Plester Jerawat Benar Ampuh atau Percuma?

Plester jerawat sekilas terlihat seperti solusi jerawat yang oke banget. Apa benar demikian? Ini pengalaman saya.

Dulu pernah ada pembaca yang komplain sama artikel saya, karena membahas produk yang nggak ada value kekiniannya. Padahal, artikel itu memang bukan ditujukan untuk jadi news, dan nggak sekalipun saya bilang “Ini dia trend terbaru!”. Kenapa saya ngomongin ini, karena belum lama YouTuber kondang Tina Yong bikin video pengalamannya mencoba plester jerawat untuk pertama kali. Perlu nggak yaa saya komen “Tina, basi banget sih!”? LOL, just kidding.

Walau bukan barang baru, segala produk yang mengklaim bisa menghilangkan jerawat pasti bakal terus dicari orang, secara nggak ada, kan, istilah “lagi musim jerawat” macam “lagi musim liquid lipstick lokal:D Di belahan dunia ini, saat ada orang yang bebas dari masalah jerawat, pasti ada yang baru dimulai pertarungannya. Tsaah.

plester-jerawat-1

Nah, review Tina Yong sendiri banyak tapinya. Menurut dia, pimple patch nggak membantu banyak, tapi bisa jadi karena dia juga baru satu setengah hari memakai produk itu.  Ini sih bagian yang paling bikin saya gatel. Karena, produk pimple patch sendiri selalu memberi klaim ajaib “jerawat hilang seketika” atau “jerawat tuntas dalam 8 jam”. Memang sih, namanya marketing pasti ada unsur exaggerating. Tapi tetap aja hasil pemakaian plester jerawat, at least based on my own experience, jauh banget dari klaim-klaim tersebut.

In case you don’t know, plester jerawat dibuat dari bahan hydrocolloid, yang sering digunakan juga di rumah sakit untuk melindungi luka. As pimple patch, plester ini harus digunakan menutupi jerawat sekitar delapan jam, dan cara kerjanya adalah menyerap cairan/ pus jerawat sehingga jerawat cepat kempes. Bebarapa merek stiker jerawat yang bisa didapat di Indonesia adalah Nexcare Acne Cover, COSRX Acne Pimple Master Patch dan keluaran drugstore Century.

Pertama, jangan harap kalau jerawat cystic atau yang belum keluar matanya bakal bereaksi terhadap stiker jerawat. Stiker ini hanya membantu jerawat yang sudah keluar matanya. Dari pengalaman saya sendiri, setelah dipakai semalaman, hanya bisa mengeluarkan sedikit banget pus. Like, sedikit, ba-nget. Saya pun paham saat membaca sebuah review yang bilang kalau stiker jerawat itu baru manjur ngeluarin isi jerawat yang sudah pecah (gross, sorry) karena memang daya sedotnya nggak seberapa. Kedua, melepas stiker ini tuh sakit! Tapi saya ketemu trik untuk mencegah sensasi sakit ini, yaitu dengam menempel stiker di tangan sebelum ditempel ke jerawat. Jadi, sebagian lemnya sudah terbuang.

Namun tiker jerawat ini tetap ada nilai plus nya kok. Jerawat jadi terlindung dari kotoran atau tangan usil, namun tetap mendapat sirkulasi udara. Himbauan saya sih hanya jangan harap ini jadi solusi mumpuni untuk jerawat kamu. Daripada nunggu jerawat mateng agar bisa diplesterin, bukan lebih baik pakai obat jerawat dengan bahan aktif saat jerawatnya baru terasa akan muncul? So far review terbaik saya lihat banyak didapat stiker jerawat COSRX, yang katanya hanya dalam beberapa jam sudah kelihatan hasilnya. Mungkin kamu mau coba? Share yaa pengalaman kamu menggunakan plester jerawat.