3 Hal Nyebelin Saat Belanja Makeup di Instagram

Walaupun praktis, tiga hal ini kadang bikin saya malas belanja makeup di Instagram. Ada yang pernah kamu alami?

Sudah nggak terhitung sih, berapa jumlah  makeup yang saya beli online, terutama dari seller Instagram. Selain praktis, dalam soal makeup juga pasti keep up dengan trend, dan tentunya harganya cenderung lebih murah. It’s like the best thing since sliced bread. Tapi, pernah nggak sih kamu ada komplain soal online shop Instagram? Saya ada banget! Walau nggak sering, tiga hal ini bisa jadi deal breaker bagi saya.

Baca juga: Pintar Membeli Kosmetik Share in Jar

online-shop-instagram

Nggak Mencantumkan Harga

Mungkin, sejumlah seller nggak mencantumkan harga karena takut kurs dolar berubah. Jadi, dia akan menghitung lagi harga barang setiap ada pertanyaan dari customer. Kalau item-nya yang mahal seperti lipstick Burberry atau skincare import, masih masuk akal ya. Tapi kalau barangnya macam makeup drugstore US, dan harus pake nanya dulu? Duh rasanya males, deh. Kalau udah ketemu yang model gini, biasanya sih saya langung cus cari seller lain.

Status Barang Nggak Update

Ini baru terasa lagi sama saya beberapa hari lalu. Jadi nih, saat orang lain pada naksir palet Anastasia Beverly Hills Modern Renaissance, saya justru masih nyangkut di palet ABH Self Made yang sudah lebih dulu keluar sekitar tahun lalu. Nggak heran kalau nggak banyak seller IG yang masih punya palet ini.

Baca juga: Tips Membuka Online Shop dari Crownbox

Dari beberapa seller yang saya temui dari cara search tags, saya ketemu satu seller yang masih punya ABH Self Made Palette. Postingannya pun masih belum lama tanggalnya. Saya lihat harganya oke, langsung dong saya pingin beli. Eh ternyata, barangnya udah sold out :( Iiih…Memang nggak bisa di-delete aja gambarnya?

Di lain sisi, banyak seller yang suka pasang notifying post, “Jangan tanya stok selain yang ada di sini!” atau “Tidak menjawab komen soal stok.” di lapak mereka. Kalau begini caranya, kan akan lebih enak para seller ini menulis di bio “Sold=Delete” dan update post IG mereka sesuai ketersediaan barang.

Slow Response

Yang saya maksud slow di sini adalah japri WA atau LINE baru dibalas bangsa satu jam kemudian, bahkan lebih. Kadang saya sampai lupa tuh, kalau habis ngontek online shop saking lamanya. Hmm entah letak masalahnya memang banyak message yang harus ditanggapi, atau admin-nya kurang, I think customer berhak mendapat respon segera selama mereka mengikuti operational hours yang biasanya sudah ditentukan seller.

Again, untungnya isu-isu ini nggak terlalu sering sih saya alami. Lucunya, sekalinya kejadian, hasil ke-kepo-an saya berujung pada bukti-bukti bahwa pengalaman serupa juga dialami banyak customer lain dari seller IG yang bersangkutan.

Mana nih, yang paling sering kamu alami?