4 Hal yang Bisa Dipelajari dari Beauty Guru di Youtube

Suka nonton makeup tutorial dari beauty guru di Youtube? Nggak cuma ilmu tentang makeup saja yang bisa kamu dapat, tetapi juga 4 hal berikut ini!maxresdefault1. Old beauty standard is no longer relevant

Zaman dulu, mungkin konsep perempuan cantik menurut orang-orang adalah yang bermata biru dan berambut pirang. Begitupun dari yang kita lihat di majalah atau TV, model yang ditampilkan rata-rata adalah yang berkulit putih. Sekarang, dengan munculnya beauty guru dari berbagai budaya dan latar belakang, online beauty community pun jadi lebih berwarna!

Nggak ada lagi deh, orang yang beranggapan kalau perempuan berkulit gelap atau bermata sipit itu “nggak bisa” bermain-main dengan makeup. Everyone can play around with makeup in their own ways. Malah, sekarang tutorial pun jadi lebih spesifik dan bervariasi, seperti cara memilih foundation untuk kulit gelap dan pucat, cara membuat smokey eyes untuk mata kecil, dan lain-lain!

Lihat juga: How To Embrace Tan Skin Using The Right Makeup

2. Beauty know no rules!

Ada seribu cara untuk mengaplikasikan contour dan ada sejuta cara untuk menggambar alis. Nggak pernah ada cara yang “benar” untuk mengaplikasikan makeup karena masing-masing orang memiliki cara mereka sendiri-sendiri. Sama halnya dengan karya seni lainnya, nggak ada kan yang bilang kalau lukisan yang “betul” itu adalah lukisan yang seperti karya Picasso. Begitu pula dengan makeup.

Di luar itu, beauty guru juga mengajarkan kalau kamu bisa menggunakan eyeshadow hijau atau biru tanpa terlihat seperti badut! There are literally no rules in doing makeup, especially if you know how to have fun with it.

3. Belajar konsisten

maxresdefault (1)Foto: itsmyrayeraye

Biasanya, seorang beauty guru yang mulai agak “malas-malasan” membuat video akan langsung di-bash oleh subscribers-nya. Entah kenapa, kalau kita mengikuti banget perkembangan channel seorang beauty guru, pasti langsung kelihatan kalau suatu saat kualitas videonya menurun. Baik itu dari segi konten atau editing, tapi seolah-olah “jiwa”-nya sudah nggak ada lagi. Kalau sudah begini, jadi PR-nya sang beauty guru deh untuk memperbaiki kontennya supaya subscribers nggak kabur dan video-videonya jadi keren lagi.

4. Belajar kreatif

Menjadi kreatif mungkin adalah nasihat paling cliche untuk semua content creator, tapi kita sendiri sebagai audience, bosan juga kan, kalau menonton beauty guru yang videonya tentang smokey eyes terus? Saya pribadi, meskipun nggak suka pakai eyeshadow atau lipstick warna-warni, tetap suka kalau melihat video tutorial yang beda dari gaya makeup natural karena fresh saja kelihatannya. Apalagi kalau ada challenge-challenge seru seperti full face makeup using highlighters atau liquid lipstick, kreatif banget, kan?