Kulit Berminyak? Jauhi 4 Hal Ini

Dulu, saya terobsesi banget punya kulit yang licin, matte, dan bebas minyak. Bosan banget harus mengeluarkan blotting paper setiap beberapa jam untuk menghapus minyak di wajah.

Tapi, setelah “disentil” oleh skincare blogger Caroline Hirons tentang kulit berminyak, saya langsung pengen jitak diri sendiri rasanya. Nih, wejangan dari Caroline yang nyangkut di otak saya sampai sekarang:

“Skin is not designed to be “matte”. Your skin has plenty of time to be matte when you’re dead. You know – no signs of life?”

Ha! Ya memang benar, sih. Minyak di wajah adalah pelembap alami yang membantu menjaga kulit kita tetap sehat. Kalau kulit kering kerontang tanpa minyak, proses penyembuhan kulit (dari luka, iritasi, jerawat, dan lain-lain) pun akan lebih lama. Namun, produksi minyak memang harus dikontrol supaya nggak berlebihan dan memicu jerawat muncul.

Dari sekian banyak trial and error yang sudah saya lakukan pada kulit saya, ada empat pelajaran yang bisa saya share soal kulit berminyak. Don’t make the same mistakes I did!

1. Hati-hati menumpuk terlalu banyak skincare di kulit

Saya sudah bisa menerima kenyataan kalau kulit berminyak saya ini nggak bisa menerima banyak produk dipakai bersamaan. You know, those 7 to 8 steps of skincare? Semakin banyak produk yang saya tumpuk di wajah, semakin berminyak pula kulit saya.

Setiap malam saya cuma membersihkan muka dengan cleansing balm, lanjut dengan face wash, semprot face mist sedikit, dan terakhir night cream. Setiap beberapa hari sekali saya melakukan eksfoliasi manual.Pengen banget sih, mencoba menambahkan produk-produk seperti serum atau face oil pada skincare routine saya, tapi kenyataannya kulit saya ini rentan sekali breakout, jadi saya menghindari banget tumpuk-tumpuk skincare yang beresiko akan pori-pori tersumbat. 

Saran saya buat kamu yang mau mencoba memasukkan beberapa step panjang ke skincare routine sehari-hari, start slowly! Jangan langsung dihajar beberapa produk sekaligus. Beri jeda sekitar seminggu-dua minggu untuk melihat reaksi kulit kamu, kalau memang nggak ada tanda-tanda iritasi atau clogged pores, silakan dilanjutkan. Better safe than sorry!

2. Hindari mineral oil

Seperti yang ditulis Deszell di artikel “Paraben, Alkohol, Mineral Oil dalam Kosmetik, Berbahaya?”, mineral oil adalah salah satu kandungan yang patut dihindari karena partikelnya yang besar gampang banget memicu pori-pori tersumbat. Pori-pori tersumbat ditambah kotoran dan bakteri adalah resep utama breakout.

Ada banyak sekali produk-produk pembersih yang mengandung mineral oil. Meskipun daya angkatnya cukup ampuh, apalagi untuk waterproof makeup, saya tetap nggak rekomen untuk menggunakan anything mineral oil pada kulit berminyak. Kamu bisa melihat rekomendasi produk-produk pembersih yang ampuh menghapus makeup dan nggak mengandung mineral oil di artikel “4 Makeup Remover Bagus dari Drugstore dan High-End”.kulit berminyak3. Jangan terpaku pada produk-produk anti minyak

Kadang, pemilik kulit berminyak suka went overboard with their skincare routine dan membeli produk-produk berlabel oil-free, mattifying, dan sebagainya. Betul, produk-produk seperti ini memang bisa menahan minyak di wajah. Tapi, biasanya produk-produk berlabel seperti itu mengandung banyak alkohol, yang memang bisa mengurangi produksi minyak, tapi juga bisa mengurasnya sehingga kulit menjadi kering.

Kalau sudah begini, biasanya kelenjar minyak akan berusaha mengimbangi kondisi kulit dengan memproduksi minyak lebih banyak lagi. Nggak menyelesaikan masalah juga, kan?

4. Jangan mencuci muka terlalu sering

Alasannya kurang lebih sama seperti di atas, mencuci muka terlalu sering bisa membuat kulit kita kering karena menguras produksi minyak alami di wajah. Apalagi kalau setelahnya nggak diberi pelembap. Sebagai gantinya, kalau T-zone dan area pipi saya mulai mengkilap-kilap, blotting paper to the rescue! Setidaknya minyak yang menumpuk bisa diminimalisir supaya nggak terlalu mengundang debu dan kotoran menempel.

Kalau dari kamu, ada nggak tips untuk mengatasi kulit berminyak? Bisa share di komentar, ya.