Suntik Filler Kantung Mata yang Gagal, Malah Jadi Bengkak!

Artikel saya kali ini ingin bercerita tentang pengalaman melakukan filler di area kantung mata yang gagal! Alih-alih semakin cantik, kantung mata malah bengkak, persis seperti nenek tua usia 80! 

Kejadian ini sebenarnya telah terjadi pada tahun 2012 silam. Saat itu, saya masih bekerja sebagai Editor di sebuah media cetak. Tiba-tiba, saya dikontak oleh seorang public relation manager dari sebuah beauty clinic ternama di bilangan Jakarta Selatan untuk mencoba treatment terbaru yaitu filler injection atau suntik filler dengan memakai bahan alami sebagai kandungan dasarnya.

Saat itu, si PR Manager menjelaskan kepada saya bahwa filler terbaru dan tercanggih di kelasnya tersebut memakai bahan dasar dari extract aloe vera (lidah buaya) sehingga sangat aman, tidak menimbulkan alergi maupun reaksi berbahaya di tubuh. Iming-iming lain adalah nama besar beauty clinic tersebut sekaligus dokter yang akan menangani saya adalah pakar kecantikan dari Singapore.

Filler tersebut bisa diinjeksikan di bagian-bagian wajah maupun tubuh yang kendur, nggak rata permukaannya agar kembali jadi kencang dan lebih indah. Nah, saya pun tergiur dengan janji manis yang bisa didapat bila melakukan suntik filler tersebut.

filler kantung mata

Pada saat itu, saya kebetulan juga sedang gundah gulana, karena semakin bertambah umur, memasuki usia 40, area kantung mata saya jadi makin terlihat. Ya, saat itu problem utama di wajah saya adalah area kantung mata atau under eye bag mulai terlihat saggy.

PR Manager dari beauty clinic itu pun menjelaskan bahwa saya akan mendapat injeksi filler di area kantung mata, supaya kantung mata yang jendul tidak lagi terlihat. Filler berisi aloe vera itu menurut penjelasannya akan menyatu dengan lemak di seputar kantong mata sehingga akhirnya permukaan di seputar kantong mata akan menjadi rata, tidak ada lagi bagian yang saggy.

Seingat saya, proses pengerjaan filler dilakukan dalam 2 tahap. Jadi tahap pertama, saya hanya menerima 3-4 penyuntikan pada masing-masing kantung mata. Kemudian setelah menunggu sekitar 3 harian, dilakukan lagi filler tambahan. Jadi, bila saya nggak salah ingat, dilakukan 7 kali penyuntikan pada masing-masing area kantung mata. Seluruh proses tersebut berjalan lancar. Dan sang dokter cantik yang melakukan proses pengerjaan filler injection ini pun berpesan bahwa area seputar mata tidak boleh dikucek, tidak boleh di-massage sekitar 3-4 minggu ke depan agar filler tidak “berjalan” sehingga mengubah posisinya.

Saya pun menaati semua pesan-pesan sang dokter demi menghilangkan area kantung mata yang saggy. Tapi apa yang terjadi setelah itu? Kantung mata saya nggak kunjung hilang, malah semakin jendol, makin jelas terlihat dan hari ke hari, kantong mata itu semakin melorot, makin turun ke bawah. Aduuuh…setiap kali bercermin, hampir setiap kali itu pula saya menangis, menitikkan air mata, sediiih bangeeettt…kantung mata kendur, besar dan melorot persis seperti seorang nenek berusia 80 tahun. Sempat saya nggak pede untuk keluar rumah, karena setiap kali teman-teman melihat mata saya, semua pasti mengira saya habis menangis bombay hingga kantung mata sedemikian bengkaknya. Sayang, saya nggak bisa memasang foto area kantung mata saya yang bengkak, karena semua foto itu ada di handphone yang terlanjur rusak. Tapi sumpah, saat itu, penampilan saya sangat buruk. Dan untuk menyamarkan kantung mata yang bengkak itu, saya pun memakai concealer dan juga memakai kaca mata.

filler-injection

Saya sempat protes ke beauty clinic tersebut, mereka juga berupaya menyuntikkan antidote yang berisi bahan penawar agar isi filler bisa dihancurkan dan keluar  bertahap melalui urine. Tapi hasilnya tak kunjung terlihat, hingga akhirnya sang dokter yang melakukan penyuntikan pun hanya bisa bilang minta maaf dan menyatakan bahwa mungkin tubuh saya tidak bisa mentolerir zat di dalam filler. I was so angry but what could I say…Saya tidak bisa menuntut ganti rugi atas proses suntik filler yang gagal itu, karena mereka memegang semua file dan ada dokumen yang sudah saya tandatangani dan ternyata di situ dinyatakan saya tak akan menuntut ganti rugi bila terjadi kesalahan atau kegagalan…

Hikmah apa yang bisa ditarik dari pengalaman buruk saya ini?

1. Jangan mudah tergiur dengan promosi beauty treatment canggih berasal dari luar negeri. Sebelum melakukan beauty treatment apapun, sebaiknya cari data sebanyak mungkin atau informasi yang lengkap seputar treatment yang akan kamu jalani, apalagi bila itu menyangkut memasukkan cairan atau zat asing ke dalam tubuh.

2. Jika ada dokumen yang harus kamu tandatangani sebelum melakukan beauty treatment, baca dengan seksama setiap klausul atau pernyataan di dalamnya.

3. Jika kamu melakukan beauty treatment di sebuah beauty clinic, pastikan bahwa dokter yang akan melakukan tindakan adalah dokter resmi yang memang praktik permanen di tempat itu. Jangan tergiur dengan promosi memakai dokter dari luar negeri atau mancanegara. Karena itu berarti dokter tersebut hanya bersifat sementara, tidak setiap waktu kamu dapat berkonsultasi dengannya dan bisa jadi suatu saat akan “menghilang” dengan mudahnya.

Nah, pernahkah kamu juga mengalami kegagalan sebuah beauty treatment seperti saya? Share dong pengalamanmu di sini…

Bagaimana kelanjutan cerita saya? Apa yang akan terjadi dengan kantung mata saya yang malah jadi bengkak, kendur dan melorot seperti nenek-nenek usia 80an? Saya akan melanjutkan cerita saya mengatasi BIG PROBLEM ini pada artikel selanjutnya. Nantikan artikel saya selanjutnya untuk mengatasi saggy under eye bag itu, ya…