Bagaimana Saya Mencintai Kulit Sawo Matang

Sejak lahir saya dikaruniai dengan kulit sawo matang. If I should describe myself as a foundation shade, I’d be Medium Tan or Medium Dark.

Masih ingat sekali dulu waktu masih ABG, saya selalu bertanya-tanya: kok warna kulit saya gelap ya? Kok beda ya sama warna kulit ibu saya yang terang? Kenapa teman-teman di sekolah yang dianggap cantik pasti yang kulitnya putih?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut timbul dari apa yang saya lihat sehari-hari. Seringkali yang ditampilkan di TV adalah iklan-iklan yang memasarkan produk dengan tagline ‘’Memutihkan Wajah dalam 5 Hari’’ atau ‘Kilau Cantik Putihmu’. Model-model di majalah juga kebanyakan kulitnya “putih”, wajahnya kebule-bulean. Belum lagi di sekolah, kakak kelas yang cantik-cantik dan ditaksir banyak cowok pasti yang kulitnya terang.

Terus, bagaimana dengan saya?

Masalah lain muncul saat saya mulai mencoba menggunakan makeup. Pada masanya, setiap saya datang ke gerai makeup di department store, hampir seluruh brand tidak memiliki warna foundation yang sesuai dengan warna kulit sawo matang seperti saya. Warna-warna lipstik yang ditawarkan kebanyakan warna pink gonjreng atau merah menyala yang tentunya tidak terlihat flattering di kulit wajah saya. Ditambah lagi setiap didandani di salon, warna foundation-nya selalu keputihan dan membuat wajah saya terlihat abu-abu.

Alda SMA

This is me during high school, clueless and insecure :p

Dari situlah saya mulai benar-benar merasa tidak percaya diri dengan kulit sawo matang saya. Saya merasa jauh berbeda dari perempuan-perempuan cantik (karena kulitnya nggak segelap saya) yang saya lihat. Sepertinya saya tidak memenuhi ekspektasi sosial tentang kriteria perempuan yang dianggap cantik. Sederhananya.. Saya merasa tidak cantik.

Berbagai usaha untuk memutihkan kulit sudah pernah saya lakukan. Mulai dari mencoba krim pemutih wajah yang ternyata mengandung mercury, suntik vitamin C, dan krim-krim dokter yang menjanjikan kulit putih dalam beberapa minggu. Semua usaha saya tidak ada yang berhasil, and that’s what made me hated myself even more.

Pada masa krisis tersebut, saya bersyukur karena memiliki ibu yang selalu mengingatkan bahwa setiap perempuan itu cantik apa adanya. Memiliki kulit gelap bukan berarti tidak bisa terlihat cantik, yang penting adalah bagaimana kita merawat kulit supaya tetap terlihat sehat. Ibu saya juga selalu bilang bahwa cantik itu bukan hanya tampilan luarnya saja, kepribadian adalah kunci utama. “Yang penting harus PD!” Begitu katanya.

Akhirnya saya mencoba untuk mulai menerima warna kulit saya. Perlahan-lahan saya mulai memahami produk-produk makeup yang bisa membuat kulit sawo matang saya terlihat lebih cantik. Saya tidak pernah lupa momen pertama kali saya mencoba lipstik warna vampy-red dari MAC, kira-kira empat tahun lalu. Warnanya cocok sekali dengan warna kulit saya, and I felt like the coolest girl in town. Paham kan, rasanya saat ketemu warna lipstik yang ”gue banget’’, seketika kepercayaan diri naik setinggi langit!

Bagi saya yang dulunya pernah mengalami krisis kepercayaan diri karena warna kulit, saat pertama kali menemukan foundation yang sesuai dengan warna kulit saya adalah momen yang empowering, lho. Momen dimana akhirnya saya bisa melihat cermin dan bilang “Wow, I suit my skin perfectly”.

Baca juga: Top 5 Nude Lipstick untuk Kulit Sawo Matang

Mulai dari lipstik, foundation, blush, kemudian saya juga mencoba untuk memilih skincare yang paling tepat untuk masalah kulit saya. Akhirnya fokus saya berganti, bukan berusaha untuk membuat warna kulit saya lebih terang, tapi bagaimana saya bisa merawat kulit saya supaya lebih sehat.

Selain itu, saya juga coba lihat sosok-sosok terkenal di bidangnya yang malah dikagumi karena kulitnya yang gelap. Sebut saja Anggun C. Sasmi, Shanty, atau Tara Basro. Mereka semua perempuan asli Indonesia yang berbakat, kulitnya sawo matang, dan super gorgeous. Senang sekali rasanya melihat saat ini sudah makin banyak public figure dengan kulit gelap yang mengutarakan dengan lugas bahwa mereka cinta dengan warna kulitnya. Semakin banyak juga brand yang embracing keberagaman warna kulit, bukan mempromosikan produk pemutih kulit. The industry has changed.

 tips-cantik-makeup-kulit-sawo-matang.jpg

Me in 2016!

Terasa sekali setelah saya mulai mencintai warna kulit saya sendiri, people started to notice. “Al, lipstik warna ini bagus banget ya di kulit gelap kayak elo”, “Kulit elo bagus banget keliatannya di kamera”, “Kulit warna elo gini kalo kena highlighter bagus banget ya jadinya”, and I will humbly say thank you.

Baca juga: Tutorial Makeup untuk Kulit Sawo Matang 

Saya percaya bahwa semua perempuan, apapun warna kulitnya, pasti bisa terlihat cantik dengan keunikannya masing-masing, asal mau merawat diri dengan baik. Kalau inget dulu saya kekeuh banget pingin punya kulit putih rasanya pingin ketawa aja. Bagi saya yang terpenting saat ini adalah bagaiaman saya bisa merawat diri saya dengan baik, dan nggak cuma ingat tampilan luar aja. Apa yang ada di dalam juga harus terus dibenahi, supaya ikutan cantik juga :)

“Take care of your body, it’s the only place you have to live” ~Jim Rohn