Fenomena Kosmetik Palsu Sampai ke Mall

Walau bukan hal baru, kosmetik palsu makin banyak muncul. Selain terang-terangan dijual sebagai barang KW, kosmetik palsu bahkan sudah masuk ke mall!

Kosmetik palsu, mungkin memang bukan isu baru. Beberapa tahun lalu saat NYX Soft Matte Lip Cream belum punya “saingan” liquid matte lipstick lain, beberapa seller online mengingatkan  bahwa banyak beredar NYX Soft Matte palsu, yang dijual dengan harga Rp10-Rp20 ribu lebih murah. Kebayang enggak, bahan enggak jelas seharian nempel di bibir, kita jilat-jilat? Selain itu, siapa sih yang enggak pernah lihat brush set MAC ala-ala yang dijual di berbagai ITC?

Jujur, saya enggak pernah terlalu pusing soal kosmetik palsu, karena selalu yakin dengan tempat belanja makeup langganan, baik itu seller online maupun offline. Sampai beberapa waktu lalu, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri seorang teman membeli palet The Balm Meet Matte Nude palsu. Dan enggak tanggung-tanggung lho…terjadinya di bazaar sebuah mall!

kosmetik-makeup-palsu-2

Awalnya kita yakin bahwa paletnya asli. Because it did look like an original one. Saat kita tanya harganya, si penjaga stand bilang Rp350.000,-, which is harga Meet Matte yang wajar ditemui di online shop. Teman saya sempat menawar dan akhirnya dia beli palet itu seharga Rp300.000,-, dan bahkan diberi oleh penjualnya yang masih baru dengan segel plastik. That should’ve been the first warning.

Dari TKP yang berlokasi di fX Sudirman, di jalan balik, saya dan teman yang sudah kepo duluan mau colak-colek palet pun kaget, saat kita coba swatch Meet Matte baru tersebut. Saya yang sudah pernah coba Meet Matte sebelumya langsung sadar kalau kita baru aja ditipu. Meet Matte Nude asli tekstunya super creamy, pigmented, dan kalau di swatch di tangan, susah baget hilangnya tanpa makeup remover. Dan Meet Matte Nude yang baru kita beli ini, terasa keras di pan, dan dalam dua kali usap, swatch di punggung tangan kita hilang seketika. Dan setelah saya teliti lagi, gambar Mas Matt di kemasannya memang tampak kurang jernih.

Singkat cerita, kita pun balik ke stand bazaar tadi, dan komplain kalau palet yang kita beli itu palsu. Setelah sempat berkilah kalau itu barang asli, bahkan disegel  (palet The Balm enggak pernah disegel plastik), si penjual akhirnya malah berinisiatif mengembalikan uang teman saya. Tahu kenapa?  Si mbak sempat lirik-lirik ID pers yang saya pakai.

Saya juga sempat mengecek barang lain di lapak makeup itu. Ada sederet lipstik Wet n Wild Megalast yang semua labelnya adalah Cherry Picking, padahal warnanya beda-beda. Si mbak bahkan bilang kalau itu “memang serinya.” What the….

kosmetik-palsu-bahaya-1

Beberapa hari kemudian, saya baru sadar kalau kosmetik palsu memang lagi menjamur. Beda halnya dengan palet  yang teman saya beli, banyak seller baik di Instagram maupun market place lain,terang-terangan menjual Too Faced Chocolate Bar atau Meet Matte Nude Palette dengan harga di bawah Rp100.000,-, dan menulis “not ori” di keterangannya.

Hati-hati dengan kosmetik palsu, tampaknya kurang pas untuk jadi pesan saya. Saya cuma enggak ngerti sih dengan tren kosmetik palsu ini. Kok bisa masuk ke mall? Kok bisa banyak followers dan pembelinya di toko online? Apa pun alasannya saya sih cuma ingin share supaya FD-ers lebih waspada, dan daripada beli palet high end seharga Rp50 ribu, lebih baik beli makeup lokal yang bagus dan sudah jelas aman, kan?