Kiat-Kiat & Produk untuk Mengatasi Eksema

Selama bertahun-tahun baru bulan lalu saya mengalami “serangan” eksema yang benar-benar parah. Ini yang saya lakukan untuk mengatasi eksema, dan produk-produk yang saya gunakan.

Eksema mungkin bukan kondisi yang serius tapi dalam beberapa hal bisa sangat menganggu. Baik karena kondisi kulit yang tidak enak dipandang sehingga mengganggu kepercayaan diri kita, atau dari gatal-gatalnya yang membuat kita susah fokus. Kondisi ini pun kalau sampai beranjak dewasa tidak hilang bisa dibilang akan mengikuti kita seumur hidup. Eksema tidak akan benar-benar hilang, tapi sebenarnya it’s very manageable. Saya pribadi sudah menyadari kondisi kulit saya yang kelewat kering, mudah iritasi dan gatal-gatal dari sejak saya SMP.

Selama bertahun-tahun baru bulan lalu saya mengalami “serangan” eksema yang benar-benar parah. Yang saya lakukan untuk mengatasi eksema:

Hindari Sabun dan Sampo yang Mengandung SLS

This might be the one thing that we overlook. Sodium Laureth Sulphate (SLS) adalah kandungan yang lazim sekali digunakan dalam segala jenis sabun dan sampo. Sayangnya, kandungan tersebut adalah kandungan yang dengan cepatnya mengiritasi kulit, baik kulit kering, berjerawat dan apalagi yang memiliki kondisi eksema. Setelah saya mengganti seluruh produk sabun dan sampo saya dengan yang non-SLS ternyata kulit saya tidak mudah kering dan gatal-gatal seperti dulu. Biasanya semakin kering kulit akan semakin mudah eksema ini timbul. Despite all the controversies surrounding SLS, karena saya merasakan hasil positif setelah memakai produk non-SLS dan dari beberapa teman-teman saya yang mengalami hal serupa juga merasakan manfaatnya, so I’m pretty positive that if you have eczema, best to steer clear from products with SLS in it.

Non SLS Products

 

Beberapa produk yang saya pakai saat ini adalah Goats Don’t Lie dari The Bath Box dan sabun-sabun batangan dari Vimala untuk mengganti sabun mandi dan cuci tangan, serta sampo dari Andalou Naturals yang sekarang dengan mudahnya bisa dibeli dari supermarket.

Memakai Body Oil

Salah satu hal yang gampang memicu timbulnya eksema buat saya adalah cuaca. Biasanya cuaca juga berpengaruh besar pada kondisi kulit. Apabila cuaca kering, maka kulit saya juga kering bukan main. Jadi di saat-saat seperti ini biasanya body lotion sudah tidak mempan. Baru beberapa jam di dalam ruangan ber-AC kulit saya sudah bersisik. Oleh karena itu sejak beberapa tahun yang lalu saya mengganti body lotion saya dengan body oil. Kalau sedang tidak ada masalah apa-apa alias hanya maintenance saja saya tidak begitu rewel dengan body oil yang saya pakai. Jenis apa saja saya pakai asal tidak heavily fragranced dan sebisa mungkin dari bahan-bahan natural. Memakai body oil memang agak tricky, tapi saya sudah pernah berbagi kiat-kiatnya di artikel ini.

Beberapa body oil yang saya suka beli adalah dari The Body Shop, jenis mana saja yang menarik pada saat beli. Kalau yang versi steal saya suka juga dengan Corine de Farme Body Oil yang bisa dibeli di drugstore di Indonesia. Kalau sedang ada masalah tekstur kulit pemakaian Bio-Oil akan sangat bermanfaat sekali. Tapi kalau sedang gatel-gatel parah dan eksema timbul, saya akan langsung beralih ke Virgin Coconut Oil (VCO), biasanya saya membelinya dari Blue Stone Botanicals.

VCO dikenal sebagai kandungan anti-bakteri. Nah, pada saat eksema dan kulit teksturnya sudah berubah apalagi kalau sudah melepuh biasanya ini jadi sarang bakteri-bakteri yang bisa memperburuk keadaan kulit. Pada saat inilah berguna sekali memakai VCO. Yang saya kurang suka adalah wanginya yang terlalu nutty. Kalau kulit sedang gatal-gatal, coba deh campurkan VCO dengan sedikit lavender essential oil yang membantu menenangkan kulit. Hal lain yang saya perhatikan dari cerita beberapa orang, baik dari teman saya sendiri atau cerita mengenai anaknya – adalah kecenderungan mengalami iritasi dibagian vagina. VCO ini karena kandungannya natural dan anti-bakteri bisa digunakan untuk mengatasi masalah iritasi di area tersebut.

Sedia Produk dengan Kandungan Asam Salisilat

Poin ini mungkin akan bertolak belakang dengan poin selanjutnya tapi produk-produk dengan kandungan asam salisilat akan sangat berguna. Kenapa? Karena biasanya kulit yang kering akan menyebabkan kulit kita bersisik dan kemudian mengelupas. Karena pengelupasan tersebut terjadi karena “dipaksakan” jadinya pelepasan sel kulit mati tidak sempurna. Selain itu, tekstur kulit yang tidak harus dan mungkin tersumbat dengan kotoran atau bakteri menyebabkan keadaan kulit makin parah. Untuk menembus kotoran tersebut dan membantu pelepasan sel kulit mati kita akan butuh asam salisilat. If it works to exfoliate your face it should work anywhere on your skin. Karena asam salisilat ini BHA dan oil soluble, kandungan ini mampu menembus minyak yang menutupi pori-pori. Untuk selebihnya mengenai BHA bisa dibaca di artikel ini.

Dulu, sih, saya sempat membeli body lotion dari Paula’s Choice dengan kandungan AHA atau BHA, tapi sayangnya sekarang Paula’s Choice tidak ada lagi di Indonesia. Kalau sekarang, saya bergantung pada krim yang mengandung asam salisilat yang saya dapatkan dari dermatolog di klinik Erha. Selain membantu dengan keadaan kulit saya, krim dengan asam salisilat akan membantu dengan bekas-bekas yang ditinggalkan paska eksema, which isn’t pretty at all.

Selain itu, sering juga saya dengar mereka yang memiliki eksema kulit kepalanya bersisik. Karena kulit kepala kering, sehingga cepat sekali rontok sehingga terlihat seperti panen ketombe. Nah, kondisi seperti ini bisa dibantu dengan sampo yang memiliki kandungan asam salisilat sehingga membantu pelepasan sel kulit mati lebih cepat sehingga tidak menempel di kulit kepala. Contoh-coontoh sampo yang bisa dibeli di pasaran adalah The Body Shop Rainforrest atau Kerastase Bain Exfoliant Purifiant.

Pada artikel berikutnya, saya akan membagi kiat dan produk-produk yang bisa dipakai di wajah. So stay tuned!