Mencegah Penuaan Lewat Terapi Anti-Aging Bersama Dr. Deby Vinski

Menjadi tua itu sebuah proses alamiah pada setiap manusia. Tapi kini, proses penuaan bisa dicegah, dihambat, di-reverse, bahkan usia kita diperpanjang dengan Anti-Aging Medicine. Menarik, ya! 

Saat saya googling tentang anti-aging medicine, maka nama dr. Deby Vinski, AAMS, MscAA pun langsung muncul di laman pertama. Maka, saya berupaya interview Dr. Deby Vinski, yang supersibuk ini. Saya pun disambut ramah oleh perempuan cantik ini di kantor serta klinik terbarunya yaitu Vinski Tower di daerah Pondok Pinang, Jakarta. Satu hal yang wajib kita banggakan dari dr. Deby ini karena dia adalah dokter anti-aging pertama dari Indonesia dan telah dapat pengakuan dari dunia internasional. Dr Deby Vinski, saat ini menjabat juga sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia (World Council of Preventive Medicine atau WOCPM—Red)

Dokter bernama panjang Deby Susanti Vinski ini pun menyambut Female Daily dengan hangat. Perbincangan kami seputar A-Z Terapi Anti-Aging pun berjalan akrab. Perempuan kelahiran Makassar, 9 November 1967 ini beroleh julukan “Ratu Anti-aging” dari Presiden World Society of Anti-aging Medicine(WOSAAM), Thierry Hertoghe. Kami pun lalu berbincang tentang A-Z Anti-Aging Medicine serta keinginan dr. Deby untuk membantu masyarakat Indonesia jadi lebih sehat dan panjang umur lewat terapi Anti-Aging.

Deby-Vinski-terapi-anti-aging

Apa sih Anti-Aging Medicine ini sebenarnya? “Anti-aging medicine adalah sebuah cabang ilmu kedokteran yang belakangan muncul. Bila ilmu kedokteran modern mengulik penyakit per organ tubuh, seperti jantung, tulang atau mata, sementara anti-aging medicine tidak. Pengobatan anti-aging mengerahkan seluruh cabang ilmu kedokteran untuk menemukan sesuatu yang salah pada tubuh pasien, lalu memperbaikinya dan meremajakan miliaran sel dalam tubuh. Jadi anti-aging medicine ini adalah ilmu yang secara pro-aktif mencegah penyakit degeneratif maupun kronis, dengan cara memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan,” jelas Deby.

Anti-Aging Membuat Tubuh Kembali Muda!

Bagaimana awal mula Anda menekuni Anti-Aging Medicine ini? “Saya mulai menekuni pengobatan anti-aging ini karena di tahun 1980an, ayah saya terkena stroke. Saat itu saya merasa terpukul karena saya seorang dokter, tapi ayahnya sakit dan nggak bisa menyembuhkan. Maka, saya pun memperdalam ilmu anti-aging di Prancis, sembari berupaya menyembuhkan ayah. Maka, Anti-Aging medicine dalam menangani penyakit stroke ayah saya, tidak hanya mendalami bagian otaknya saja, melainkan seluruh organ tubuh. Jadi, berbagai dokter spesialis terlibat di dalamnya, dari ilmu fisiologi, nutrisi, ilmu hormon, sampai psikologi untuk mengubah sudut pandangnya tentang kesehatan. Setelah ditangani dan sel-sel serta fungsi organ tubuhnya sehat kembali, Ayah saya yang di KTP berusia 73 tahun, tetapi kini kondisi biologisnya baru 40 tahun. Luar biasa, ia muda kembali. Lebih sehat, energik dan muda kembali. Bahkan setelah menjalani stem cells yaitu pengobatan canggih dengan sel punca pada pankreasnya, 10 tahun berlalu, diabetesnya tak pernah rewel.”

deby-vinski-terapi-anti-aging

Dengan menjalani anti-aging medicine, maka penampilan seseorang akan menjadi muda, segar, tampan, cantik dan menarik kembali. Nggak heran, banyak orang yang mempersepsikan bahwa dokter anti-aging adalah dokter kecantikan. “Saya bukan dokter kecantikan. Saya bukan dokter spesialis kulit dan kelamin. Sama sekali bukan. Maka, tugas saya sekarang, selaku Presiden WOCPM, untuk meluruskan persepsi yang keliru ini,” tambah dr. Deby.

“Sebagai Presiden WOCPM, saya berkewajiban meluruskan persepsi yang keliru ini. Saya dokter anti-aging, bukan dokter kecantikan yang menyandang gelar spesialis kulit dan kelamin. Dan klinik ini juga bukan klinik kecantikan, melainkan klinik kesehatan yang membantu pasien meraih kualitas hidup yang prima,” papar ibu dari Natasha Vinski, perempuan muda yang juga mengikuti jejak ibundanya sebagai dokter.

Klinik Anti-Aging Bukan Klinik Kecantikan 

Dokter Deby dinobatkan menjadi President WOCPM (World Council for Preventive, Regenarative and Anti-Aging Medicine) yang berpusat di Paris-Prancis pada Januari 2013 lalu. Sebagai pemimpin organisasi tersebut dia bertugas mengontrol sistem pengobatan anti-aging di berbagai negara. Kontrol tersebut diperlukan karena sekarang ini banyak klinik kecantikan yang mengatasnamakan klinik anti-aging. Padahal untuk melabeli diri sebagai klinik anti-aging tidak bisa sembarangan. Dokter Deby bertugas mengontrol hal tersebut di 50 negara, di antaranya Australia, Malaysia, Jerman, Prancis, Belanda, Amerika, Inggris dan tentu saja Indonesia. Di gedung Vinski Tower ini, dr. Deby berencana menyiapkan laboratorium bahkan bank stem-cell kelas dunia dan juga bisa melibatkan kolega dokter dari Indonesia maupun mancanegara.

Konsep Anti-Aging Medicine adalah suatu pengobatan atau terapi kedokteran terkini untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, pengobatan dan perbaikan ke keadaan semula dari berbagai disfungsi, kelainan dan penyakit. Terapi ini bertujuan tidak hanya memperpanjang umur kita tapi juga meningkatkan kualitas hidup sehingga tetap sehat dan produktif meski usia terus bertambah. “Dalam pandangan Anti-Aging, penuaan dapat dianggap dicegah, diobati dan bahkan dikembalika ke keadaan semula. Menjadi tua adalah alami, tapi kita tidak harus menghabiskan waktu di rumah sakit. Umur di tangan Allah, tapi bagaimana kita bisa menghabiskan masa tua kita dengan sehat, gembira dan produktif, kita tentukan mulai hari ini,” ungkap dr. Deby yang sangat menyukai warna pink dan selalu tampak stylish.

Deby-Vinski-Anti-Aging-Medicine

Dalam pertemuan itu, saya pun mengungkapkan kekaguman saya pada tampilan muda dan “semangat” Deby yang tampak segar, ceria dan energik! “Anti-Aging medicine memang membuat tubuh kita jadi lebih sehat, punya semangat seperti anak muda lagi, otak kita jadi lebih segar pula, ” tandas Deby. Bahkan dokter cantik, istri dari pengusaha Ivet Vinski ini, di tengah jadwal kesibukannya yang luar biasa padat, masih sempat kursus lagi berbagai ilmu maupun ketrampilan. Saat itu, misalnya ia memamerkan kepada saya bahwa baru saja mengikuti seminar seputar gas and oil business! Sementara beberapa minggu lalu, Deby juga bercerita baru mengambil kursus merangkai bunga! Wow! It’s really a different business from the medicine world , isn’t it?

Terapi Anti-Aging untuk Perempuan 

Berapa sih Dok, biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani Anti-Aging Medicine ini? “Banyak orang masih beranggapan, Anti-Aging Medicine ini mahal, padahal pengobatan ini tidak selalu mahal. Tergantung pada kasus yang harus kita tangani. Jika Anda datang kepada kami dalam kondisi masih sehat dan hanya ingin menjaga kulit tidak kendur, terapi yang diberikan misalnya juga hanya krim anti-aging maupun obat minum, maka biayanya hanya sekitar jutaan rupiah saja. Tapi kalau sudah bicara stem-cell yang membutuhkan pemeriksaan canggih dan kompleks, tentu saja biayanya jadi mahal,” ujar dr. Deby Vinski tersenyum. Bicara soal terapi stem-cell ini, maka dr. Deby bisa melakukan peremajaan sel-sel tubuh dengan mengambilnya dari lemak dan darah pasien. Lewat Anti-Aging medicine ini, sudah ribuan pasien berhasil ditolong dari beragam penyakit, mulai dari anak autis atau yang mengalami cacat mental hingga pasien berusia lanjut dengan problema penyakit kronis: diabetes, gagal ginjal hingga vitalitas pria dan wanita.

Saya pun bertanya, apa yang akan terjadi dengan perempuan berusia kepala 5 jika menjalani Anti-Aging Medicine? “Dengan perawatan anti-aging, perempuan berusia kepala 5 tidak akan mengalami menopause, karena ia tetap saja seksi seperti seorang remaja. Mood-nya bagus, sendi OK dan tidak mengalami hot flashes. Haidnya memang berhenti, tapi dengan menerima terapi hormon alami, ia tetap langsing, jauh dari osteoporosis, dan jantungnya tetap sehat,” jelas Deby dengan suaranya yang selalu terdengar riang dan penuh semangat. :)

Deby-Vinski-anti-aging

Terapi hormon dalam ilmu kedokteran anti-aging bukanlah hormone replacement. Pasalnya, yang dilakukan bukan menggantikan hormon, melainkan merestorasinya. Pendekatan terhadap pasien juga sangat khusus, sesuai kondisinya masing-masing. Tidak seragam. Katakan, dua pasien sama-sama menopause memeriksakan dirinya. Dokter mengecek sejauh mana penuaan yang terjadi padanya, dengan melakukan pemeriksaan hormon memakaihormone computer anti-aging touch screen. Setelah data diketahui, dokter memberinya terapi untuk masing-masing, termasuk terapi restorasi hormon, perubahan gaya hidup dan pola pikir.

Tentu saja setelah kamu menjalani Anti-Aging Medicine, wajib mengimbanginya dengan gaya hidup sehat, menjaga pola makan dan juga rutin olahraga agar kondisi tubuh jadi lebih sehat optimal. Nah, bagaimana sih gaya hidup sehat dr. Deby? “Saya tetap rajin berolahraga: berenang dan juga berlatih angkat beban. Saya punya Personal Trainer pribadi untuk menangani aktivitas workout ini. Saya juga menjalani Paleo Diet. Tapi saya selalu bilang ke pasien saya bahwa untuk soal makanan ini, fokus saja pada segala sesuatu yang boleh kita makan. Diet itu harus dibawa happy supaya kamu senang menjalankannya. Hmm, resep awet muda lainnya, kamu harus jadi orang yang bersyukur, pemaaf dan jangan terlalu lama memikirkan suatu masalah. Dua jam sebelum tidur, kamu nggak boleh memikirkan masalah yang berat. Lebih baik dengarkan musik di kamar, bersantai di tempat tidur sembari memakai night cream, agar tubuh menjadi tenang, relaks sehingga sel-sel tubuh bisa memperbaiki kerusakan dengan lebih optimal,” begitu saran dr. Deby.

deby-vinski-buku-anti-aging-terapi

Saat pamit pulang, saya pun dibekali dr. Deby buku karyanya, “Perfect Beauty Anti-Aging: Be Younger, Sexier, Healthier, Happier.” Di dalam buku ini, dr. Deby membagi banyak pemikirannya. Salah satu yang berkesan buat saya adalah pesan yang ditulis dr. Deby yaitu menjalani gaya hidup “Sehat tapi Nyaman” dan “Nyaman tapi Sehat”.

Salah satu contoh menarik yang dibagi dr. Deby  adalah tips mudah membuat tubuh bergerak, bagai berolahraga di gym. “Jika Anda hobi berjalan-jalan ke Mal untuk shopping, jadikan kegiatan itu sebagai olahraga Anda. Bagaimanaca caranya? Jalan-jalanlah ke mal dengan memakai sepatu yang enak dipakai lalu lakukan jalan cepat. Jangan lupa bawa air putih atau green tea tanpa gula. Ini yang saya lakukan jika tak sempat olahraga karena begitu banyak pasien. Pada putaran pertama adalah berjalan cepat tanpa tergiur mampir di boutique. Lakukan exercise tadi sebanyak 1 kali putaran. Setelah itu, baru window shopping dan mampir melihat koleksi buku atau busana kesayangan Anda. Jadi, Anda pun bisa memulai gaya hidup sehat tapi nyaman dan sekarang! Saat ini juga! Bukankah menjaga lebih baik daripada mengobati?”