Krim Dokter Bikin Kulit Perih dan Gatal, Harus Apa?

Di video “Cara Menghilangkan Jerawat“, saya sudah pernah menganjurkan untuk konsul ke dokter kalau masalah jerawat kamu nggak selesai dengan produk over-the-counter. Nah, kalau sudah konsul tapi krim dokter malah bikin kulit perih, gimana?

Meskipun berbeda-beda di setiap orang, kebanyakan efek samping dari perawatan jerawat adalah kulit terasa kering dan mengelupas. Karena itulah selain memberikan krim jerawat, biasanya dokter juga memberikan krim pelembap supaya kulit nggak terlalu kering dan dehidrasi. Lalu, apa yang harus kamu lakukan ketika krim dari dokter tersebut malah memicu reaksi perih pada kulit, ditambah rasa gatal dan muka memerah?

Pertama-tama, coba cek dulu pemakaian krimnya. Kebanyakan atau enggak? Kadang-kadang, penyebab kulit kering atau flaky hanyalah karena krim jerawat yang kamu pakai ternyata tebal. Biasanya dokter kulit juga suka wanti-wanti kan, untuk oles tipis-tipis dulu dan hindari area sekitar mata.

Memang sih, kadang kita sering terpancing untuk memakai tebal-tebal karena beranggapan bahwa semakin tebal krimnya, semakin cepat jerawatnya sembuh. Tapi perlu diingat kalau krim jerawat dokter sangatlah concentrated, so don’t go overboard and abuse your skin with it.

Baca juga: 3 Hal Penting yang Harus Disiapkan Saat Konsul ke Dokter Kulit

f21f7834-757f-487d-a5ce-13fe4e4c6184Cara kedua, coba akali dulu dengan trik memakai Lucas Papaw atau petroleum jelly di area yang mengelupas tersebut. Pelembap oklusif ini bisa dipakai sebagai lapisan teratas supaya moisture di kulit nggak menguap keluar. Lakukan ini setiap malam sebagai step terakhir setelah kamu memakai seluruh rangkaian obat jerawat.

Sebagai langkah tambahan, biasanya saya juga menggunakan sheet mask beberapa kali seminggu untuk ekstra hidrasi. Sheet mask yang nggak mengandung vitamin E ya, karena vitamin E kadang bisa men-trigger munculnya jerawat baru. Gunakan sheet mask dengan soothing ingredients seperti aloe vera, calendula, cucumber, hyaluronic acid, dan bahan-bahan lainnya yang bisa melembapkan.

Nah, kalau kedua cara di atas sudah kamu lakukan tapi nggak ada yang membantu, saatnya untuk balik lagi ke dokter dan jelaskan reaksi yang kamu alami ketika memakai krim-krimnya. Believe me, the last thing you want to have on your skin is irritation, especially when you already have other problems like acne.

Baca juga: Ketergantungan Obat Dokter Kulit? Ini Penjelasannya!

Memang sih, saya pernah baca pengalaman orang yang sebelum jerawatnya sembuh, mukanya “babak belur” dulu. But then again, kulit orang berbeda-beda. Kalau saya pribadi, rasa perih hebat, merah, apalagi mengelupas parah sampai taraf mengganggu aktivitas, itu pasti ada hal yang nggak beres. Bukan berarti nggak cocok dengan krim dokternya, tapi mungkin konsentrasinya bahan aktifnya perlu diturunkan, diselang-seling frekuensi pemakaiannya, dan berbagai macam alasan lain yang tentu hanya bisa kamu ketahui setelah balik konsul ke dokter kulit.