Splash Mask, Patut Dicoba?

Splash mask jadi tren skincare Korea yang belum populer di Indonesia. Apa sih benefit dari masker yang ‘dibasuh’ ini?

Satu bulan terakhir ini saya lagi hobi mask bingeing. Setiap hari saya pakai masker berbeda secara bergantian. Setelah mencoba clay mask, wash-off mask, dan sheet mask, saya penasaran mencoba masker jenis lain. Saya browsing dan menemukan splash mask. Now, what even is a splash mask?

Sekilas, splash mask sama sekali nggak kelihatan seperti masker pada umumnya. Menurut saya lebih mirip toner atau essence karena berupa cairan dan dikemas dalam botol. Originated in Korea, splash mask dikatakan dapat memperbaiki tekstur kulit wajah dalam waktu yang sangat singkat. Kalau umumnya masker dipakai selama 15-20 menit, splash mask hanya membutuhkan waktu 15-20 detik saja. Pernah mencuci muka dengan air rendaman beras? Konsep splash mask ini bisa dibilang merupakan inovasi dari metode mencuci muka dengan air rendaman beras atau bunga. So far, baru ada dua skincare company yang membuat splash mask, yaitu Blithe dari Korea dan Boscia.

splash-mask-blithe-1

 Image: divareview.vn

Blithe menawarkan tiga varian splash mask, yaitu Rejuvenating Purple Berry, Soothing and Healing Green Tea, dan Energy Yellow Citrus and Honey. Sedangkan Boscia baru memiliki satu varian, yaitu Tsubaki Splash Mask Highly Concentrated Instant Deep Hydration Treatment, yang mengandung rice bran oil.

Mengapa hanya butuh 15-20 detik? Splash mask is jam-packed with really potent ingredients! Dalam masker buatan Blithe, lactic acid ada di urutan kedua di ingredients list, yang berarti memiliki persentase tinggi. Dikhawatirkan kalau didiamkan terlalu lama dan nggak dibilas, lactic acid, yang merupakan chemical exfoliant, jika dalam persentase tinggi akan membuat kulit wajah lebih sensitif setelah pemakaian jangka panjang. Selain lactic acid untuk mengeksfoliasi, splash mask Blithe mengandung berbagai botanical extracts seperti teh hijau, madu, dan camellia leaf. Sedangkan splash mask dari Boscia mengandung camellia oil dan rice bran oil yang bagus untuk menghidrasi kulit.

Baca juga: DIY Skincare Korea dari Song Hye Kyo

As the name implies, masker ini dipakai dengan cara di-splash ke wajah, lalu ditepuk-tepuk perlahan sampai meresap. Mirip dengan cara memakai essence. Ada dua pilihan cara memakainya, pertama di dalam shower dan yang kedua dengan baskom. Untuk pemakaian di shower cukup menuangkan satu tutup botol cairan masker ke tangan, splash wajah, lalu tepuk-tepuk selama 15-20 detik. Terakhir, bilas wajah di bawah shower agar ada sensasi seperti dipijat. Cara kedua, isi baskom dengan air, lalu tuang satu tutup botol masker. Karena sudah dilarutkan dengan air, setelah splash dan tepuk-tepuk produk ke wajah, masker nggak perlu dibilas lagi.

Cara pemakaian masker ini menimbulkan beberapa pro-kontra. The idea of splashing your face might seem simple, tapi mengingat harga masker ini nggak murah ($45 untuk 210ml Blithe Splash Mask dan $38 untuk 55ml Boscia Tsubaki Splash mask), akan sangat disayangkan kalau produk tumpah saat dituang atau menetes dari tangan kan. Beberapa orang yang sudah pakai mengakalinya dengan cara memindahkan cairan mask ke botol spray dan dipakai dengan cara disemprot ke wajah.

Despite the pros and cons saya tetep penasaran pingin cobain splash mask ini karena ingredients list-nya menarik dan dapat glowing reviews dari orang-orang yang sudah pakai. Tapi nabung dulu kali ya hehe.

Kalau kamu gimana, lebih suka menikmati me-time sambil pakai masker atau mau coba splash mask?