Cara Melakukan Patch Test yang Tepat

Baru mau mewarnai rambut, atau punya kulit ekstra sensitif? Cara patch test yang benar wajib kamu tahu sebelum mencoba produk kecantikan baru.

Sekitar setahun lalu, saya mencat rambut untuk pertama kalinya. Sebagai beauty writer, lucky me ada yang menawarkan untuk memberi saya servis coloring gratis dengan produk yang cukup premium pula. Saya sudah googling sana-sini tentang hal-hal apa yang harus diperhatikan sebelum mengganti warna rambut, secara saya memang sudah pingin mencat rambut warna auburn sejak lama. Patch testing 2 x 48 jam jadi poin penting dari hasil riset saya. So, tentu pas akhirnya rambut saya akan dieksekusi, saya bilang ke mbak salon apakah dia akan patch test dulu.

cara-melakukan-patch-test-2

“Yah, kalau alergi atau enggak mah untung-untungan, Mbak. Kalau kenapa-kenapa ya memang sial aja,” jawab si Mbak salon dengan enteng. Gila, enggak sih? Walaupun akhirnya transformasi warna rambut saya berlangsung mulus tanpa drama, saya tetap keluar dari salon yang cukup ternama itu dengan rasa il-feel. Bagaimana kalau ternyata saya alergi sama cat rambut yang dipakai, and ended up with red, swollen mug?

Lepas dari soal rambut, patch test tetap jadi hal penting bagi saya karena “dianugerahi” kulit sensitif dan acne prone. Karena kurang sabar patch testing, terjadilah bencana cystic acne saat saya mencoba toner cuka apel sekitar setahun lalu. Kalau kamu sering breakout dari produk skincare walau nggak mengandung AHA, BHA dan retinol, you should master these patch testing rules:

Coba di Area yang Tepat

Untuk mengetes reaksi alergi, usapkan produk di belakang telinga/ lengan dalam. Untuk iritasi, coba di bagian belakang leher. Kalau kamu mau melihat apakah suatu produk menyebabkan jerawat/ comedogenic di kulit kamu, usapkan produk di area wajah kamu yang paling acne prone.

cara-patch-testing-1

Lama Patch Testing

Reaktivitas kulit orang berbeda-beda. Untuk reaksi iritasi, biasanya sih gejalanya akan langsung muncul enggak lama setelah kulit terpapar pada iritan yang dipakai. Entah itu gatal, kemerahan atau rasa terbakar. Nah, soal reaksi alergi atau breakout, peraturan 2 x 24 jam bisa kamu alter sesuai kecenderungan kulit kamu sendiri.

Pernah di forum FD, ada member share pengalamannya saat terkena alergi cat rambut. Setelah 2 x 24 jam dia lalui dengan aman, reaksi merah dan gatal baru muncul di hari keempat; saat cat sudah terlanjur dia pakai untuk mewarnai semua rambut. Jika suatu produk membuat saya breakout, biasanya sudah terlihat dalam sehari. Namun ada juga lho orang yang baru breakout setelah memakai suatu produk selama satu-dua minggu.  Coba analisa kulit kamu, biasanya cenderung bereaksi cepat atau lama saat mencoba suatu produk? Kalau lama, masa patch testing juga sebaiknya kamu lakukan lebih lama. Better be safe than sorry!

Di sini saya enggak akan membahas tentang bahan-bahan apa saja yang rentan menimbulkan reaksi, karena menurut saya sifatnya individual banget. Seerti saya cenderung breakout oleh skincare dengan kandungan fragrance tinggi. Ada juga teman saya yang alergi lidah buaya, padahal tumbuhan ini terkenal sebagai soothing agent.

Yuk, share pengalaman kamu tentang patch testing dan bahan-bahan apa yang menimbulkan reaksi di kamu!