3 Hal yang Harus Dikompromikan Setelah Menikah

Sebelum menikah, kita terbiasa untuk membuat keputusan terbaik bagi diri sendiri. Kini, hal itu sudah tidak berlaku lagi.

Kompromi sebenarnya sudah mulai terjadi di masa persiapan pernikahan. Bagaimana kita bisa menyatukan dua visi yang berbeda dalam pemilihan konsep, tanggal, venue hingga dekorasi pernikahan. Persiapkan segalanya secara matang, baik secara fisik maupun mental. Karena setelah menikah kita akan berbagi kehidupan dengan pasangan. Tugas kamu berdua untuk menjalankan sebuah rumah tangga penuh pengertian. Ini dia 3 hal yang harus dikompromikan setelah menikah:

Kebiasaan

Makanan favorit, kebersihan, jam tidur hingga alergi, merupakan kebiasan yang harus kita hadapi sehari-hari. Jadikan masa-masa awal pernikahan sebagai petualang seru untuk saling mengenal lebih baik. Jika ada sesuatu yang berbeda usahakan untuk menerimanya dengan lapang dada, dan mencari solusi yang terbaik. Indahnya pernikahan justru terbentuk dari usaha untuk saling mencintai dan melengkapi.

ThinkstockPhotos-475441986

 

Photo: Thinkstock

Keuangan

Diskusikan secara terbuka, karena masalah keuangan merupakan isu yang sensitif. Bicarakan sejak awal, sistem pengaturan keuangan yang akan diterapkan setelah menikah. Sepakati berbagai pengeluaran maupun pemasukan yang akan digunakan untuk kepentingan bersama. Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan bantuan profesional, agar kamu berdua dapat menata masa depan yang lebih nyaman.

Waktu

Bukan berarti waktu kamu menjadi berkurang atau terbatas. Diskusikan pengaturan waktu terbaik tanpa mengorbankan kegemaran masing-masing. Tentu tidak harus selalu bersama di setiap waktu, namun jangan lupa bahwa menghabiskan waktu bersama. Hal ini merupakan kondisi normal yang akan dialami oleh setiap pasangan suami istri. Jangan lupa untuk memberikan juga kebebasan yang bertanggung jawab bagi pasangan, agar bisa bersenang-senang bersama teman atau sahabatnya. Terakhir, luangkan waktu dengan keluarga kedua belah pihak secara adil. Atur secara bijaksana agar tidak timbul kecemburuan dari salah satu pihak.