Skincare Layering: Wajib atau Tidak?

Semakin ke sini, banyak orang yang semakin berani untuk bereksperimen dengan skincare routine-nya. Dengan adanya pengaruh dari K-beauty yang terkenal akan 10-step skincare routine-nya, layering skincare pun semakin jadi tren di Indonesia.

Apakah skincare layering itu? Singkatnya, skincare layering adalah melakukan skincare routine yang tahapannya cukup panjang. Kalau kamu hanya double cleansing yang memakai pelembap setiap malam, nah, itu belum bisa dibilang layering skincare karena yang namanya layering, produk yang dipakai harus berlapis-lapis. Ini contoh minimal skincare layering:

1. First cleanser (cleansing balm, oil, stick, milk, water)

2. Second cleanser (facial wash)

3. Exfoliating toner

4. Hydrating toner

5. Essence

6. Serum

7. Face oil

8. Moisturizer

9. Eye cream

Screen Shot 2017-02-22 at 6.49.17 AMBanyak ya? Hahaha. Seperti yang saya bilang, langkah-langkah tadi adalah yang paling minimal. Saya pernah menemukan orang di Instagram yang skincare routine-nya bisa sampai 12 steps setiap malam. Nah, pertanyaannya adalah, apakah semua orang bisa melakukan skincare routine dengan memakai produk sebanyak ini?

Jawabannya adalah ya dan tidak. Di satu sisi, mengombinasikan berbagai macam produk yang tepat tentu bisa membantu kulit kamu mendapatkan hasil yang maksimal. Menggabungkan retinol dengan niacinamide misalnya, terbukti ampuh untuk mencegah kerutan dan menyamarkan hiperpigmentasi pada kulit. Menggunakan face oil dan pelembap sekaligus juga bisa membantu melembapkan kulit yang kering dan mengelupas. Anything can happen if you do it right.

Tapi, tentu semua kembali lagi ke kondisi kulit masing-masing. Saya sendiri sudah pernah mencoba skincare layering dengan menambahkan essence, serum, serta face oil dalam skincare routine saya setiap malam. Hasilnya? Kulit saya yang oily-acne prone ini malah over-moisturized, tambah berminyak dan muncul bruntusan. Saya pun stop memakai produk-produk tersebut setelah hanya seminggu.

Baca juga: 5 Rahasia Anti-Aging Wanita Korea

Satu lagi yang harus diingat, kalau kamu punya kulit berminyak yang rentan berjerawat, mungkin kamu harus ekstra hati-hati dalam memilih produk untuk skincare layering. Ada banyak sekali produk yang harus dipakai untuk skincare layering, dan kalau salah satunya ada yang ternyata memicu jerawat, kadang kita suka bingung melacak produk mana yang jadi penyebabnya saking banyaknya produk yang dipakai. Selain itu, semakin banyak produk yang dipakai, otomatis kulit akan semakin oily, terlepas dari seringan apapun tekstur dari produk tersebut.

Saya jadi ingat, di video “Cara Menghilangkan Jerawat”, ada satu subscriber yang menulis komentar, “Aku lega banget pas Dara bilang dia nggak cocok pakai produk bertumpuk-tumpuk. Aku pikir layering skincare itu wajib. Setelah simplifying my skincare routine, justru jerawat malah jadi kalem dan nggak meradang.”

Hey, kalau memang kulit kamu hanya bisa ‘mentoleransi’ beberapa produk sekaligus, then it’s what you should do. Apalagi untuk kulit yang rentan pori-pori tersumbat. Kalau memang layering skincare membuat kulit kamu terasa greasy dan nggak nyaman, just keep it minimal dengan produk yang wajib pakai seperti pelembap dan sunscreen.

Tapi tentu kalau kamu merasa sangat terbantu dengan memakai beberapa produk skincare sekaligus, silakan dilanjutkan. Beberapa orang yang punya kulit kering mungkin memang butuh bantuan dari beberapa produk berbeda untuk menjaga kelembapan di kulitnya dan mencegah dehidrasi. Our skincare guru Affi Assegaf is also an avid believer of skincare layering and look how great her skin is.

Again, semuanya balik lagi ke kamu. Jangan lupa lakukan tips ini sebelum mencoba skincare baru dan perhatikan respon kulit kamu terhadap produk yang baru dipakai, ya. Watch out for signs of irritation so you won’t regret it later!