Mike Lewis: “Nggak Ada Alasan Nggak Berkarya Selagi Muda.”

Dari produser hingga kerja di bidang finance, Mike Lewis jadi bukti bahwa usia muda adalah waktunya kita mengeksplor kemampuan diri.

Nggak pernah kepikir, that I could identify myself with Mike Lewis. Yup, “the” Mike Lewis, yang namanya mungkin jadi salah satu topik paling hot di Jakarta, bahkan Indonesia saat ini. Ngobrol dengan Mike beberapa waktu lalu di suatu siang, hujan-hujan, malah mengingatkan saya sama diri saya sendiri waktu masih teenager.

Waktu SMA, saya hobi menulis, sketching, mulai into beauty, ikut course Bahasa Spanyol dan ikut lomba newscasting di sana-sini. I wanted to do and be everything. Dan kira-kira, begitu deh situasi Mike sekarang.

I actually do too much. Kayaknya itu deh, kenapa aku sakit, nih” kata Mike dengan suara sengaunya. Yup, I could tell he was sick; nose flushing and all, tapi Mike tetap asyik banget diajak ngobrol di pojokan Midtown, salah satu dari tiga restoran yang dia punya di Jakarta.

Mike-Lewis-Midtown-lifestyle-advocates-2

Bisnis restoran bukan back up plan bagi Mike. Actually, dia sudah terlibat di bisnis restoran sejak usia 20.

“Waktu kuliah di Montreal, aku pernah jadi part-time waiter untuk dapat uang jajan tambahan. Aku suka banget profesi itu, making sure people get the best of whatever they spend,” kata Mike sambil kita makan sejumlah menu baru di Midtown (a mean bowl of  beef noodle and pie dessert!). “Ini turunan dari ibuku. Karena dulu ayahku diplomat, kita terbiasa menjamu orang. We like hosting people.”

midtown-food-1

 

midtown-food-2

So that’s Mike, the F&B businessman. Baru-baru ini, program TV terbaru Mike, Lifestyle Advocates Jakarta, tayang di Li TV. Di acara ini, nggak cuma jadi host, Mike juga bertanggung jawab sebagai co-producer, dan membawa penonton menjelajah sisi metropolitan Jakarta lewat keseharian sosok-sosok terkenal yang lagi “megang” banget di Ibu Kota, seperti Andien Aisyah, Rio Dewanto, dan desainer Didiet Maulana.

This is an honor for me, dan sekaligus tanggung jawab, karena rasanya aku mewakili Indonesia untuk kasih tahu seluruh Asia, ‘Ini lho Jakarta.’ Aku sudah pernah jadi orang balik layar untuk film pendek, tapi ini pertama kalinya aku turun untuk program TV. It’s a great experience. I learned a lot.

“Jujur, aku ambil tawaran ini awalnya untuk latihan Bahasa Indonesia juga,” kata Mike, yang sukses bikin saya ketawa. “I still have that logat, dan di Lifestyle Advocates aku harus pakai Bahasa Indonesia, so yeah,”

Nggak afdol ngobrol sama editor FD kalau nggak ngomongin beauty. Mike pun punya beauty regimen, lho, walau pun amat-sangat simpel: pakai moisturizer dan hair wax. Beberapa bulan sekali, Mike juga suka facial di Eternel Concept. Something he actually learned from Brad Pitt.

Mike-Lewis-Midtown-lifestyle-advocates-3 Silly wefie break!

“Aku baca di majalah, like a looong, long time ago,” kata Mike. “ Menurut Brad Pitt, cowok jangan takut facial. He has it like every two weeks, and that’s actually helping him looking good all these years. Karena Brad Pitt yang bilang, yeah sure I’ll do it!”

LOL!

Tapi Mike juga curhat, dia beli grooming supplies selalu di Singapura, karena menurutnya produk cowok di sini kurang bagus. Kalau maksa beli yang impor, harganya jadi mahal banget. Speaking of Singapore, Mike Lewis memang selalu bolak-balik Singapura setiap dua minggu. You might notice if you follow him on Instagram.

I do a finance job in Singapore. Yeah, it’s part time, but it’s an office job.”  Mike said surprising me.

“Kerja kantor beneran?! Wow,” kata saya lebay. “Terus orang di sana tahu, like, what you do here?”

Uuhuh.”

Mike-Lewis-Midtown-4

So, a model, actor, businessman, producer and finance guy. And I got to see Mike the daddy too. Bareng Kenzou Leon Blezynski Lewis, kita ngemil nachos bareng, main game iPad, dan ngobrol soal the upcoming” Justice League”.

I try to do a lot of thing,” kata Mike. “Umur udah mau 35, you know, gotta make the best of it.”

While you still can juga, ya kan?” kata saya menyemangati, and he nodded.

Salah satu kalimat terakhir Mike jelang akhir obrolan kita akan selalu saya ingat.

I want it all,” he said. “There’s no reason to isolate yourself when you can do them all.”