Ini Tanda-Tanda Kulit Iritasi Karena Skincare

Kalau kamu lumayan adventurous dalam urusan skincare dan sering mencoba berbagai produk, pasti kamu sudah paham banget reaksi negatif kulit kalau nggak cocok dengan suatu produk. Sebenarnya, apa yang terjadi pada kulit kita saat sedang iritasi?

Berbeda-beda tipe kulit manusia, berbeda-beda pula pemicu iritasinya. Senior Editor FD, Annetta, selalu mundur setiap melihat skincare yang mengandung fragrance karena itulah musuh utama kulit sensitifnya. Kalau Co-Founder kami, Affi, sebisa mungkin menjauhi alkohol karena bisa menimbulkan dry patches dan membuat kulitnya semakin kering. Kecuali kamu punya kulit yang “badak” seperti Video Producer FD, Gyanda, pasti ada saja ingredients di luar sana yang nggak cocok dengan kulit kamu.

Sebenarnya, tanda-tanda kulit iritasi bisa dengan sangat mudah dikenali. Cuma, kadang kita suka mengabaikan tanda-tanda tersebut dan menganggap itu hanya purging biasa, while in reality, your skin is trying to tell you something. Nggak cuma ingredients pada skincare saja, bahkan cleansing tools seperti Clarisonic pun bisa memicu iritasi.

Saat kulit iritasi, tanda-tanda yang paling umum adalah kulit mengalami kemerahan. Kadang hanya merah saja, kadang merahnya juga dibarengi rasa cekat-cekit. Kalau saya, saat kulit sudah memerah, panas, dan ada sensasi-sensasi menyengat gitu, wah, artinya itu sudah iritasi parah, kadang ada juga rasa gatal yang super ganggu, dimana kalau digaruk tentu kulit akan semakin memerah.

SAMSUNG CAMERA PICTURESTanda-tanda iritasi juga bergantung pada tipe kulitnya, ada yang kulitnya malah memproduksi minyak berlebih ketika iritasi dan membuat pori-pori mereka tersumbat. Minyak berlebih ini bisa memicu timbulnya bruntusan dan jerawat, tanda-tanda lain yang umum ditemui saat kulit iritasi.

Kulit iritasi, jika berlangsung terlalu lama, akan merusak sistem regenerasi kulit dan memperlambat proses penyembuhan kulit. Ini artinya, kalau kamu jerawatan, jerawat akan jadi susah hilang. Kulit dehidrasi, butuh proses lama untuk mengembalikan hidrasi lagi. On severe cases, kulit yang sudah “terbiasa” dengan iritan akan lebih cepat mengalami proses penuaan karena sel-sel kulit sehatnya sudah nggak dalam kondisi prima lagi untuk melakukan regenerasi.

Lalu, ingredients apa saja yang harus dihindari supaya nggak memicu iritasi? Secara umum, bahan-bahan yang berpotensi memicu iritasi pada kulit adalah alkohol, fragrance, fragrant oil, dan essential oil. Bear in mind kalau bahan-bahan ini bukan berarti 100% buruk buat kulit, seperti alkohol yang kalau digunakan dalam kadar yang cukup, bisa mengurangi minyak secara efektif untuk mereka yang punya kulit berminyak. Seperti yang saya bilang di atas juga, semua orang punya reaksi berbeda-beda terhadap bahan-bahan pada skincare, jadi kita juga punya PR sendiri untuk mengenali ingredient mana yang cocok dan nggak cocok di kulit kita.

Satu ilmu yang saya dapatkan dan selalu diingat adalah nggak semuanya yang berbahan chemical itu buruk untuk kulit dan nggak semuanya yang serba natural itu bagus. Begitupun sebaliknya, karena iritasi kulit bisa di-trigger oleh berbagai macam hal, sekalipun kamu bukan pemilik jenis kulit sensitif. I’m all for trying out new skincare every once in a while but knowing how to read the signs and when to stop will save your skin in the long run!