3 Nasihat Sederhana yang Membuat Hidup Jadi Lebih Baik

Minggu lalu, saya tepat berusia 23 tahun. Usia yang mungkin “belum” dewasa untuk sebagian orang, tapi setidaknya nggak kecil-kecil amat untuk bisa bertanggung jawab dan mengurus diri sendiri.

Kata orang-orang, usia 20-an adalah usia dimana kita mencari pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya. Nggak cuma ilmu dalam kuliah atau kerja saja, but knowledge about life in general, how we learn how to handle and see things from our perspective. Selama 23 tahun ini, saya banyak mendengar nasihat yang nyangkut di kepala saya sampai sekarang. Nggak cuma dari orang di sekeliling saya saja, tetapi juga penulis buku dan tokoh fiktif dari serial televisi. :D

Ingin tahu nasihat apa saja yang selalu saya ingat? Lihat daftarnya di bawah ini (maybe you’ll get inspired, too!):

1. Bersikap jutek nggak membuat kamu jadi lebih keren

Being mean won’t make you cool, being rich won’t make you cool, and having the right clothes, while it may help, won’t make you look cool. It’s cool to be kind. Cool is the girl at a party who strikes up a conversation with you when she notices you don’t seem to know many people there.”

Kutipan di atas saya ambil dari buku #GIRLBOSS karangan Sophia Amoruso, CEO dari Nastygal, situs fashion terkenal di Amerika. Dalam paragraf tersebut, Sophia menjelaskan tentang apa definisi dari “keren” versi dirinya. Seperti yang bisa dibaca, menurut Sophia, cewek yang keren adalah yang nggak malu menyapa orang duluan, nggak sombong atau merasa lebih tinggi dari orang lain. Jangan menjadi cewek-cewek dengan Mean Girl vibes yang kayaknya nggak mau kenal dengan orang lain dan selalu bersikap eksklusif. Kata-kata ini selalu saya ingat, apalagi saat sedang menghadiri acara yang kebanyakan orang-orangnya belum saya kenal. It reminds me that being kind and friendly can actually lead you to great places.. With new friends!

pms-campaign-1

2. Jaga persahabatan dengan baik

Kalau nasihat yang satu ini datangnya dari mama saya sendiri. Dari sekian banyak pesan-pesan mama, yang paling sering diulang-ulang adalah, “Jaga baik-baik persahabatan kamu sama teman-teman perempuan, jangan pernah jahat sama mereka, karena kalau kamu lagi ada masalah, yang paling bisa menghibur dan menyemangati kamu itu ya, teman-teman kamu.”

Mama selalu bilang kalau salah satu sumber kebahagiannya (selain anak-anaknya tentunya, hihi) adalah geng ibu-ibu yang sudah bersahabat dengan mama dari zaman SMP, SMA, kuliah, hingga sekarang saat sudah bercucu. Geng ibu-ibu yang sudah bersahabat dengan mama puluhan tahun ini, selain sudah bersama mama through thick and thin, juga selalu ada di garda terdepan saat mama sedang butuh bantuan atau sekedar pick-me-up. “Never underestimate the power of girlfriends,” kata mama, “bukan cuma sumber kebahagiaan, tetapi mereka juga jadi sumber kekuatan kamu.”

3. Jangan pernah takut untuk memulai kembali setelah gagal

“I failed.”

“Good, now go fail again.”

Ada yang familiar dengan dialog di atas? :D Saya mengambil kutipan tersebut dari serial Game of Thrones Season 6, dimana Ser Davos, seorang tokoh penasihat raja sedang berbicara pada Jon Snow, komandan pasukan khusus yang baru saja gagal menjalani misi penting. As much as I’d like to talk about the show, tetapi di sini saya lebih fokus pada kata-kata Ser Davos yang mungkin sedikit bertentangan dengan nasehat orang yang kebanyakan menyuruh kita untuk fokus pada kesuksesan yang ingin diraih, bukan pada kegagalan yang mungkin saja kita alami.

Fokus pada target memang motivasi yang baik, tetapi seringkali kita lupa bahwa apapun bisa terjadi dan nggak semua hal bisa kita kontrol. Kegagalan adalah suatu hal yang wajar dan nggak serta-merta menjadi akhir dari segala usahamu. You’ll never know what the future brings! Kalau J.K Rowling menyerah saat dua belas penerbit menolak manuskrip Harry Potter, mungkin Harry Potter akan jadi kertas yang menumpuk saja di mejanya. Saya selalu mengingatkan diri sendiri kalau failure is part of the journey, dan seburuk apapun kegagalan yang kamu alami, something good will always come out of it.

Nah, itulah tiga nasihat yang selalu saya ingat dan pegang teguh sampai sekarang. Selain menjadi pedoman, nasihat-nasihat tersebut juga membantu saya untuk selalu semangat dan berpikir positif, apapun kondisinya. Sebenarnya masih banyak nasihat-nasihat lain yang saya dapatkan baik secara sengaja maupun nggak disengaja, tapi tiga nasihat di atas lah yang paling bisa membuat saya ingin berkembang untuk jadi lebih baik lagi.

Kamu sendiri, punya nggak nasihat, quotes, atau powerful message yang bisa menyemangati dan membantumu bangkit? Kalau punya, saya mengajak kamu untuk ikutan campaign PMS (Powerful Message to Self) dan share powerful message kamu di social media dengan hashtag #ChooseYourPMS. Kalau memang kamu punya banyak quote favorit, boleh posting dari satu supaya powerful message kamu tersebar lebih luas dan bisa menginspirasi orang lain juga!

Untuk info lebih lengkap tentang campaign PMS, bisa kunjungi microsite kami yaitu pms.femaledaily.com. Pssst, ada hadiah seru untuk Best Social Media Post lho, (Samsung NX3000 Camera, anyone?) jadi jangan sampai kamu nggak berpartisipasi dalam campaign ini. Ditunggu, ya! We’re eager to see everyone’s powerful message! :)