Wednesday Wishlist: Skincare Anti Aging Lokal

Saya sudah pakai tretinoin sih, tapi tergiur juga mencoba skincare anti aging yang lebih eksotis! Produk-produk skincare anti aging lokal ini yang lagi saya lirik.

Kalau nyebut nama Paris Hilton, saya bakal ingat dua hal. Pertama, lagu Stars Are Blind, that used to be my guilty pleasure. Kedua, statement Mbak Paris di hampir setiap interview yang membahas beauty, kalau tips kecantikan terbaik yang dia dapat dari ibunya adalah agar pakai produk anti aging sedini mungkin. Yup, Paris dan Nicky Hilton sudah pakai produk anti aging sejak umur 17!

Sebagai bagian dari treatment jerawat dulu saya sudah pakai tretinoin sih. Mungkin kamu sudah tau juga kalau tretinoin dan turunannya juga sangat direkomendasikan sebagai produk anti-aging. Saya masih pakai sampai sekarang, every night, dan masih belum ada rencana berhenti. Tapii saat bosan melanda, ya tetap lirik-lirik produk anti aging lain yang bahan dan packaging-nya lebih eksotis LOL. Apalagi di usia 24 jalan 25 ini, kayakya memang sudah waktunya mulai membagi perhatian ke concern anti aging.

Sorry to say, produk anti-aging dari brand komersil masih banyak yang dominan mengandung filler ingredients yang nggak terlalu penting. Walau bukan berarti mereka jelek, ya. Namun di Wednesday Wishlist ini saya fokus pada produk anti aging lokal berbahan natural dari brand indie yang saya taksir.

elemi-the-bath-box

 

Image: The Bath Box

1. The Bath Box Elemi (Rp199.000,-)

Elemi ini adalah salah satu facial oil dari The Bath Box. Saya nggak tahu sih kenapa Elemi dipilih jadi nama produk ini, karena kandungan elemi oil sendiri nomor dua dari belakang di daftar komposisi. Buat kamu yang belum familiar, elemi adalah jenis tumbuhan dari Filipina yang bisa membantu kekencangan, kekuatan, dan produksi kolagen kulit.

Bahan aktif yang ada di produk TBB ini sendiri adalah Q10 (Ubiquinone), yang bikin saya ingat sama line skincare Nivea beberapa tahun lalu. Q10 bahasa awamnya adalah energi di lapisan kulit yang semakin tua, jumlahnya semakin sedikit. Padahal Q10 ini fungsinya melindungi kulit dari photoaging. Sebagai carrier untuk bahan aktif ini, The Bath Box Elemi menggunakan oil seperti minyak argan dan safflower. Satu yang bikin saya ragu adalah kandungan shea butter, yang walaupun melembapkan, tingkat comedogenic-nya cukup tinggi. Agak seram buat kulit saya yang clog prone :( Having said that, kayaknya Elemi ini lumayan bagi yang baru mau coba menggunakan produk anti-aging.

 

anti-aging-bagus-lokal-sensatia

 Image: Sensatia Botanicals

2. Sensatia Botanicals Anti-Wrinkle Serum for 20+

Editor FD sering banget dapat pertanyaan, produk anti-aging seperti apa sih yang cocok buat umur 20-an? Nah, mungkin kamu bisa coba produk Sensatia Botanicals yang satu ini. Walau namanya Anti-Wrinkle, tapi ditujukan spesifik untuk umur 20-an. Versi umur 30, 40 dan 50-an nya juga ada. Semuanya memiliki komposisi pure natural oil, hanya dengan beberapa jenis atau urutan oil yang berbeda.

Komposisi dari Sensatia Botanicals Anti-Wrinkle Serum for 20+ sendiri adalah:

Prunus Armeniaca (Apricot) Kernel Oil, Hippophae Rhamnoides (Seabuckthorn) Oil, Citrus Aurantium (Neroli) Flower Oil, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Triticum Vulgare (Wheat) Germ Oil, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Foeniculum Vulgare Dulce (Fennel) Oil, Tocopherol (Vitamin E), Matricaria Chamomila (Chamomile) Oil, Schizandra Chinensis Fruit Extract, Daucus Carota (Carrot) Seed Oil.

Secara singkat, saya mau bahas tiga komposisi utamanya. Apricot oil punya fungsi menutrisi dan balancing. Cocok nih bagi yang punya kulit berminyakSeabuckthorn oil kaya antioksidan, dan neroli terkenal sebagai natural fragrance yang nggak hanya wangi, tapi juga punya efek relaxing. Not bad, eh? :D

Mau coba juga? Just make sure dengan bahan-bahan natural ini (just like with any skincare, actually) lakukan dulu patch test agar kamu tahu apakah kulit kamu bisa “akrab” dengan produk-produk botanical based. Dan jangan lupa, kalau mau lihat hasil pemakaian produk natural memang harus sabar :)