Mengalihfungsikan Produk-Produk Kosmetik yang Tidak Terpakai

Kosmetik adalah sesuatu yang sifatnya personal. Apa yang cocok di saya, belum tentu cocok di orang lain. Begitu juga sebaliknya, apa yang cocok di orang lain, belum tentu juga akan cocok di saya.

Saya termasuk orang yang mudah sekali tergiur kalau melihat review kosmetik yang bagus. Setiap jalan-jalan ke Female Daily Beauty Review atau baca-baca review dari beauty bloggers, pasti ujung-ujungnya belanja. Bisa ditebak lah, nggak semua produk yang saya beli tersebut cocok untuk saya gunakan. Ada pelembap yang kurang mampu melembapkan kulit kering saya, ada lipstick yang terlalu sticky dan warnanya nggak cocok, sampai foundation yang salah warna.

Kamu juga pernah mengalami hal seperti saya? Eits… Jangan dibuang dulu produk-produk tersebut, karena ada beberapa produk yang masih bisa dimanfaatkan atau dialih fungsikan.

IMG_0180Foundation yang warnanya terlalu kuning

Bisa digunakan untuk: Menetralkan BB Cream yang warnanya keabu-abuan.

Saya punya foundation yang warnanya terlalu kuning untuk kulit saya, yaitu Ofra Absolute Cover Silk Peptide Foundation No. 2. Permasalahan foundation yang terlalu kuning ini juga biasa saya alami kalau saya membeli foundation dari merk-merk lokal. Foundation yang terlalu kuning ini akhirnya saya gunakan dengan cara di-mix dengan BB Cream merk Korea yang biasanya punya grey undertone. Dan saya cukup suka dengan campuran ini, karena saya bisa mendapatkan base make up dengan hasil yang glowy ala-ala BB Cream Korea, tetapi dengan warna yang lebih masuk untuk kulit saya.

Moisturizer yang kurang melembapkan

Bisa digunakan untuk: hand cream

IMG_0184
Saya membeli Wardah Hydrating Moisturizer Cream ini karena rekomendasi dari seorang teman. Saat itu kebetulan saya sedang traveling ke luar kota dan saya lupa membawa pelembap. Segera saja saya datang ke supermarket terdekat, dan membeli moisturizer ini. Moisturizer ini cukup bagus sih, nggak menyebabkan breakout, cepat menyerap, dan nggak lengket. Saya memakainya seminggu selama saya berada di luar kota. Tapi saya merasa kemampuan moisturiser ini dalam melembapkan kulit kering saya masih kurang. Makanya setelah kembali ke Jakarta, saya kembali menggunakan moisturizer saya yang biasanya.

Daripada nggak terpakai, iseng-iseng saya menggunakan moisturizer ini untuk melembapkan telapak tangan saya. Ternyata cukup mampu melembapkan telapak tangan saya, cepat meresap, dan sama sekali nggak lengket. Kemasannya yang kecil juga bikin “hand cream” ini mudah untuk saya bawa kemana-mana.

Eyeliner pensil/gel warna hitam yang smudge dan nggak tahan lama

Bisa digunakan untuk: eyeshadow base

cats
Ini sih bukan produk eyeliner-nya yang jelek, tapi area mata saya yang memang keterlaluan berair. Saya sudah banyak sekali mencoba eyeliner gel atau eyeliner pensil, dari yang murah sampai yang harga ratusan ribu, nggak ada yang bisa bertahan lebih dari setengah jam di area mata saya. Pasti setelah setengah jam, bagian bawah mata saya akan tampak hitam seperti panda.

Eyeliner pensil dan gel yang saya punya tersebut akhirnya saya pergunakan untuk eyeshadow base, bila saya sedang ingin menggunakan eyeshadow berwarna gelap. Tahu NYX Jumbo Eye Pencil yang warna Black Bean, kan? Produk tersebut terkenal karena sering digunakan oleh banyak beauty guru sebagai eyeshadow base, yang mampu membuat eyeshadow warna gelap jadi lebih intens warnanya. Nah, eyeliner pensil dan gel ini saya pergunakan persis seperti itu. Saya oleskan di lid mata, lalu saya baurkan menggunakan dengan jari tangan.

Matte lipstick yang tidak nyaman di bibir

Bisa digunakan untuk: cream blusher

IMG_0161IMG_0163Saya membeli LA Colour Pout Lip Gloss Matte ini karena tergiur harganya yang super murah dan warna pink-nya yang sangat cantik. Tapi ternyata formulanya lengket dan nggak nyaman banget di bibir. Akhirnya saya pergunakan saja sebagai cream blush-on. Caranya cukup letakkan satu atau dua titik di apple cheeks, lalu segera baurkan ke arah belakang dengan menggunakan jari. Setelah itu, set dengan bedak tabur di atasnya.

Bila dipergunakan sebagai blush-on, lipstik ini sama sekali nggak terasa lengket dan tahan lama. Tapi cara ini nggak saya rekomendasikan untuk kamu yang punya kulit sensitif dan acne prone, ya.

Concealer yang formulanya terlalu kering

Bisa digunakan untuk: eyeshadow primer

Siapa yang ikutan beli LA Girl PRO Conceal karena tergoda review-nya yang bagus dimana-mana? Nah, saya pun juga. Hampir semua beauty guru merekomendasikan produk ini sebagai cheap but great concealer. Saya bahkan belum pernah menemukan bad review mengenai concealer yang satu ini. Sayangnya concealer ini nggak berkerja dengan baik di kulit saya. Concealer ini malah menegaskan garis-garis halus pada undereye area saya. Dan bila saya gunakan untuk menutup jerawat atau bekas jerawat, produk ini malah menggumpal dan mengering di area tersebut.

Tapi ternyata produk ini bekerja cukup baik di saya sebagai eyeshadow primer. Cukup gunakan sedikit pada lid mata, dan “eyeshadow primer” ini akan membuat warna eyeshadow lebih keluar, tahan lama, dan nggak cepat creasing.