Nggak Cocok dengan Sabun Alami? Ini Penjelasannya

Pakai sabun alami, malah muncul jerawat di punggung atau lengan? Minyak zaitun bisa jadi alasannya.

Yup, nggak cukup punya kulit wajah sensitif, ternyata kulit badan saya pun reaktif; sama-sama sensi kayak cewek lagi PMS. Hal ini saya ketahui setelah beberapa lama mandi dengan sabun best seller dari The Bath Box, yaitu Goats Don’t Lie. Not to encourage you from trying it, karena banyak juga penderita eczema yang setelah pakai sabun sejenis (alami, tanpa sulfat, berbahan dasar oil, tanpa pewangi) merasa terbantu. Tapi memang ya ini faktanya di kulit sensitif saya. Setelah sekitar semingguan, bagian punggung, dada dan lengan saya ditumbuhi bumps seperti ini.

sabun-alami-jerawat-1Image: Health Tap

Yup, merah-merah, dan gatal. Mostly ukurannya kecil, tapi ada juga yang besar. Waktu itu saya belum tahu penyebabnya apa. Setelah diskusi dengan SpKK, terkuaklah bahwa besar kemungkinan penyebabnya adalah sabun berbahan dasar olive oil yang lagi saya pakai. Simsalabim saat saya kembali mandi pakai sabun bayi non-SLS non-fragrance...Phoof! Bumps meriah itu pada mengecil, mengering, dan lama-kelamaan hilang.

Kok bisa gini ya? What’s wrong with olive oil?

Yang saya tahu, memang jenis minyak tersebut tergolong tinggi dalam oleic acid (omega 9), dan bisa menyebabkan clogging pada sebagian besar orang karena oleic acid ini memicu sebum/ minyak jadi thick. Itulah kenapa minyak zaitun nggak disarankan untuk praktik Oil Cleansing Method (OCM). Yang saya belum tahu, minyak zaitun ternyata bisa jadi trigger jamur kulit. Ini yang mungkin kamu anggap jerawat punggung.

Baca Juga: Oil Cleansing Method, Cara Cuci Muka Tanpa Sabun

Reaksi ini disebabkan oleh kelompok jamur yang bernama Malassezia. Di berbagai kegiatan laboratorium, minyak zaitun sengaja dipakai agar jamur-jamur ini berdatangan, karena kelompok fungus Malassezia ini tumbuh subur dengan memakan fatty acid dari olive oil! Yang terjadi di kulit saat sabun ini nggak cocok di kulit kamu adalah inflamasi/ dermatitis yang disebabkan oleh jamur Malassezia.

In my case, begitu saya kembali mandi pakai sabun bayi, bumps yang muncul berangsur hilang. Saya udah habis beberapa botol sabun mandi alami sebelumnya, seperti  Tiare Jasmine Tea Shower Gel dan Candlenut Shower Gel dari Juara, namun nggak ada reaksi aneh. They do contain oil, namun dari kelapa, bukan zaitun. Saya semakin yakin kalau bumps kemarin memang dipicu sisa-sisa olive oil yang menempel di kulit.

Bagi kamu yang pingin memakai sabun mandi alami dengan alasan SLS bikin kulit kamu kering, tapi sabun berbahan dasar olive oil nggak cocok di kamu, pastikan kandungan ingredients list-nya nggak memiliki Olea Europaea Fruit Oil alias olive oil. Yang berbahan dasar minyak kelapa (biasa di ingredient list diawali dengan kata coco seperti Cocamidopropyl Betaine) bisa kamu pilih. Dari pengalaman pribadi saya, sih, nggak harus berbahan alami. Produk bebas dari SLS/SLES dan fragrance sudah cukup lembut kok.