Serba-Serbi Kondisi Kulit Eksema

Eksema biasanya menyerang anak kecil, tapi tidak menutup kemungkinan tidak hilang hingga beranjak dewasa. Yuk, pahami kondisi kulit eksema lebih lanjut.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengalami kondisi kulit yang disebut eksema. Ini bukan hal baru untuk saya atau keluarga saya karena anak saya lumayan sering terkena serangan eksema tersebut. Tapi kali ini bisa dibilang lumayan parah karena tidak segera hilang dalam beberapa hari dan gatalnya luar biasa. Sampai-sampai saya pikir ini keringet buntet atau prickly heat rash yang menjadi karena saya garuk terus.

Saya sempat post foto kondisi kulit saya saat itu di akun Instagram saya dan ternyata banyak sekali yang komen dan juga mengirimkan message langsung ke saya sharing mengenai kondisi serupa. So I thought I wanna share my experience with you. Saya mulai dulu dengan artikel pertama yaitu artikel perkenalan mengenai eksema.

Screen Shot 2016-09-01 at 2.10.08 AM

Apa Itu Eksema dan Apa Penyebabnya?

Eksema atau juga yang sering disebut sebagai eksim atau dermatitis menurut WebMD biasanya adalah kondisi kulit turunan yang bisa disebebakan oleh gen tertentu yang menyebabkan kulit menjadi ekstra sensitif. Namun demikian, faktor imun yang terlalu aktif bisa juga menjadi faktor atau kerusakan pada benteng pertahanan kulit.

Eksema sendiri adalah kondisi di mana terjadi perubahan pada permukaan kulit yang menyebabkan perubahan pada pola kulit dan terjadinya peradangan. Orang-orang yang mengalami eksema berisiko lebih tinggi terkena asma atau hay fever.

Eksema biasanya menyerang bayi dan anak kecil, di mana kebanyakan akan hilang seiring bertambahnya usia. Tapi tidak menutup kemungkinan eksema tersebut tidak hilang hingga beranjak dewasa ataupun orang dewasa mengalami eksema.

Apa Saja Gejala Eksema?

Biasanya perubahan tersebut langsung terlihat secara kasat mata melalui gejala-gejala seperti kulit yang memerah, bersisik, kering, penebalan pada kulit dan juga kulit yang mulai muncul gelembung kecil yang berisi cairan dan melepuh. Biasanya eksema bisa menimbulkan rasa gatal dan bisa juga tidak. Tapi biasanya sebelum ruam muncul, akan timbul gatal-gatal dan semakin lama gatalnya akan semakin hebat.

Gejala tersebut biasanya muncul di area lengan dan kaki. Terutama di area-area seperti siku, pergelangan tangan, belakang lutut, pergelangan kaki, leher dan wajah. Nah, yang paling terakhir ini yang paling membuat panik biasanya!

Faktor Apa yang Dapat Menyebabkan Kondisi Tersebut Muncul?

Eksema biasanya dipicu dari faktor-faktor eksternal seperti kondisi udara baik udara dingin yang menyebabkan kondisi menjadi kering ataupun panas yang menyebabkan kita berkeringat berlebihan. Dalam kasus saya pribadi, episode eksema hebat terakhir ini muncul karena kondisi Jakarta yang tiba-tiba panas tidak karuan sampai-sampai katanya berasa seperti 40 derajat celsius!

Kalau anak saya, biasanya apabila ada kondisi cuaca yang terlalu dingin atau kering langsung kulitnya kering dan bersisik. Nggak usah jauh-jauh keluar negeri di saat musim dingin, liburan ke Malang saja yang cuacanya jauh lebih kering dan dingin dari Jakarta kondisi tersebut muncul. Jadi, jangan anggap remeh perubahan cuaca.

Penggunaan baju dengan bahan wol atau sintentis yang menyebabkan iritasi pada kulit bisa juga, lho, memicu eksema muncul. Saya sendiri sudah dari lama terutama menghindari pakaian dalam yang komposisi bahan sintetisnya terlalu banyak dan lebih memilih pakaian dalam yang terbuat dari katun. Karena, gatal-gatal tersebut bisa menyerang kulit bagian mana saja termasuk daerah kewanitaan.

Selain itu, penggunaan sabun dan deterjen yang mengandung iritan, biasanya di antara lain karena adanya kandungan SLS adalah pemicu umum tapi sering tidak kita sadari munculnya eksema. Jadi, sebisa mungkin hindari sabun cuci tangan, mandi dan wajah yang mengandung SLS atau bahan-bahan iritan lainnya.

Stres dan pola makan juga bisa memicu timbulnya eksema. Singkat kata, jika kalian menderita eksema, kenali apa faktor paling besar yang menimbulkan munculnya kondisi tersebut. Biasanya ada satu faktor utama yang paling mempengaruhi pada orang tertentu.

Untuk saya dan anak saya, perubahaan cuaca lebih berpengaruh ketimbang makanan atau stres. Tapi apabila tekanan pekerjaan terlalu berat, bukan tidak mungkin tiba-tiba kulit saya jadi “ajaib”.

Perawatan 

Eksema sebenarnya akan hilang dengan sendirinya. Yang terpenting adalah pastikan area tersebut bersih dan terhidrasi dengan baik. Pada kondisi-kondisi tertentu, bisa memakai krim dengan kandungan asam salisilat untuk membantu regenerasi sel kulit sehingga tidak terjadi penebalan kulit dan juga krim steroid untuk mengobati kondisi tersebut, namun sebisa mungkin saya menghindari pemakain krim steroid.

Selain itu, dokter biasanya juga akan meresepkan obat untuk mengatasi alergi apabila dirasa perlu. Nah, di artikel selanjutnya saya akan berbagi kiat-kiat dalam menghadapi kondisi tersebut dan produk apa saja yang bisa dipakai.