Baby Face: Akankah Jadi Tren yang Menggeser Contouring?

Thank you Kim K, we’re done contouring our cheekbones now! Saya ingat betul waktu pertama kali melihat foto Kim Kardashian berikut ini, sekitar empat tahun yang lalu:

Baby Face Makeup- Akankah Jadi Tren yang Menggeser Contouring?Di foto tersebut, Kim memperlihatkan wajahnya yang baru “setengah jadi” didandani oleh makeup artist Scott Barnes. Yang membuat foto tersebut menjadi viral adalah karena di situ Kim memperlihatkan garis-garis contour dan highlight sebelum dibaurkan, lengkap dengan pose “soft duck face” yang membuat pipi Kim semakin terlihat tirus.

Sejak saat itu, contouring ala Kim K langsung jadi tren dimana-mana, disusul dengan berbagai macam bentuk contouring lain seperti clown contouring, henna contouring, tantouring, dan masih banyak lagi. Makeup tutorial di Youtube pun heboh dengan video-video contouring, mulai dari yang level beginner hingga yang sudah pro.

Sama seperti tren lain yang datang dan pergi (ehm, Instagram brows), sepertinya contouring juga akan lewat masa kejayaannya. All thanks to Gigi Hadid, who, for some reason, triggered a new trend called “baby face”.

70378-gigi-hadid-1000x0-1Foto: look-dei-vip.it

Biasanya, yang disebut “baby face” adalah mereka yang memiliki bentuk wajah bulat dan pipi tembam. Think Selena Gomez and Miranda Kerr. Mereka memiliki fitur wajah yang imut-imut dan youthful, berbeda dengan Alessandra Ambrosio, misalnya, yang tulang pipinya terkenal tinggi dan tajam.

Meskipun Gigi Hadid atau Miranda Kerr memang sudah terlahir dengan wajah bulat dan pipi penuh, banyak yang memprediksi bahwa gaya makeup akan terinspirasi dari baby face tersebut. Bentuk pipi yang natural, tidak dikontur terlalu dalam, dan hanya diberi sentuhan blush atau bronzer supaya tidak terlihat pucat. Pemilihan warna blush pun bisa yang lebih ke arah rose atau coral dan dipadukan dengan highlight tipis supaya kulit tetap terlihat glowing.

Gimana menurut kamu? Apakah baby face ini akan jadi tren yang banyak diikuti semua orang? Atau pipi tirus akan tetap menjadi tren?