Pengalaman Dinyinyirin Beauty Assistant di Mall

Masih ingat cerita saya tentang BA (beauty assistant) super baik di toko LUSH Korea yang saya temui setahun yang lalu? Kemarin, saya baru aja ketemu BA yang sifatnya berbeda 180 derajat saat lagi belanja di Pondok Indah Mall!

Alkisah, tim editorial FD, (saya, Netta, dan Ochell) pergi ke PIM untuk belanja keperluan photoshoot kantor. Hari itu, kami bertiga cukup lama keliling-keliling mall, bolak balik ke mobil untuk taruh belanjaan dan lanjut keluar-masuk toko. Menjelang sore, dengan muka yang (mungkin) kelihatan agak capek dan kucel, masuk lah kita ke Kay Collection untuk melihat botol kosong travel-size yang memang diperlukan untuk photoshoot. Setelah melihat-lihat selama beberapa lama, akhirnya saya, Netta, dan Ochell nggak menemukan apa yang dicari dan akhirnya berjalan keluar toko.

Sembari keluar, saya bilang, “Makasih ya, Mbak.”

Unexpectedly, sang BA, dengan ekspresi jutek, membalas,

“Iya kak, makasih juga… Udah lihat-lihat.”

IMG_9145Saat melihat ekspresinya, sang BA sama sekali nggak mengeluarkan senyum, malah balik ngeliatin kami bertiga dengan wajah yang nggak friendly sama sekali. Hmm… Oke, mungkin si Mbak BA Kay Collection PIM ini belum sampai tahap rude, but I know sarcasm when I see one, and she was totally being sarcastic. Lagipula, saat saya dan yang lain masuk ke toko, BA ini nggak menyambut dengan ramah atau bertanya produk apa yang kita cari. Kenapa harus nyinyir ketika melihat kita keluar tanpa beli apa-apa? :)

Membaca comment-comment di artikel yang saya sebut di atas, beberapa pembaca FD juga sempat share pengalaman nggak enak mereka bersama BA di mall-mall. Ada yang dipandang sebelah mata karena datang ke counter setelah selesai nge-gym, ada yang bete karena sang BA langsung “menghakimi” kulitnya dengan diagnosa ini itu, atau se-sederhana diberikan “ilmu” yang misleading seperti memilih warna foundation yang lebih putih dari kulit asli.

Saya juga mau share sedikit tentang pengalaman yang saya dapatkan di Urban Decay store Plaza Senayan, hanya beberapa hari sebelum pengalaman nyebelin di Kay Collection. Waktu masuk ke store, BA yang lagi duduk (and she has killer eye makeup on!) langsung berdiri dan menyambut saya dengan ramah. Waktu saya bilang cuma mau “lihat-lihat concealer“, sang BA langsung bertanya, “Oh okay, lagi cari yang untuk cover jerawat atau undereye?” kemudian ia memilihkan shade yang cocok untuk saya dan ternyata beneran cocok!

Entah kenapa, customer service yang menyenangkan itu bisa membekas banget di hati saya, terlepas dari saya beli produknya hari itu atau enggak. Mungkin karena udah ngalamin berbagai macam pengalaman buruk dengan macam-macam BA, jadi sekalinya ketemu BA yang benar-benar helpful dan knowledgeable, saya jadi semangat untuk cari tahu tentang produk lainnya juga. It’s exactly the customer experience I expected from brands like Urban Decay, apalagi brand mereka masih termasuk baru dalam pasar Indonesia.

Semoga customer service seperti di Urban Decay store Plaza Senayan bisa berlanjut di semua brand, ya! Let’s put this beauty assistant horror stories to rest :D