba kedua produk ini, kira-kira perbedaannya apa aja ya?

Pemakaian

Innisfree: Alasan kenapa saya suka dengan sheet mask Innisfree adalah mask nya yang tipis dan “lengket” banget di wajah, sehingga masih bisa beraktifitas saat dipakai. Sheet mask ini juga nggak gampang sobek dan essence-nya terserap maksimal di mask nya, jadi tidak ada yang tersisa di dalam packaging.

Mungkin ini hanya personal preference ya, tapi saya merasa bahwa bau green tea di sheet mask ini tidak menggangu, malah saya merasa sangat soothing. The only thing I worry about adalah kandungan fragrance yang mungkin tidak begitu cocok untuk kulit yang lebih sensitif.

innisfree maskSK-II: Saat membuka packaging sheet mask ini, essence yang tersedia banyak banget, jadi bisa dioleskan ke leher dan badan. Sheet mask ini bahannya lebih tebal dan berat, jadi lebih susah menempel ke kulit dan jadinya jatuh-jatuh terus. Karena itu, saat memakai sheet mask ini, harus selalu dalam posisi tidur sambil scrolling Instagram.

Hasil Akhir

Innisfree: Setelah pemakaian, kulit memang menjadi lebih lembap dan halus. Ditambah lagi ada kandungan green tea di sheet mask ini yang dapat membantu meredakan jerawat. Tapi, hasilnya kulit juga menjadi extra lengket. Kalau tidak mencuci muka, rasa lengket ini bisa bertahan seharian, which can be quite annoying. Tapi, plusnya adalah makeup jadi lebih tahan lama di wajah, dan tidak perlu memakai setting spray lagi. Saya juga merasa bahwa sheet mask ini lebih refreshing dan calming daripada sheet mask SK-II. Sayangnya, hasilnya cuma bisa bertahan sehari sampai dua hari, jadi harus dipakai sering-sering untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Baca juga: 5 Cara Memakai Sheet Mask agar Maksimal

SK-II: Walaupun sheet masknya lebih tebal, essence SK-II lebih cepat menyerap ke kulit, dan tidak meninggalkan rasa lengket seperti sheet mask Innisfree. Kandungan pitera essence juga membuat kulit lembap, mulus dan glowy secara instan. Saya merasa bahwa efek sheet mask SK-II ini ini juga bertahan lebih lama di kulit. Sekitar lima hari setelah pemakaian, kulit masih terasa dewy dan lembab, dan saya jadinya malas memakai moisturizer untuk beberapa hari deh hehe :p.

DSCF4701So the final verdict? Walaupun performa sheet mask SK-II memang lebih bagus, personally, saya tetap akan memilih sheet mask Innisfree untuk repurchase. Sorry SK-II, saya masih anak kuliah so I just can’t afford you all the time sad. Saya merasa bahwa splurging untuk sheet mask mahal itu tidak terlalu worth it, karena kualitas sheet mask yang jauh lebih murah nggak kalah oke kok. But if you can afford to splurge, I will totally recommend this SK-II sheet mask, karena kualitasnya bagus, hasilnya instan, dan memang lebih tahan lama dibanding sheet mask biasa.

Nah, ada yang sudah pernah mencoba kedua sheet mask ini belum?