Mengatasi Kulit Merah dan Iritasi Sehabis Facial

Meskipun facial bisa membuat kulit lebih halus, kadang facial yang terlalu hardcore justru bisa memicu kulit merah dan iritasi. Bagaimana cara mengatasinya?

Kalau kamu sudah beberapa kali melakukan facial, tentu kamu sudah paham apa saja langkah-langkah yang dilakukan saat kulit kita di-facial. Dari mulai cleansing, peeling, ekstraksi komedo, massage, masker, sampai penggunaan alat-alat seperti mesin mikrodermabrasi atau dermaroller. In short, our skin went under quite a process during a facial.

Seperti baru keluar car wash, kulit kita menjadi jauh lebih bersih dan licin sehabis facial. Saya sendiri pernah beberapa kali facial, baik itu di dokter maupun di beauty clinic, dan lebih banyak efek positif yang terjadi dibandingkan efek negatif. Cuma, nggak bisa dipungkiri kalau banyak juga post-facial horror story, termasuk kulit yang merah-merah dan iritasi. Kulit merah setelah facial sebenarnya wajar, tapi kalau berkepanjangan dan memicu reaksi-reaksi lain seperti gatal, panas, atau mengelupas luar biasa, itu tandanya iritasi!

Jadi, apa yang harus dilakukan?

1. Hindari Terpapar Sinar Matahari Langsung

Cuek saja kalau ada yang bilang sok princess. Saat kulit kita memerah dan iritasi, artinya lapisan epidermis kulit kita terganggu. Ada ketidakseimbangan moisture yang membuat kulit kita rentan dehidrasi dan berhubung kulitnya menipis setelah di-exfoliate, kulit pun jadi rentan terhadap bahaya sinar UV. Supaya nggak nambah-nambahin masalah dengan sunburn, stay away from the sun immediately after a facial. Kalau nggak memungkinkan banget untuk nggak kena panas, then sunscreen

Baca juga: Sunscreen Bagus dan Murah dari Brand Lokal

2. Pakai Face Mist

Di artikel “Face Mist: Penting atau Tidak?”, beberapa FD members menulis comment kalau pemakaian face mist membantu banget menenangkan kulit mereka yang sensitif. Begitupun dengan kulit iritasi, face mist yang mengandung bahan-bahan soothing seperti aloe vera atau chamomile bisa meredakan kemerahan dan memberi kelembapan tanpa terasa terlalu oily.

Saya biasa pakai face mist setelah cuci muka, tapi kalau kulit kamu sering kerasa gatal, langsung disemprotkan di atas makeup juga nggak apa-apa. Jangan lupa ditepuk-tepuk perlahan di wajah supaya lebih menyerap sempurna dan nggak terevaporasi ke udara.

12928316_10154173107662566_903466067141436923_n3. Masker

Bukan masker seperti GlamGlow yang ada tingling sensation ya, tapi lebih ke moisturizing mask yang mengandung bahan-bahan seperti hyaluronic acid atau cucumber. Kamu bisa memakai sheet mask yang disimpan di kulkas sebelumnya karena temperatur yang sejuk bisa menenangkan kulit iritasi dan pembuluh darah.

Baca juga: Jenis Masker Wajah untuk Setiap Jenis Kulit

4. Bila Perlu, Ganti Face Wash

Terdengar sepele, tapi memakai face wash yang gentle, nggak mengandung SLS ataupun fragrance berdampak besar banget pada kulit. Salah satu pemicu kulit merah dan iritasi adalah face wash yang terlalu drying karena mengandung SLS, alkohol, atau fragrance yang memang sebetulnya kurang bermanfaat untuk kulit. Tahu kan, efek kulit seperti ditarik setelah habis cuci muka? Kalau efek itu kamu alami, artinya face wash-nya masih terlalu harsh untuk kulit kamu.

Baca juga: 3 Rekomendasi Cleanser Berbahan Alami untuk Kulit Acne Prone