#FDInsight: Remaja Sekarang Lebih Pintar Memilih Produk yang Diinginkan

Setelah melakukan observasi dan menillik beberapa data, Female Daily mendapat sebuah kesimpulan: dibandingkan beberapa tahun lalu, anak-anak sekolah jaman sekarang jauh lebih memahami produk-produk kecantikan apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Hal tersebut erat kaitannya dengan perkembangan informasi yang sangat pesat terkait dunia kecantikan saat ini. Segala bentuk informasi dapat diakses oleh berbagai kalangan dari kelompok usia manapun, khususnya kalangan remaja yang dikenal fasih teknologi. Informasi mengenai produk-produk kecantikan yang dibahas berdasarkan harga, warna, tekstur, jenis kulit, warna kulit, seluruhnya dapat diakses dengan mudah.

Sumbernya hampir tanpa batas, mulai dari artikel online, forum, Instagram, YouTube, beauty blog, Pinterest, dan masih banyak lagi. Dibuktikan juga saat kami melihat data demografis pengguna femaledaily.com tahun 2016, persentase pengguna di rentang usia belasan semakin tinggi jumlahnya.

Kemudahan dalam mengakses informasi ini tentunya berpengaruh terhadap perilaku remaja dalam menentukan produk apa yang mereka inginkan. Proses dari awal mencari produk hingga akhirnya membeli produk relatif menjadi lebih mudah.

 

Infografis Lipstik

Kami mencoba untuk melihat produk apa saja yang disukai oleh remaja. Kali ini kami mengambil data mengenai lipstik dari Female Daily Beauty Review, bisa dilihat pada infografis di atas. Berdasarkan data tersebut, terdapat beberapa karakteristik yang menonjol dari produk-produk lipstik yang dipilih oleh remaja, khusunya anak SMA:

1. Harganya terjangkau

First and foremost, harga dari produk-produk ini harus sesuai dan kantong anak sekolah. Contohnya, lipstik Purbasari yang sempat hits di tahun 2015 ini dijual dengan harga Rp35.000 saja. Sedangkan Soft Matte Lip Cream dari NYX dan Matte Pigment Gloss dari L.A. Girl dijual di pasaran seharga kurang lebih Rp90.000.

“Lipstik Purbasari tuh lipstik lokal favorit semua kayaknya ya! Apalagi nomor 90 ini, ringan banget teksturnya waktu dipake. Murah banget juga harganya” – Aghni, 19 tahun

2. Mengikuti tren terkini

Harga memang harus murah, tapi tetap harus mengikuti tren. Lipstik Purbasari, NYX, dan L.A. Girl di atas sama-sama memiliki tekstur matte yang masih sangat digemari hingga sekarang. Produk-produk lipstik yang murah namun tidak terlalu mengikuti tren (dari segi warna, tekstur, dan lain-lain), mungkin tidak akan terlalu diminati oleh remaja.

“Salah satu warna favorit aku dari lipstik L.A Girl. Warnanya aku suka banget dan cocok dipakai sehari-hari, bikin wajah terlihat seger” – Sophia, 17 tahun

3. Warna-warna natural

Warna pink muda, nude, dan warna-warna natural lainnya lebih digemari oleh anak sekolah. Alasannya bisa kita tebak, anak sekolah butuh lipstik yang dapat digunakan sehari-hari ke sekolah atau kampus, tapi juga tetap cantik untuk dipakai saat jalan-jalan.

“Stockholm adalah salah satu warna NYX Soft Matte Lip Cream yang wajib punya. Warnanya juga bagus banget kalau dijadiin cream blush” – Ika, 17 tahun

Pada salah satu poin di atas, saya sempat menyinggung soal tren. Selain banyaknya informasi seputar produk kecantikan yang dapat dengan mudah diakses oleh para remaja, tren yang terbentuk juga besar kemungkinan dipengaruhi oleh para beauty influencers seusia mereka. Saya ambil contoh Kiara Leswara, Abel Cantika, dan Sarah Ayu, para influencers yang juga masih berusia remaja. Kesamaan usia membuat tiga sosok ini sangat digemari oleh remaja karena dianggap sama dengan mereka. Sama-sama pergi ke kampus, sama-sama suka hangout ke mall, misalnya.

Pengaruh dari para beauty influencers memang sulit untuk diukur dengan angka, namun tidak dapat dipungkiri bahwa mereka lah contoh sosok-sosok yang dilihat oleh remaja untuk menentukan produk apa yang ingin mereka miliki. Lipstik keluaran merek drugstore yang terlihat bagus dipakai oleh Abel Cantika dapat sangat memengaruhi keinginan seorang remaja untuk membeli produk tersebut.

Influencers Muda

 Abel Cantika, Kiara Leswara, dan Sarah Ayu. Foto diambil dari Instagram.

Tidak hanya lipstik, saat ini semakin banyak merek-merek drugstore yang merilis produk berkualitas dengan harga terjangkau. Hal ini berlaku untuk merek yang menjual produk makeup dan skincare. Banyak juga merek yang membuat duplikasi’ atau biasa dikenal sebagai “dupe” dari produk-produk keluaran merek high-end, namun dijual dengan harga yang jauh lebih murah, seperti artikel ini contohnya. Produk-produk ini lah yang akan selalu dicari banyak orang, khususnya para remaja.

Contohnya, beberapa tahun lalu jika kita bicara tentang micellar water, merek yang pasti langsung teringat adalah Bioderma. Tidak dapat diragukan bahwa kualitas produk Bioderma memang bagus, namun harganya tergolong cukup mahal untuk kantong anak remaja. Akhirnya banyak produk micellar water keluaran Garnier, NIVEA, Corine De Farme, dan lain-lain yang menjanjikan kualitas serupa dengan harga yang jauh lebih murah.

Prediksinya, akan semakin banyak brand yang mengeluarkan produk-produk berkualitas baik dengan harga terjangkau. Jika produknya memang memang menyasar kepada pembeli remaja, tiga karakter produk yang sudah dijabarkan di atas mungkin bisa dijadikan tolak ukur. Melihat sosok beauty influencers remaja juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui apa yang disukai oleh para remaja saat ini.