Masker untuk Kulit Berminyak yang Sangat Terjangkau!

Punya kulit berminyak dan masih mencari masker wajah yang tepat? Coba produk yang satu ini, mungkin bisa mengatasi problem minyak berlebih di wajah. 

Salah satu masker yang paling banyak diulas di Female Daily adalah masker keluaran Himalaya Herbals yaitu Purifying Neem Mask dan Clarifying Mud Mask. Alasannya simpel, kedua masker ini gampang banget ditemukan di drugstore dan supermarket besar, harganya murah dan daya kerjanya nggak main-main.

Waktu sedang hunting produk skincare drugstore untuk video Skincare 101, saya iseng membeli Himalaya Clarifying Mud Mask, karena setelah saya baca-baca, yang Neem lebih cocok untuk kulit yang acne-prone yang artinya kurang sesuai sama jenis kulit saya. Clarifying Mud Mask sendiri merupakan masker untuk kulit berminyak dan harganya sekitar 30 ribu untuk tube berukuran 100 ml.

Kalau kalian buru-buru mengernyitkan dahi mendengar harganya, jangan skeptis dulu. Clay atau lempung sebenarnya adalah bahan untuk skincare yang tergolong murah, bahkan banyak yang membuat masker DIY dengan menggunakan bahan dasar ini. Masker lempung yang dijual dengan harga tinggi biasanya sudah ditambahkan bahan-bahan lain yang lebih mahal, atau tentunya dipasarkan dengan packaging yang mewah, iklan yang super keren sehingga menambah deretan nol di banderolnya.

Himalaya-Clarifying-Mud-Mask1

Himalaya Herbals Mud Mask nggak cuma mengandung satu jenis lempung saja, tapi ada 4: Clay minerals, Fuller’s Earth, Bentonite dan Kaolin.

Fuller’s Earth atau Multani Mitti, adalah jenis lempung yang berasal dari endapan volkanik yang mengandung banyak mineral seperti magnesium, quartz, silica, iron, kalsium dan lain-lain. Jenis lempung ini bermanfaat untuk menarik keluar kotoran dan minyak dari pori-pori, menyeimbangkan PH di kulit kita, mengencangkan kulit dan bahkan sering digunakan di dalam produk pemutih wajah karena Fuller’s Earth punya kemampuan memutihkan kulit secara mild.

Bentonite clay adalah jenis lempung yang paling populer dan banyak digunakan di produk clay mask, salah satunya adalah Aztec Indian Healing Clay yang terkenal itu. Bentonite juga mempunyai kemampuan menyerap kotoran dan minyak dari kulit tapi yang membuatnya unik adalah, ketika bercampur dengan air, molekul di dalamnya membesar menyerupai spons, sehingga bisa menarik berbagai macam racun, kotoran sampai bakteri dan jamur, seperti magnet. Karena itu, Bentonite banyak digunakan sebagai treatment jerawat.

Kaolin biasanya tersedia dalam berbagai warna: putih, merah, pink dan kuning, dengan daya serap dan sifat yang berbeda-beda. Dibandikan Fuller’s Earth dan Bentonite, Kaolin tergolong bahan yang lebih lembut dan aman untuk kulit sensitif. Lempung ini juga mempunyai khasiat melancarkan sirkulasi darah sehingga berfungsi juga untuk membuat kulit kita kelihatan lebih cerah.

Di luar dari  berbagai jenis clay tersebut, Himalaya Herbals Mud Mask ini juga mengandung glycerin, ekstrak akar vetiver dan ekstrak kulit kacang walnut. Sayangnya, masker ini juga mengandung SLS dan pewangi, walaupun diletakkan di bagian akhir daftar kandungan, sehingga saya berasumsi kandungannya sedikit. Untuk kamu yang menghindari paraben, mesti tau juga bahwa produk ini tidak bebas paraben. Di dalam packaging produk ini juga tertulis bahwa kalau kulit kamu lagi mengalami jerawat yang meradang atau luka, sebaiknya jangan menggunakan masker ini.

Himalaya-Clarifying-Mud-Mask2

Masker ini teksturnya seperti lotion yang agak cair dan berwarna cokelat kekuningan. Karena teksturnya yang agak runny, jadi cukup mudah diratakan ke seluruh wajah. Awalnya saya agak kaget karena rasa sakit yang lumayan “nampol” saat baru menggunakan masker ini. I mean, I expected some tingling sensations from any mud mask but this just hurt! Untungnya sensasi tersebut hanya bertahan sekitar 3-4 menit saja, setelahnya berkurang jauh dan di pemakaian seterusnya saya hampir nggak merasakan rasa sakit tersebut. Kalau baca review pengguna lain di Female Daily, banyak yang bilang mereka ngerasain sakit yang tak terperi sampai banyak yang nangis loh! Tapi lucunya mereka tetap bertahan dalam rasa sakit tersebut karena percaya bahwa rasa sakit itu berbanding lurus dengan efikasi sebuah produk. I guess everyone has a different threshold for pain and some skins are more sensitive than others. Tapi please ya Ladies, kalau sudah sakit tak tertahankan dan kulit kamu jadi merah-merah, segera bilas dan jangan gunakan lagi produknya. No mask is worth burning your face for, seriously.

Anyway, walaupun nggak terlalu banyak ekspektasi, saya suka lho sama masker ini! Baru pertama kali pakai aja saya bisa lihat kalau kulit saya kelihatan bersih, cerah dan agak kencang. Saya nggak punya banyak komedo atau white heads, tapi ada beberapa spot komedo di hidung saya yang agak bandel yang sekarang kelihatan mulai memudar. Saya juga perhatikan, kulit saya terasa lebih nggak berminyak dari biasanya sejak mulai menggunakan masker ini rutin. Saking sukanya, saya akhirnya menjadikan produk ini sebagai produk skincare drugstore favorit bulan Juli di video ini. 

Sedikit catatan. Mud mask ini memang cenderung bikin kering jadi untuk kamu yang kulitnya nggak berminyak atau cenderung kering, saya punya tips:

1. Gunakan satu minggu sekali aja. I use more hydrating masks on the other days

2. Jangan biarkan masker ini benar-benar mengering! Ini berlaku untuk semua jenis clay mask ya. Karena clay mampu menyerap kotoran dan minyak dengan baik, konsekuensinya adalah minyak alami di kulit kamu juga bisa ikutan terangkat dan ini yang bikin kulit jadi lebih kering setelahnya. Don’t let that happen and wash it off before it fully dries! Biasanya kalau mengering, mud mask ini akan berubah warna menjadi kuning terang. Waktu warnanya mulai agak terang tapi pas disentuh masih terasa sedikit basah, itulah saatnya kamu cuci muka, kira-kira 10 menit setelah kamu pakai.

But overall, this mask gives you a lot of value for the cheap price. Kalau kamu lagi cari masker untuk kulit berminyak dengan harga terjangkau, nggak usah repot-repot berburu masker di online shop, cobain deh produk ini!