Plus-Minus Yo-Yo Diet

Udah seneng nih diet berhasil, tapi nggak lama berat badan naik lagi? Bisa jadi secara nggak sadar kamu terkena efek yo-yo diet. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan menjalankan yo-yo diet yang mungkin kamu belum tahu.

Yo-yo diet adalah kembalinya berat badan semula setelah melakukan diet. Efek ini bisa menjadi baik ataupun malah menjadi buruk. Dalam yo-yo diet, terjadi pengulangan saat menurunkan dan menaikkan berat badan. Saat menjalankannya, seseorang yang sedang melakukan diet berhasil menurunkan berat badannya tetapi dia gagal untuk mempertahankan berat bedan tersebut, sehingga berat badannya akan kembali seperti semula. Karena kegagalannya tersebut, dia pun ingin menurunkan kembali berat badannya dan akan terus mengalami siklus seperti itu. Saya akan membahas beberapa kelebihan dan kekurangan yo-yo diet:

mengurangi-porsi-makan-featured

Kelebihan

Yo-yo diet cocok banget untuk kamu yang ingin menurunkan badan dalam waktu yang cepat, lalu berat badan kembali lagi seperti semula, in a good way. Yo-yo diet menjadi hal yang positif jika memang kamu sudah ada pada berat badan ideal dan hanya ingin menurunkan atau menaikkan berat badan untuk occasion tertentu. Niat awalnya memang bukan menurunkan badan secara permanen, karena sudah berada pada berat badan relatif ideal.

Kekurangan 

Melakukan crash diet (makan satu jenis makanan, mengonsumsi 1000 kalori per hari, atau melakukan detox dengan jus) tidak akan mempertahankan berat badan setelah melakukan diet, karena saat kembali makan seperti semula, berat badan bisa kembali lagi malah lebih signifikan. Terus mengalami efek yo-yo diet pastinya tidak baik untuk tubuh yang akibatnya:

1. Merusak Metabolisme Tubuh

Ketika kita menurunkan konsumsi kalori pada tubuh, metabolisme tubuh juga berubah menjadi lebih lambat. Ketika kembali mengonsumsi makanan seperti semula dengan metabolisme tubuh yang sudah melambat, maka efeknya akan beralih dengan bertambahnya lemak pada tubuh. Melambatnya proses metabolisme tubuh memang tidak permanen, tetapi saat kembali normal, tubuh bisa lebih berat 5-8 kg dari berat badan semula. Itulah salah satu alasan kenapa orang-orang yang gagal diet bisa kembali pada berat badan semula atau malah lebih berat lagi.

Baca juga: 5 Kesalahan Paling Sering Dilakukan Saat Diet

2. Mempengaruhi Massa Otot

Saat membatasi asupan kalori dengan ketat, kamu tidak hanya mengurangi lemak tapi juga massa otot pada tubuh. Saat kembali makan dengan normal, berat badan yang naik berubah menjadi lemak yang akan menggangu komposisi tubuh massa otot. Cara mengatasinya adalah dengan tetap melakukan olahraga saat diet. Kalian tetap menjaga massa otot sambil mengurangi lemak pada tubuh.

3. Menimbulkan Penyakit,

Yo-yo diet berpotensi menyebabkan serangan jantung, jantung koroner, dan penyakit pada hati lainnya. Perubahan berat badan secara terus menerus berisiko tinggi menimbulkan penyakit dengan naiknya tekanan darah, kolesterol, dan lemak tubuh.

Jika dilihat lagi memang lebih banyak kerugiannya sih daripada manfaatnya. Kalau kamu, punya pengalaman yang sama karena efek yo-yo diet ini nggak? Mau tahu dong, cara kamu yang mencoba nurunin berat badan. What works and doesn’t work for you?