6 Cowok Jakarta Bicara Makeup: Apa Kata Mereka?

What a time to live in because Indonesia’s beauty industry is growing really quickly. Industri kecantikan di Indonesia sedang naik-naiknya dan nggak cuma mempengaruhi cewek-cewek, tetapi juga cowok-cowok!

Dari meme-meme foto alis yang beredar di Instagram, sampai fenomena lipstick 50 ribu vs 500 ribu, bisa dibilang kalau sekarang nggak cuma cewek-cewek saja yang ngeh dengan macam-macam beauty trend. Makeup sudah ada dari zaman baheula, namun seiring dengan perkembangan pop kultur yang didukung oleh social media, makeup has now become a public consumption.

Bicara makeup dengan sesama beauty enthusiast seperti anak-anak FD tentu sudah biasa, tapi kalau ngobrolnya sama orang-orang yang nggak berminat sama sekali pada makeup, or better yet, cowok-cowok yang jelas-jelas nggak pakai makeup dan hanya bisa jadi pengamat selalu bisa memberikan insight baru buat saya. Kadang penasaran juga, apa sih, yang ada di benak mereka kalau ngomongin topik yang lekat banget sama dunia perempuan ini?

Di sini saya mewawancarai enam orang teman saya dan meminta opini mereka terhadap anggapan-anggapan dan stereotip seputar cewek-cewek dan makeup. Tahu kan, teori-teori semacam “men prefer women with less makeup” dan kawan-kawannya? Yup, that kind of statements. Pasti kamu sudah nggak asing lagi, kan.

Sebelum masuk lebih jauh ke artikel, saya mau membuat disclaimer bahwa di sini saya nggak berusaha “mengarahkan” kalau makeup yang bagus untuk cewek-cewek menurut cowok adalah makeup yang seperti A, atau supaya lebih dilirik cowok, cewek-cewek harus pakai makeup seperti B. Siapa juga sih, yang mau didikte oleh laki-laki soal cara pakai makeup? Saya sih nggak mau ya, sama aja kayak minta diajarin main bola ke orang yang nggak ngerti bola. :p

Wawancara ini tentu sifatnya santai dan nggak ditujukan untuk menyudutkan siapa-siapa. I simply want to hear another point of view of a subject I love the most and it’s really refreshing to see their varying answers.

Let me introduce you to them first, come meet Deri, Dirga, Samudro, Tigor, Ipang, and Samu.

Screen Shot 2016-09-01 at 3.40.47 PM-sideDeri (24) Dokter | Dirga (23) Mahasiswa
Screen Shot 2016-09-01 at 3.42.58 PM-side
Samudro (23) Digital Marketer | Tigor (23) Karyawan Swasta
Screen Shot 2016-09-01 at 6.45.38 PM-sideIpang (25) Musisi | Samu (24) Musisi

Teori #1: Cowok Lebih Suka Cewek yang Nggak Makeup-an

Deri: Setuju. Karena tanpa makeup cewek lebih terlihat natural dan jadi dirinya sendiri. Tapi ini juga tergantung situasi dan kondisi sih.

Ipang: Setuju. Depends on the occasion juga sih sebenernya, tapi kalo makeup-an-nya lebih jarang daripada nggak makeup-an, buat gue lebih menarik.

Samudro: Setuju, karena cewek yang nggak makeup-an terlihat cantik alami. Tapi mungkin untuk acara tertentu ya nggak apa-apa pake makeup, tapi nggak usah berlebihan, hahaha.

Tigor: Nggak setuju. Emang bener sih, cewek yang nggak makeup-an itu cantiknya mungkin terlihat lebih natural. Tapi bagaimana pun cowok pasti akan lebih suka lagi kalo cewe tersebut menggunakan makeup yang simple dan bisa membuat dia terlihat lebih cantik, kayak pake lip cream atau alis. Pada dasarnya kan, makeup fungsinya emang membuat cewe jadi terlihat lebih cantik. Jadi kalo ngga makeup-an aja udah cantik, makeup yang simple aja kenapa ngga? Pasti akan lebih cantik kan.

Dirga: Tergantung situasi sih. Kalo di acara formal atau kawinan gitu ya wajar-wajar aja pake makeup. Cuma kalo buat sehari-hari mungkin nggak wajib kali ya. Karena kayaknya kita jadi nggak bisa tau muka aslinya kalo makeup-an terus. Tapi gue pribadi suka kok sama cewek yang jago makeup. Itu kan skill tersendiri yang nggak semua cewek bisa lakuin, jadi menurut gue lebih atraktif aja.

Samu: Kurang setuju, karena tergantung dari cewenya juga. Ada aja cewe yang pake makeup malah kelihatan jadi berlebihan which means she is already good looking as it is. Anyways, menurut gue makeup itu buat mempercantik yang udah cantik jadi mau pake makeup atau nggak pun sebenernya sama aja.

Teori #2: Cewek yang Pake Makeup Itu Seperti “Membohongi” Dirinya Sendiri

Deri: Nggak setuju. Meskipun sebelumnya gue bilang cewek tanpa makeup bisa menjadi dirinya sendiri, tapi bukan berarti mereka membohongi diri sendiri juga kalau pake makeup. Kondisi sosial yang ada sekarang kan secara nggak langsung mendorong cewek-cewek untuk ber-makeup, jadi ya gue nganggepnya ini suatu bentuk penyesuaian sosial aja sih. Itu juga nunjukin kalo mereka peduli dengan diri mereka kan, jadi ya nggak ada salahnya.

Ipang: Setuju. Ada benernya juga, intinya kan supaya terlihat beda dari yang sebenarnya. Kalo udah berbeda dari yang sebenernya ya ada bau-bau bohongnya juga. Tapi bohong yang masih termaafkan kok, mungkin case ini bisa jadi salah satu contoh ‘white lies’. :D

Samudro: Nggak setuju, terlalu kasar kayaknya kalo dibilang “membohongi”. Menurut gue cewek-cewek makeup-an untuk terlihat lebih cantik aja, toh padahal mereka udah cantik dari sananya, hehehe.

Tigor: Nggak lah. Emang sih, sekarang ini lumayan banyak cewek yang suka berlebihan kalo makeup, bikin penampilannya jadi berubah drastis gitu. Tapi itu pun bukan berarti mereka “membohongi” dirinya sendiri menurut gue.

Dirga: Nggak sih gue rasa. Pake makeup itu normal banget kok buat cewek, ya kayak fashion aja gitu. Perlu untuk waktu-waktu tertentu dan nggak membuat cewek itu jadi membohongi siapa-siapa. Soal membohongi itu ya sebenernya lebih ke pribadi cewek itu sendiri, dia orangnya hipokrit apa bukan. Nggak ada hubungannya sama makeup.

Samu: Nggak kok. As I stated earlier, make up itu buat mempercantik yang udah cantik, jadi sebenernya untuk enhancing the looks aja. It’s not much of a problem for me sampai gue bisa bilang kalo pake makeup itu ngebohongin diri sendiri. Terlalu berlebihan menurut gue.

Teori #3: Cewek Harus Pakai Makeup di Kantor Supaya Terlihat Lebih Profesional

Deri: Setuju. Makeup adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan salah satu bentuk usaha cewek untuk tampil dengan baik di kantor. Buat gue, itu menandakan kalo dia menghargai pekerjaannya, and that’s professionalism!

Ipang: Nggak juga, ah. Sepertinya profesionalitas nggak bisa dilihat dari segi cewek itu pake makeup atau nggak. Masih banyak hal yang jauh lebih bisa dinilai buat jadi indikator profesionalitas, misalnya sekeren apa kinerjanya terhadap job desc nya di kantor.

Samudro: Setuju, untuk keadaan tertentu memang lebih baik seperti itu atau mungkin aja karena pake makeup malah bisa ningkatin kepedeannya kan?

Tigor: Setuju. Menurut gue makeup bisa banget bikin cewek jadi terlihat lebih profesional di lingkungan kerja. Karena gue merasa banyak banget cewek-cewek dikantor gue yang mukanya imut-imut dan childish gitu. Jadi lebih berwibawa aja kalo pake makeup di kantor.

Lagipula kan mayoritas aktivitas kantor itu dari pagi sampai sore ya, jadi menurut gue selain membuat cewek jadi terlihat lebih professional dan berwibawa, makeup juga bisa membantu cewe terlihat fresh selama bekerja.

Dirga: Nah, ini juga tergantung kultur di kantornya gimana. Kalo kayak jurnalis Tempo gitu misalnya, kan kayaknya nggak wajib ya, makeup-an. Tapi kalo kerjanya kantoran atau korporat gitu gue rasa emang perlu. Cowok-cowok kan juga gitu, kalo mau meeting sama orang penting kan biasanya shaving, atau pake pomade. Basisnya sih sama, untuk terlihat rapi dan presentable. Barang yang dipake aja yang beda.

Samu: Setuju. Kalo kita liat dunia kerja sekarang ini ya memang seperti itu sih. Bukan berarti bahwa makeup jadi sebuah keharusan tapi menurut gue itu udah jadi budaya kalo kita udah masuk ke dunia kerja ya kita harus dandan. Nggak cewek nggak cowok. Supaya lebih kelihatan serius sama pekerjaannya juga sih. Jadi menurut gue itu bukan keharusan tapi diperlukan for professional reasons.

Teori #4: Cewek Pakai Makeup untuk Membuat Cowok Terkesan

Deri: Nggak ah, cewek pake makeup itu menurut gue lebih untuk dirinya sendiri kok. Supaya lebih pede dan tampil lebih baik. Sama sekali bukan buat bikin cowok atau bahkan sesama cewek terkesan.

Ipang: Nggak setuju. Sepengetahuan gue sih, cewek-cewek pake makeup ya untuk dirinya sendiri, atau untuk menghormati siapa yang akan ditemuinya, misalnya ke pesta pernikahan rekan atau sahabatnya. Tapi kalo emang ada yang alasannya sebatas pingin bikin cowok terkesan, salah manuver deh, kayanya. Cowok lebih terkesan sama personality kok, dibanding ‘topeng’ yang dikenakan.

Samudro: Nggak setuju. Gue pribadi lebih bisa terkesan sama cewek yang tampil apa adanya aja, dan kayaknya cewek juga makeup untuk diri mereka sendiri deh, bukan buat cowok-cowok.

Tigor: Kayaknya nggak, deh. Menurut gue semua manusia itu ingin tampil sebaik mungkin dan akan merasa senang kalo mereka terlihat rapi. Jadi ya bagi gue cewek pake makeup bukan semata-mata untuk membuat cowok-cowok terkesan aja, tapi karena emang cewek ingin terlihat lebih cantik in general.

Di lain pihak, cowok juga pasti suka untuk tampil sebaik mungkin, nah kalau cewek caranya dengan makeup kalau cowok kan bisa dengan pakai baju yang bagus, atau olahraga biar badannya jadi lebih fit. Itu kan juga karena cowok ingin tampil sebaik mungkin, dan sama aja seperti cewek, mereka ngelakuin hal itu bukan cuman karena ingin membuat cowok terkesan doang.

Dirga: Nggak bias gender gitu sih menurut gue. Semua orang pasti mau terlihat bagus di depan siapapun, nggak harus ke lawan jenis. Seenggaknya nyamain peer group-nya lah, tapi bukan buat nampang-nampang ke cowok. Lagipula gue sebagai cowok nggak akan naksir sama cewek karena menurut gue “makeup-nya bagus.” Hahaha

Samu: Setuju. Mungkin memang agak bias sebenarnya cuma menurut gue cewek itu pake makeup untuk terlihat lebih cantik. Dan ketika mereka memilih untuk terlihat lebih cantik, tujuannya adalah untuk stand out amongst others. Kalo emang ceweknya pinter makeup dan dia jadi terlihat sangat cantik yang tertarik pasti nggak cuma cowok, cewek juga lah. Dan kalo untuk menarik perhatian cowok menurut gue sah-sah aja. Why not? Kalo ceweknya single kenapa nggak mencoba untuk terlihat menarik?

Teori #5: Cewek yang Nggak Makeup-an Lebih Real dan Apa Adanya

Deri: Setuju. Kembali hal ini disesuaikan lagi dengan situasi, karena nggak makeup-an bisa dia emang cuek atau kondisinya nggak memungkinkan. Pada dasarnya cewek yang smart dan punya inner beauty bisa kok tampil berkesan tanpa makeup. Makeup merupakan alat pendukung aja yang digunakan aja untuk menambah kepercayaan diri.

Ipang: Setuju. Dan kalo gue sih, jadi lebih bikin penasaran.

Samudro: Setuju, karena memang cewe yang nggak makeup-an lebih cantik alami. Yaa tapi real atau nggaknya nya cewek kan nggak bisa langsung dilihat dari dia pake makeup atau enggak, soalnya kan dilihat dari perilaku dan hatinya juga.

Tigor: Nggak setuju. Bukan berarti dengan pake makeup cewek itu jadi nggak real atau apa adanya. Semuanya balik lagi ke pribadinya masing-masing dan kita nggak bisa nentuin seberapa real seorang cewek hanya berdasarkan makeup yang mereka pake. Lagipula kan cewek juga nggak makeup-an setiap saat, kalo lagi pengen makeup-an ya pake, kalo enggak ya enggak. Nggak bisa dijadiin tolak ukur real atau enggaknya.

Dirga: Nggak bisa digeneralisir kayak gitu sih menurut gue. Gue banyak kok kenal cewek yang suka makeup tapi tetep tahu jati dirinya, apa yang mereka pengen, dan mimpi-mimpi apa yang ingin dicapai. Makeup nggak men-define seseorang ataupun karakternya kok.

Samu: Bisa jadi. Mungkin kalo menurut gue bukan lebih real dan apa-adanya ya, a little bit more simple would be the word of my choice. Karena menurut gue, doing a make up takes time and effort. Mungkin aja si cewek lebih nyaman untuk keluar tanpa makeup karena memang dia nggak biasa pake makeup atau memang males ribet aja. Cuma menurut gue, nowadays it’s kinda hard to find a girl that’s good looking that doesn’t wear make up when she goes out. Kalo pun pake makeup ya paling cuma tipis-tipis dan nggak terlalu overdoing it sih.