Perlu Nggak, Pakai Toner?

Toning adalah salah satu bagian terpenting dari skincare routine. Selain double cleansing, ada juga yang namanya double toning. Tapi sebenarnya, apa sih, manfaat memakai toner?

Sebelum masuk ke fungsi toner, mungkin perlu diluruskan dulu kalau konsep toner jaman dulu dan sekarang sudah banyak berubah. Toner jaman dulu, umumnya mengandung alkohol dalam jumlah tinggi dan juga heavily fragranced. Suatu kombinasi yang sebetulnya cukup menyeramkan, apalagi buat kamu yang punya kulit sensitif. Fungsinya juga agak kurang jelas, apakah untuk membersihkan makeup? Melembapkan kulit? Atau sekedar nyeger-nyegerin muka aja? Banyak yang masih bingung.

Terus, apa bedanya dengan toner jaman sekarang? Kalau kamu sering main ke FD, pasti sudah familiar dengan yang namanya acid toner dan hydrating toner. Ini adalah dua jenis toner yang digunakan dalam double toning dan pemakaian rutin keduanya bisa memberikan efek yang signifikan untuk kulit. Entah itu kulit lebih cerah, pori-pori terlihat lebih kecil, jerawat cepat kempes, bekas jerawat memudar, noda kemerahan berkurang, dan masih banyak lagi. All thanks to toner. Nah, apakah toner ini produk serba bisa? Coba kita lihat dulu fungsi dari masing-masing toner.p50-side

Acid Toner

Acid toner, atau exfoliating toner, adalah toner yang fungsi utamanya adalah mengangkat sel kulit mati. Salah satu faktor utama kulit kita terlihat kusam atau bahkan butek (lol) adalah sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Dengan bantuan toner berbahan dasar acid, sel kulit mati ini bisa terangkat dan kulit akan regenerasi dengan sel kulit baru. Nggak cuma itu saja, acid toner juga bisa membersihkan pori-pori tersumbat yang jadi dalang segala jerawat, whiteheads, blackheads, dan teman-temannya. Sel kulit mati terangkat, pori-pori bebas kotoran, tekstur kulit pun jadi lebih halus.

Baca: Hada Labo Mild Peeling Lotion, Exfoliating Toner Ringan untuk Pemula

Cara memilih acid toner sudah pernah dibahas di artikel 5 Hal Wajib Kamu Perhatikan Saat Memilih Acid Toner dan di video Skincare 101: Recommended Exfoliating Toners, tapi untuk merangkum sedikit, jenis acid toner yang paling banyak di pasaran adalah yang mengandung AHA (Glycolic Acid, Lactic Acid, Malic Acid, Citric Acid dan Mandelic Acid) dan BHA (Salicylic Acid dan Betaine Salicylate). Baik AHA dan BHA bisa mengangkat sel kulit mati secara efektif, cuma AHA lebih diutamakan untuk kulit kering dan wrinkles, sementara BHA ditujukan untuk oily and blemish-prone skin. Dua kandungan ini juga merupakan collagen booster yang bisa membantu kulit lebih kencang dan elastis.

Baca juga: Eksfoliasi Kulit Wajah dengan COSRX AHA/BHA Clarifying Treatment Toner

Perlu diingat kalau pemakaian acid toner membuat kulit kita menjadi lebih photosensitive alias rentan terhadap dampak buruk sinar UV. Karena itu, kalau kamu baru mau mulai menggunakan acid toner, wajib banget untuk menggunakan sunscreen setiap hari karena memakai acid toner tanpa sunscreen sama aja percuma. Saya pernah baca suatu tulisan yang mengatakan “If you cannot commit to sunscreen, then you cannot use an acid toner.” Kulit jadi cerah, tapi at the same time nggak dilindungi dari sinar UVA yang bisa memicu flek-flek gelap? Big no. :)

Hydrating Toner

Biasa berbentuk air atau lotion, fungsi hydrating toner adalah untuk melembapkan kulit setelah pemakaian acid toner. Boleh nggak memakai acid toner tanpa hydrating toner setelahnya? Ya, boleh-boleh aja. Tapi saya sudah pernah ngerasain kulit langsung kering dan muncul dry patches setelah skip hydrating toner, jadi, ya, suka nggak suka, hydrating toner itu perlu. Apalagi kalau acid toner yang kamu pakai bersifat oil-reducing, maka penggunaan hydrating toner menjadi penting untuk menjaga supaya kulit nggak over-exfoliated. Selain itu, hydrating toner juga punya fungsi pH balancing yang membantu mempersiapkan kulit untuk menyerap skincare yang dipakai setelah double toning.

Baca: 4 Rekomendasi Hydrating Toner di Bawah Rp 250 Ribu

Seperti apa sih, hydrating toner itu? Skincare dari Asia banyak yang menyebutnya sebagai lotion, tapi cukup banyak juga yang terang-terangan menulis “toner” di kemasannya. Triknya adalah mencari produk dengan kata-kata “hydrating”, “soothing”, “moisturizing”, dan cari bahan-bahan yang melembapkan di ingredients-nya. Kandungan seperti hyaluronic acid, gliserin, ceramides, atau sodium PCA adalah beberapa contoh kandungan yang ada di hydrating toner. Toner dengan bahan alami seperti chamomile dan aloe vera juga bisa membantu menenangkan kulit.

Kesimpulan

So, perlu nggak, pakai toner? Kalau kamu tanya saya, saya akan balik lagi bertanya, “Kamu merasa perlu, nggak?” Kalau saya, karena tipe kulitnya berminyak dan acne prone, saya memang butuh produk yang bisa membantu mengontrol minyak, membersihkan pori-pori sampai ke dalam, dan menjaga kulit supaya kalau lagi PMS, jerawatnya nggak gila-gila amat. Itulah fungsi toner buat saya, dan memang saya sudah merasakan sendiri efeknya. Masalah-masalah kulit lain yang sudah disebut tadi seperti dullness atau bekas jerawat juga pelan-pelan bisa teratasi dengan acid toner, jadi saya memang sudah hooked dengan acid toner.

Baca: 3 Toner untuk Kulit Berminyak Berjerawat

Biarpun begitu, tentu nggak cuma kulit berminyak atau berjerawat saja yang butuh double toning untuk menjaga pori-pori tetap bersih dan mengangkat sel kulit mati. Semua jenis kulit bisa mengambil manfaat dari double toning, karena itulah banyak banget produk toner di luar sana, termasuk untuk kulit sensitif sekalipun. Kalau kamu merasa double toning ini a little bit too much for your daily routine, tentu nggak apa-apa juga. Tapi untuk kamu yang punya masalah kulit kusam, komedo, jerawat, apalagi bekas jerawat atau noda kemerahan, saya recommend banget untuk menambahkan double toning ke skincare routine kamu.

Jangan lupa untuk selalu patch test setiap mencoba skincare baru dan seperti yang selalu saya katakan berulang-ulang, do not overdo it. Pakai sewajarnya dan perhatikan reaksi kulit kamu. Kalau ada tingling sensation yang nggak wajar dan membuat kulit iritasi atau merah-merah, stop. Trial and error memang menyebalkan, tapi at least kamu jadi tahu what works for your skin and what doesn’t.