Bersama Wardah, Tulus Rilis Album Ketiga Berjudul “Monokrom”

Setelah berhari-hari mendengarkan lagu “Ruang Sendiri” dari album baru Tulus, “Monokrom”, akhirnya saya bisa mendengar langsung cerita Tulus tentang proses pembuatan album ini. Mau tahu gimana?

Hari ini (3/8/16), “Monokrom”, album ketiga Tulus resmi dirilis. Dengan dukungan penuh dari Wardah, Tulus bercerita kalau “Monokrom” adalah sebuah bentuk apresiasi dan rasa terima kasih yang ia berikan untuk orang-orang yang sudah membantunya berkarier selama ini.

“Album pertama saya dulu, “Tulus” (2011), adalah perkenalan diri saya ke dunia musik. Album kedua, “Gajah” (2013), bercerita tentang masa lalu dan bagaimana kita nggak boleh boleh terjebak terus-terusan di dalamnya. “Monokrom” ini saya sebut sebagai ucapan terima kasih termerdu dari saya untuk orang-orang yang sudah mendukung saya selama ini.”

Salman Subakat selaku Marketing Director Wardah menambahkan, “Ini sudah memasuki tahun ketiga kolaborasi Tulus dengan Wardah dan kami bangga sekali bisa ikut menebar inspirasi melalui musik Tulus.”

“Padahal saya kan nggak pernah pake bedak Wardah ya, Pak.” ujar Tulus sambil bercanda. Lol! :D

TULUS

“Mungkin beberapa orang masih ada yang bertanya ya, kenapa Wardah mengajak Tulus untuk jadi salah satu Brand Ambassador-nya,” ujar Salman, “Pada dasarnya, Wardah menilai bahwa Tulus adalah sosok kreatif yang selalu memberikan pesan positif tentang cara memaknai hidup. Ini cocok dengan filosofi Earth, Love, Life, yang sedang aktif dikampanyekan oleh Wardah.”

Proses pembuatan album yang dibantu oleh Ari Renaldi (penata musik dan produser) dan Riri Muktamar (produser),ini memakan waktu kurang lebih satu setengah tahun. Saat ditanya bagaimana cara mencari inspirasi untuk menulis lirik lagu-lagunya, Tulus menjawab kalau biasanya ia memulai dengan merangkai sebuah cerita.

“Biasanya saya bikin cerita pendek dulu, lalu diambil penggalan kata-katanya untuk dijadikan bait lagu. Tapi kadang nggak selalu begitu juga sih, ada juga yang dibuat dulu chord-nya, lalu liriknya menyusul.”

Bpk. Salman Subakat(Marketing Director Wardah),Tulus,Ari Renaldi (Producer) dan Riri Muktamar (Executive Producer Tulus Company) photoSalah satu alasan Tulus menamai albumnya “Monokrom” adalah kecintaannya pada konsep monokrom itu sendiri. Meskipun menurutnya nggak ada hubungan langsung antara feed Instagram-nya yang hitam-putih, tetapi menurut Tulus, foto hitam-putih itu bisa membangkitkan ingatan akan momen yang sudah lewat.

“Kalau lihat foto yang warnanya hitam putih, secara otomatis otak kita memutar kembali momen yang ada di foto itu. Misalnya, di foto itu kita ngeliat warna kulit yang warna abu-abu, padahal mungkin aslinya warnanya kuning langsat.” Jawaban Tulus ini terefleksikan lewat lagu “Monokrom” yang jadi track terakhir di album ini: /Lembaran foto hitam putih/ Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu/

Saya pun iseng bertanya ke Tulus, kira-kira ada nggak produk Wardah yang ia rekomendasikan untuk penggemarnya yang cewek-cewek. Sambil tertawa, Tulus langsung berpikir keras.

“Waduh, apa ya… Mama saya sih pake lipsticknya! Hahaha.”

To the rescue, Salman langsung menjawab, “Buat kami, meskipun Tulus adalah Brand Ambassador Wardah, tapi sepertinya nggak perlu lah, jualan produk. Cukup lewat lagu-lagunya saja, Tulus juga sudah bisa menyampaikan pesan dan makna yang juga selama ini dianut oleh Wardah.”

“Jadi kalau lagidandan pakai produk-produk Wardah harus sambil dengerin lagu saya ya, Pak. Pasti jadi ngerasa lebih cantik.” celetuk Tulus yang langsung membuat seruangan tertawa.

Album “Monokrom” sudah tersedia di 100 toko musik di Indonesia dan dapat dibeli secara digital di iTunes, Spotify, Apple Music, Joox dan Guvera serentak mulai tanggal 3 Agustus 2016.