Kypris Heliotropic, Sunscreen Natural Sekaligus Face Primer

Di Wednesday Wishlist kali ini, saya lagi pingin mencoba Kypris Heliotropic. Selain bisa jadi primer, bahan sunscreen ini juga ramah kult sensitif.

Kypris adalah salah satu merek natural skincare yang saya sukai, terutama karena produk Clearing Serum-nya sukses banget mengatasi jerawat-jerawat kalau lagi PMS. Jadi setiap ada produk baru dari Kypris, saya langsung jelalatan ingin coba. Sempat sih tergoda Kypris Cleanser Concentrate, tapi kok mengingat ukurannya yang cimit banget, harganya yang USD 64 itu seperti tidak justified sama sekali! Jadilah saya move on ke produk berikutnya yaitu Kypris Heliotropic, produk tabir surya dan primer sekaligus. Penasaran, kan?

Kypris Heliotropic

Apa sih Kypris Heliotropic? Ini adalah produk multifungsi yang berfungsi melindungi kulit dari radiasi sinar UV baik UVA dan UVB.  Produk ini didaulat aman buat mereka yang memiliki kulit sensitif karena menggunakan zinc oxide sebanyak 20% untuk memberikan proteksi terhadap sinar UV dan akibat-akibat buruk yang disebabkan oleh radiasinya. Kandungan ini katanya sih tidak mengiritasi kulit, sehingga untuk mereka yang memiliki kulit sensitif dan bereaksi terhadap pemakaian tabir surya, ini bisa jadi alternatif yang bagus.

Kypris Heliotropic juga dilengkapi dengan probiotics dan sea algae yang berfungsi untuk memberikan hidrasi pada kulit. Selain itu ada juga kandungan chapparal yang ternyata memiliki fungsi mirip kandungan anti-oksidan yang berguna untuk menangkis pengaruh-pengaruh buruk dari radiasi sinar UV terhadap kulit. Seems like it’s really a multi purpose product, isn’t in?

Kandungan tabir surya yang dipakai pun bukan partikel nano; ini bisa jadi pro atau kontra. Jeleknya produk tabir surya yang tidak menggunakan partikel nano adalah susah blend in dengan warna kulit dan kalaupun iya, butuh waktu lama. Positifnya? Kalau kalian termasuk yang concern akan nano particles sunscreen produk ini bisa jadi pilihan. Kenapa, sih, tabir surya dengan kandungan partikel nano ini menjadi concern banyak orang? Ternyata, banyak yang menilai bahwa kecilnya partikel nano bisa membuat partikel tersebut menembus kulit dan mempenetrasi sampai ke organ-organ dalam tubuh dan meningkatkan risiko terkenanya kanker.

Tapi, seperti yang saya kutip dari Cancer Council Australia, “Proving a negative’ is extremely difficult.” Kalau saya pribadi, sih, memang fans garis keras tabir surya dengan partikel nano karena enak sekali dipakai. Tapi kalau ternyata ada produk tabir surya dengan partikel bukan nano dan ternyata bagus, kenapa nggak? Untuk selengkapnya, bisa baca artikel ini dari Cancer Council Australia untuk memperkaya informasi mengenai tabir surya dengan partikel nano.

Harga produk ini sendiri USD 68 *gasp*. Saya tertarik produk ini karena natural dan tidak menggunakan partikel nano tadi, karena kalau kulit sedang berulah ternyata tabir surya adalah salah satu produk yang menyebabkan reaksi negatif. Tapi saya jadi mikir-mikir juga, sih, mengingat ulasan tentang produk ini masih belum bisa ditemui dan juga harganya mahal! Bagaimana menurut kalian? Is it worth to buy or not?