Mencoba Permanent Blowout di Blow+Bar

Memiliki rambut yang super lurus dan frizzy terkadang membuat saya bosan dan ingin bereksperimen dengan macam-macam gaya rambut.

Biasanya sih saya paling suka mencatok lurus atau mengeriting rambut dengan gaya loose wave menggunakan catokan. Tapi karena rambut saya dari sananya lurus dan kaku banget, walaupun udah dikasih foam atau hair spray, hasil catokan keriting saya seringkali hilang setelah beberapa jam. Karena udah cukup lelah dengan rambut saya yang cepet banget kembali lurusnya, saya sempat mengungkapkan khayalan semu, “Bisa nggak sih rambut gue teksturnya loose wave terus kayak gini setiap hari, setiap waktu?!”

Sempat kepikiran ingin mengeriting rambut secara permanen, tapi khawatir nanti malah jadi afro atau keritingnya kayak Maria Bellen. Kalau saya Adinia Wirasti sih pasti cocok ya punya rambut keriting kecil-kecil seperti itu, tapi masalahnya saya…? Duh, pasti nggak cocok banget.

Beruntung sekali rasanya saat saya menerima undangan dari Blow + Bar untuk mencoba permanent blow out. Apa sih itu? Rambutnya di blow keluar-keluar gitu dan bertahan lama alias permanen? Ternyata bukan saudara-saudara! Jadi, permanent blow out ini adalah teknik pengeritingan rambut dimana hasil akhirnya terlihat sangat natural. Kalau dijelaskan secara gampangnya, sih, setelah perawatan ini kita akan terlihat bagaikan keluar dari salon setiap harinya. Rambut kita akan terlihat lebih bertekstur dengan cara styling yang sederhana, rambut hanya perlu diuntel-untel menggunakan jari.

Saat pertama tiba di Blow+Bar, saya langsung disambut ramah oleh sang hairstylist yaitu Mas Wandi yang sudah menunggu kedatangan saya disana (Pssstt.. Mas Wandi ini yang mengerjakan permanent blowout di rambut Dian Sastro, lho!). Keadaan rambut saya dicek terlebih dahulu. Ia memastikan bahwa rambut saya dalam keadaan sehat dan tidak dicat. Setelah itu, rambut saya dikeramas dan pengerjaan permanent blowout-pun dimulai.

Pertama-tama, Mas Wandy mengaplikasikan cairan atau obat khusus ke seluruh permukaan rambut saya, dari bagian tengah hingga ujung rambut. Rambut saya juga dipakaikan aluminium foil untuk memisahkan setiap bagian-bagian rambut yang sudah diberikan cairan atau obat tersebut. Cairan ini didiamkan selama sekitar 15-20 menit, kemudian rambut saya kembali dikeramas.

3

Setelah selesai dikeramas, Mas Wandi kemudian mengaplikasikan cairan penetralisir ke seluruh rambut saya dan menggulung rambut saya menggunakan alat semacam rol rambut yang tersambung dengan mesin pemanas. Mesin ini menurut saya sih terlihat keren dan advance. Cukup lah membuat saya merasa seperti sedang berada di adegan film science fiction, hahaha. Proses kali ini cukup lama dibandingkan proses pengaplikasian obat yang sebelumnya. Kalau diingat-ingat prosesnya kira-kira memakan waktu sekitar 30-35 menit.

4

Selesai proses permanent blowout menggunakan mesin keren, akhirnya masuk ke langkah terakhir, yaitu styling! Mas Wandi bilang, kalau udah di permanent blowout lebih baik jangan terlalu sering di blow atau di catok karena bisa membuat efek blowout cepat hilangnya. Jadi saya diajarkan bagaimana caranya menata gaya rambut, cukup menggunakan jari tangan selesai keramas. Karena ujung rambut saya sering sekali jatuhnya keluar-keluar, saya minta diajari gimana caranya menata rambut supaya arahnya masuk kedalam.

Caranya ternyata mudah sekali, kita hanya tinggal memutar-mutar ujung rambut menggunakan jari tangan ke arah dalam, sambil dikeringkan dengan hair dryer. Proses ini perlu dilakukan terus hingga rambut kering. Selain itu, Mas Wandi juga menyarankan untuk selalu menggunakan hair oil setelah keramas supaya rambut terlihat lebih shiny dan kuat.

5

Ta-dah! Cukup dengan jari-jari tangan aja rambut saya bisa terlihat bertekstur seperti ini. Bagian poni terlihat bervolume, bagian ujung rambut jatuhnya sudah tidak keluar-keluar lagi. Tidak hanya itu, rambut saya juga terlihat seperti habis di-blow atau di-rol. Setelah ini saya bisa say bye ke rutinitas mencatok dan mengeriting yang pastinya banyak menyita waktu saya di pagi hari. I’m soooo happy!

6

Hasil akhir dari permanent blowout bisa di sesuaikan dengan permintaan kita. Kalau ingin hasilnya lebih keriting, berarti kamu perlu membagi rambut menjadi lebih kecil-kecil sebelum digulung atau dipelintir menggunakan jari-jari tangan. Kalau ingin hasilnya lebih natural seperti saya, berarti bagian rambut yang dipelintir lebih besar-besar. Setelah permanent blowout rasanya rambut saya seperti bisa dibentuk-bentuk mengikuti tangan. Ibaratnya sih jadi lebih ngikut dan nurut.

Karena rambut saya pendek, tentu hasil akhirnya berbeda dengan yang memiliki panjang. Kebetulan saat itu di sebelah saya juga ada tamu yang baru saja melakukan permanent blowout beberapa minggu yang lalu dan rambutnya cukup panjang. Serius deh, hasilnya bagus banget, kayak ngelihat rambut hits Paola Tambunan setelah dicatok. Ujung rambutnya bertekstur keriwil besar-besar dan bervolume. Persis kayak baru selesai di-blow di salon.

Nih, kalau mau lihat hasil permanent blowout di rambut yang panjang, berikut contoh-contohnya:

Rambut Panjang Rambut Panjang2Image: Instagram Blow+Bar Jakarta

Sekarang paham kan maksud saya? Rambut keriting natural tanpa harus dicatok atau dikeriting setiap hari. This is a true definition of #IWokeUpLikeThis. Kembali lagi ke jenis rambut masing-masing, permanent blowout dapat bertahan selama tiga hingga tujuh bulan. Bagi kamu yang ingin mencoba treatment ini bisa langsung datang ke salon Blow+Bar di Lippo Mall Kemang lantai satu. Saya sarankan untuk membuat janji terlebih dahulu dengan menghubungi (021) 29528436.

Untuk para pemegang kartu Female Daily Beauty Club, jangan lupa juga untuk cek beautyclub.femaledaily.com untuk mengetahui penawaran spesial dan potongan harga dari salon Blow+Bar!